Sabtu, 16 April 2016

First page, live report.


Pernah, dulu terjadi di benak saya, cita-cita menjadi jurnalis televisi itu jika sudah tercapai, pasti akan memiliki kesempatan bisa melakukan laporan langsung dari tempat kejadian. Mungkin saja, inilah salah satu yang diharapkan semua orang ketika mereka mulai mendaftarkan diri untuk terjun ke dunia pertelevisian. Begitu pula dengan yang saya pikirkan sekitar lebih dari lima tahunan yang lalu. 

Ketika menjadi jurnalis masih cita-cita, tentunya bayangan menyenangkan ada di lapangan, makan enak dibayarin, sampai jalan-jalan gratis dan masuk tivi, Exactly persis. 

Tapi kemudian mainset itu berubah seiring waktu.
Semenjak meliput berbagai hal yang keliatannya enak itu (dan memang enak ketika liputan), keinginan untuk bisa laporan langsung a,k.a live report tak lagi terbersit dipikiran saya. Saya melupakannya jauh, bahkan sejauh-jauhnya dan berharap tak pernah mendapat kesempatan itu. Pernah juga buru-buru berdoa sebanyak-banyaknya supaya bisa dapet kerjaan lain yang membuat saya terhindar dari kemungkinan live, meski terpaksa.

Lima bulan berselang, seiring waktu. Menjadi anak megapolitan tentu membuat kita semakin dekat dengan kemungkinan-kemungkinan itu. Dan tepat hari ini, tadi siang di NET 12, saya diberi kepercayaan untuk mampu tampil menyampaikan laporan langsung dari warga kampung Akuarium, di Penjaringan Jakarta Utara. Sempat tidak percaya diri di pagi harinya, berusaha menenangkan diri dan pura-pura tenang masih cari makan jam setengah 10. Padahal, saat itu saya hanya berusaha melupakan rasa deg deg kan. dan kemudian ..

damn it yeahh!

Tuhan selalu memberkati juga orang-orang yang kepepet. 
that why I do believe God.
he always there at the time, i need.

Melaporkan langsung warga yang terkena gusuran dan masih bermukim diatas perahu. Menceritakan apa yang mereka lakukan, keluh kesah mereka. Rasa deg-degkan saat mencoba live report untuk pertama kalinya, buat saya sangat menakjubkan. Disamping banyak sekali dukungan dari orang-orang, doa, semangat, sampai trik n tips juga disampaikan, benar-benar sangat membantu. 

Hamdallah, saya bisa live bersama hijab dongker itu, tanpa ada blank, lumayan lancar meski katanya terlihat terburu-buru. Konten mungkin belum sehebat yang lain, harus banyak belajar. Meskpiun sekarang kalau boleh memilih untuk live atau tidak, saya akan tetap memilih untuk tidak. 

buat saya, ini, pengalaman pertama selalu menarik meski tak hebat. tapi buat saya, saya sedikit merasa hebat karena akhirnya berhasil melaluinya, walau hanya sekali seumur hidup. 

hahaha. 
eniwey, ini video live report pertamaku:






Tidak ada komentar:

Posting Komentar