Sabtu, 16 April 2016

Tentang lahan, katanya hitam diatas putih.

Memang, meski cerita tentang lahan-tanah-bangunan selalu hitam diatas putih, tapi kelihatannya juga selalu abu-abu. Saya cerita sedikit, mungkin pemerintah benar, ingin mengembalikan peruntukan lahan hijau demi lingkungan yang lebih baik, demi bumi. Tapi, kasian juga mereka yang harus melihat rumah-rumahnya dihancurkan begitu saja. Bayangkan seberapa tenaga dan uang yang mereka keluarkan untuk membangun rumah tangga dan kehidupan disana, selama bertahun-tahun. Melihat rumah dibuat rata dalam sekejap, padahal didalamnya banyak tersimpan kenangan tentang bagaimana berjuang untuk tetap hidup, bagaimana berjuang agak anak istri tetap bisa makan, dan bagaimana berjuang agar anak-anak bisa sekolah, supaya kelak jadi orang hebat. 


Beberapa keluarga yang lain mungkin mendapat rumah baru yang lebih layak di rusun-rusun, tapi sebagian lagi yang tak memiliki kartu identitas setempat harus rela tak lagi punya pilihan, mengapung diatas laut.

Ada yang bilang, 
jika ini tanah negara, tidak sah pemerintah mengambil alihnya begitu saja. Karena di dalam setiap negara, katanya harus ada tiga hal: Pemerintah, Rakyat, dan Wilayah. 

Apapun, yang dilakukan pemerintah pastilah memiliki tujuan yang baik, meski bagi sebagian orang. tapi, jika kita memilih untuk setia pada rakyat kecil, juga bukankan kita memilih untuk memiliki tujuan yang bagi sebagian orang juga?

Turut berduka bagi mereka yang kehilangan istana-istananya walaupun kecil. Turut berduka juga bagi pemerintah yang tak mampu memberikan solusi  lain selain membiarkannya mengapung. 

Memang, meski kita tidak bisa ingin hidup enak. 
Semuanya, memang harus melalui perjuangan. 

Termasuk mungkin, salah satunya.. berjuang denganmu :p


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar