Rabu, 01 Maret 2017

Kehamilan 1 - Kamu penguat Ibu :)


saat umur kamu (re: janin) 10 minggu :)


Suatu kehormatan dan kebahagiaan diawal masa pernikahan waktu itu, karena baru sebulan masa pernikahan saya, saya langsung diberikan amanah utk menjaga janin kecil di dlm perut tanpa menunggu, seperti beberapa pasangan lain. 
Awalnya, bukan sadar karena tespek, tapi justru karena kondisi badan saya yg terasa ga enak. mulai enek sama bau-bau tertentu, dan telat datang bulan. tertiba aja, saya merasa sedang hamil. daaan, yap! benar, dua minggu dari telat haid, saya coba pakai tespek dan Alhamdulillah hasilnya positif (||)

Kabar bahagia itu selama beberapa hari saya simpan sendiri. Entah kenapa. Saya juga bingung. tidak kepada orang tua, kakak, bahkan kepada suami sekalipun. 

Waktu itu, suami sedang dalam sebuah masalah, sehingga entah kenapa meski itu berita baik, buat saya tidak tepat rasanya memberikan hadiah itu buatnya di tengah-tengah urusannya. 

sehingga, barulah saya berani mengabarkannya untuk pertama kali kpd suami setelah satu minggu kemudian. Dan alhamdulillah, responnya juga tentu bahagia. 

Saya mendengar detak jantung janin yg hidup di dalam perut saya untuk pertama kalinya saat memasuki usia kehamilan delapan minggu. Saat itu, rasa perasaan bahagia luar biasa memenuhi otak dan hati saya. Rasa haru yg tidak bisa digambarkan indahnya, rasanya tidak percaya, di dalam perut dan badan yg nista ini, Allah memberikan kepercayaan buat saya untuk menjadikan perut ini rumah pertama bagi seorang calon khalifah, di dunia. :) 

Minggu berminggu terlewati, banyak cobaan tentunya dari kehamilan pertama ini. Pertama, saat jatuh dari motor, hingga banyaknya pertanyaan orang yg bilang "kok belum keliatan juga? beneran hamil ini te?" 

Percayalah, setelah kecelakaan motor, pertanyaan bagi ibu hamil yg semacam itu cukup membuat Ibu hamil degdegkan dg kondisi bayinya. Apakah sehat? Apakah berkembang? Apakah? Apakah? Apakah? 

Tapi itu semua terlewati hingga umur kandungan saya mencapai 16 bulan. Alhamdullillah, di masa ini katanya janin ditiupkan Ruh oleh Allah. Bayi, semoga km nanti menjadi anak yg beriman dan bertaqwa kepada Allah, berparas indah, bertutur sopan, dan bersikap santun kepada siapapun. Mampu mengayomi yg lemah dan membela yg tersakiti. Menjadi pelindung bagi banyak orang yg membutuhkan. Menjadi tauladan bagi mereka yg masih bernafas.

Dek, ke depan ibu ingin ingatkan akan banyaaak sekali cobaan dan ujian menghadang. Bagi ibu yg kini masih harus melewatinya seorang diri karena kamu masih di dalam perut ibu, jadilah penguat ya dek. Menjadi penguat bagi ibu, bagi jiwa ibu, penguat bagi batin ibu, supaya ibu tetap bisa waras dan sehat lahir batin selama kehamilan ini. Sungguh proses yang berat, karena di minggu-minggu ini sudah mulai terasa rasanya pegal dan gak enak tidur saat hamil. tersiksanya gak bisa menikmati makan seperti biasa, hingga emosi yg jadi tak stabil. Tapi, meski berat, masa-masa ini sungguh sangat ibu nikmati. Apalagi, menunggu perut terlihat membesar hari demi hari, meyakinkan diri bahwa kamu baik baik saja. Begitu nikmatnya. :)

Suatu hal yang luar biasa, Allah menciptakan ikatan perasaan ini, kamu yg belum lahir, belum nyata, sudah bisa menjadi penguat diri dan jiwa ibu yang paling besar dalam hampir selama enam belas bulan ini. 

See you next week, bayi... 
Sampai ketemu di umur kamu yg ke-17 minggu, minggu depan. :)

Insya Allah....