Senin, 30 Juni 2014

versi A

Aku pernah memperlakukanmu dengan istimewa, jauh lebih istimewa dari caramu memperlakukan aku.
tentu itu versi aku.

bayangkan, betapa sabarnya aku ketika kita tak berbicara dua bulan. dan aku masih menganggapmu sebagai teman yang paling baik. bayangkan betapa sabarnya aku ketika keinginanku tak ada yang kamu penuhi. dan aku masih mengganggap diriku terlalu banyak menuntut. bayangkan betapa dulu aku begitu sabar menunggu kabar dari mu. dan aku masih menganggap diriku tak bisa percaya denganmu.

aku selalu menyalahkan diriku sendiri atas semua kesalahan yang terjadi antara kita, teman. Tapi sadarkah, dulu aku yang paling sering menunggu.

jika kamu pernah bilang, "kamu lebih buruk dari sesiapapun" dan aku hancur karena itu; jangan kamu menjadi selemah itu merasa sakit dan dendam karena pandanganku. karena dari semua hal yang aku rasakan, akulah yang seharusnya membencimu. karena jauh dari semua hal yang pernah aku perjuangkan dulu; tak lain itu untuk engkau. untuk dirimu yang pernah aku kagumi sedalam-dalamnya.

tak peduli kau-tak peduli dia-tak peduli orang lain berkata apa.

ini aku dengan keangkuhanku bersama sesakitan yang menumpuk. yang menyumput dibalik tangan Tuhan.
ini aku, yang sekali lagi, tetap merasa bersalah jika aku serapah dengan mu.

antara kita; biarkan Tuhan saja yang atur.

-antara aku, kamu dan hujan besar di bulan Juni-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar