Senin, 19 Mei 2014

Paradoks




ketika manusia sedang saling berpasangan, lalu ada keadaan seperti ini;

"aku tak pernah mengerti kamu; kamu tak memberikan celah untuk membuat aku mengerti denganmu" 
= mungkin dia salah. 

"aku selalu menyianyiakan waktu yang pernah kau usahakan padahal kamu sibuk, tapi aku tak mau menggunakannya karena sebelum aku bilang 'akan', kamu juga bilang; tapi ... aku ... aku ... banyak yang harus ku lakukan .. kamu tak mengerti aku .." 
= mungkin dia salah

"aku selalu plinplan dalam mengambil keputusan, ketika aku berusaha mengambil keputusan diantara kita, karena dengan asiknya, aku bisa memutuskan sendiri, karena kamu tak ingin ikut campur, semuanya bebas, terserah aku"
= mungkin dia salah, tapi dia juga sakit. laksana berkekasih dengan diri sendiri.


Selama ini keadaan mungkin selalu dia yang salah, hingga akhirnya wajar saja jika dia tak bisa merangsang rasa cinta pasangannya, tapi.. 
= mungkin yang paling sakit adalah dia


Karena taukah, jauh lebih sakit membiarkan orang yang kita sayang tetap bersama kita padahal dia sudah tak lagi bahagia; dan kita tak tau lagi cara membuatnya bahagia. 

dia bodoh, tapi setidaknya ada rasa bahagia dalam hatinya jika tahu orang yang disayanginya itu sedang bahagia. ya, walaupun cukup menguras hati.

Paradoks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar