Kamis, 21 Januari 2016

Jadi anak daily


Sudah lama sekali tidak berbincang disini, hari-hari dipenuhi kesibukan. Liputan ke tempat-tempat berbeda, untuk masalah berbeda setiap harinya. 

Nggak kerasa, sejak November 2013 lalu, saya menjadi seorang jurnalis. Meski saat itu saya selalu merasa tidak benar-benar menjadi jurnalis, karena hari-hari saya digunakan untuk menyelesaikan liputan-liputan cantik, seperti bauty & healty,atau jalan-ajalan, dan kuliner. 

Keinginan merasakan up to date dengan isu-isu terkini di pemerintahan & politik, atau sosial dan yang sedang ramai dibicarakan orangpun, akhirnya tercapai. Justru, setelah saya akhiranya di pindahtugaskan ke desk nasional, untuk liputanharian, ke spot-spot tak disangka setiap harinya.

Menjadi anak daily serasa agak sedikit lebih pintar. Karena, mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus ikutan baca. baca. baca, Mendengar, melihat, dan minimal sedikit mengerti dengan perkembangan isu terkini. 

saya pergi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ke Bareskrim Mabes Polri, ke Polda Metro Jaya, ke Kementerian-kementerian , ke Balai Kota, ke DPR-MPR RI. dikejar deadline mencari pengamat politik, sosial, liputan kecelakaan, kerusuhan warga, hingga ke TKP Penggeledahan Narkoba & penganiayaan Polisi, Dan, disinijuga saya dapat kesempatan meliput kegiatan Presiden RI, Joko Widodo, dan menanyakan langsung pertanyaan kepadanya. Meskipun orang lain sudah lebih sering melakukannya, buat saya ynag baru saja merasakannya, ini sadalah ebuah prestasi.

Selama dua bulan belakangan, pengalaman saya semakin kaya. Meskipoun, saya merasa masihbelum pintar, masih belum paham, dan masih belum mampu berinisiatif. Agaknya, membaca situasi untuk dapat memegang kendali untuk keseharian diri sendiri, saya, maish butuh beberapa waktu lagi. 

Kehidupan saya, sehari-hari agak lebih normal daripada biasanya. Meskipun, jadwal libur jadi pasti dan hanya dua hari dalam seminggu, minimal, setiap pulang kerumah, saya bisa memfokuskan pikiran saya untuk hal lain yang juga perlu saya pikirkan. 

Tapi, pengalaman dua bulan di daily, 
seperti ini.. 

saya suka. 

Meskipun saya gak tergoda ingin jadi standupper, saya juga sedikit berdoa biar ga kebagian disuruh live report,, saya agak sedikit narsis nih, pernah sekali live report by phone. 

Live by phone aja deg deg kannya bukan maiiiin. apalagi, sampe live beneran. 

semoga dalam waktu dekat, enggak dulu deh. menikmati dibelakang layar ternyata lebih menyenangkan. 

nampaknya, agenda lain kedepan, harus usdah mulai dipikirkan. 

semoga berhasil. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar