Minggu, 05 Juni 2016

Aku, bukan masa lalu lagi :)

Lihatlah langit diatasmu mendung, kelabu.
Awan-awan cumulonimbus bergerumul diatas langit. Satu, dua,, tiga.

Aku tak pernah menuntutmu menjadi kaya.
Tak pernah juga menuntutmu untuk punya mobil, rumah.
Aku tak menuntutmu untuk menjadi baik, menjadi perhatian.

aku sejauh ini hanya ingin kamu membutuhkan aku.
memerlukan aku disaat-saat waktu jatuhmu. mengambil peran dalam setiap kemajuanmu.
melihatmu berbahagia, merdeka.

Tapi kamu tak mau membaginya denganku.
Kamu memasung angan-anganku untuk melihatmu tersenyum. Membagi lenganmu yang lapang untuk menjadi sebagian tempat bersandarku. Sehingga aku harus mundur.

Dari kemunduranku,
aku belajar banyak hal.

Bahwa tak ada gunanya cinta hanya bermodal cinta.
tak ada gunanya hidup hanya menggantungkan harapan dari cinta.
Bahwa menjaga lelaki justru bukan hanya sekedar membiarkannya melakukan apa yang ia mau lakukan. Melainkan dengan membagi pengetahuan kalau, hidup dimasa depan tak hanya sekedar bermodal cinta semata.

bahwa untuk mempertahankan hubungan, bukan hanya sekedar harus  menunggu, atau berkorban. Tapi juga berjuang.

karena tak ada hasilnya jika hanya menunggu, karena kita akan kehilangan.
tak ada hasilnya jika hanya berkorban, karena akan sakit
dengan berjuang, semua yang kita lakukan akan menuai hasil.

Aku berjuang kepadamu, meski kau tak pernah mau diperjuangkan.

sehingga, aku juga jadi belajar.
bahwa cintaku yang seperti ini tak pantas lagi kau miliki.

Aku mungkin masih kekanak-kanakan.
Hanya saja, bersama dengan dia aku merasa jadi lebih sempurna.
Aku punya visi, mengejar target bersama, memupuk mimpi yang akan digapai.
Menabung untuk membangun rumah. Menggali semua pengalaman untuk dijadikan bekal berumah tangga.

Dengan mencintainya,
aku merasa memiliki satu lagi hati.
satu lagi jantung.
dan ribuan energi untuk terus berbahagia menghadapi hidup yang indah di masa-masa depan yang tentunya akan kujalani bersamanya selama mungkin kami bisa.

aku suka dia.
senyumnya, giginya yang rapi, lesung pipitnya, rambut berantakannya, perut buncitnya, foto-foto selfienya yang dikirimnya setiap hari, telatnya, pelupanya, baiknya, masa lalunya, dan semua yang terbawa bersamanya saat ini.

Aku berjalan ke depan.
Tak ada lagi, halangan. Tak peduli lagi, yang lalu. Aku bukan masa lalu lagi. :')
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar