Rabu, 20 April 2016

engagement day :)


Untuk mendapatkan mungkin tidak semudah ketika kita mencarinya. Sementara mencarinya, juga tidak semudah menunggu. Meskipun, jika hanya menunggu kita justru lebih dekat dengan penyesalan. 
Saya, mungkin salah satu orang yang dulunya.. hanya ingin menunggu. 

Tapi, tak akan pernah lagi sekalipun. 

Terutama ketika dia datang dan mulai menjadi seseorang yang membuat saya semakin lahap makan tiap harinya. Menimbulkan semangat-semangat baru. Menumbuhkan lagi, keinginan untuk melihat besok, mencari tahu tentang kebahagiaan apa lagi yang besok akan dibawanya.

Sedikit banyak, mungkin melalui fisiknya. 
melalui senyumannya. 
tapi, 
lebih banyak karena dia mampu membuat saya merasa dilindungi, ditunggu, dan.. dibutuhkan. 

What else can make people stay alive, if its not to be usefull person for someone?

Dan, 
yuk mari. 
Setelah perjalanan saling memperbaiki satu sama lain, menguatkan, dan meyakinkan tentunya.. 
meskipun hubungan kita yang manis, tak perlu seperti hubungan orang lain yang mainstreem. 

bukannya enak, pacaran kaya orang biasa? an ordinary relationship. 

Dia pasti lupa kalimat itu. kalimat yang kemudian menyadarkan saya, betapa hubungan kita tak seperti orang biasanya. Dan selalu menjadi excited ketika bisa melakukan semua itu. Mungkin kedengarannya seperti anak kecil, nonton bioskop, makan es krim, sampai jalan-jalan di jalan tebet berdua, berpegangan tangan. Keliatannya biasa? ya. Tapi buat saya, semua itu hanya perlu dilakukan oleh sepasang manusia dengan hubungan yang dalam. dengan kedekatan yang tak dimiliki lagi, selain dengan orang itu. 

Pertemuan saya dan dia, dimulai dikantor itu. dimana sekitar 22 ribu orang ditahun 2016 mendaftar untuk bisa jadi karyawannya. Ya. tapi, obrolan kita berdua justru dimulai jauh sebelum itu, tepatnya di tahun 2014, tidak persis ingat, sepertinya disekitar akhir september. 

Obrolan tidak terlalu penting, ketika sekarang saya tau saat itu dia hanya modus! yaa modus. Pura-pura menyangka nama saya Imelda, sampai akhirnya.. dia datang ke rumah pada Februari 2015 untuk pertama kalinya. Dan entah, mengapa saat itu juga saya sudah tau maksud kedatangan dia. bukan untuk mengambil hati saya tentu, tapi mengambil hati kedua orang tua saya. 

Singkat cerita, meskipun sebenarnya cerita diantara saya dan dia tak mudah dipersingkat, hubungan kami berlanjut terus, sampai akhirnya orang tua kami saling  melingkarkan cincin di masing-masing jari manis kiri kami, satu sama lain. 

Adakah yang lebih manis, daripada:

"dipercaya untuk menjadi sandaran hidup terakhir dan menjadi teman hidupnya sampai mati, serta mempercayai orang untuk menjadi pelindung dan pendengar terbaik bagi diri dan calon anak-anak?"

anyway, 

Terimakasih mas Rizky, 
Semoga do'a kita dan orang tua kita dikabulkan Allah. 
Semoga usaha kita dilancarkan, dimudahkan hingga waktunya tiba. Amin. 




Vika & Rizky Engagement day, 20 Maret 2016


  

2 komentar: