Minggu, 05 Januari 2014

Jalan

Kita mungkin punya perjalanan masing-masing yang harus ditempuh. Semua orang, bukan cuma kita.
Bahkan hidupku dengan dia berbeda. nasib kita berbeda. aku, kamu, dia, mereka. Bahkan belokan yang kita pilih juga berbeda. Ada seringkali kita punya mimpi yang sama tapi jalan yang kita lewati berbeda, hingga tujuan kita juga jadi berbeda.

Ada saatnya kita jadi menyatu, ada saatnya kita tenggelam. berpisah.

Ada angan-angan yang tak sampai, ada mimpi yang terlepas, ada harapan yang pupus.
Ada kamu yang berjalan ke arah disana. yang kemudian semakin lama aku tidak bisa gapai. yang semakin lama aku jadi kabur tidak bisa lihat.

kemudian ada saatnya kamu ada dibelakang. mendorongku ketika aku lemah tak mampu maju. ada saatnya kamu didepan, memeluk ketika aku lemah tak mampu berdiri. dan suatu saat kamu disamping. memberikan pundakmu dan rangkulan manis, ketika aku tidak bisa menahan air mata.

dan ada saatnya kamu hanya ada dalam impian dan angan-angan. dalam benak yang tak mampu berpikir. dan dalam kenyataan yang aku tulis-aku mau mampu memilikinya-

Tapi bukan kita kalau tidak melewatinya.
Bukan aku namanya kalau pupus setelah maju,
Bukan kamu namanya kalau mengalah dengan argumentasi orang lain.

Kita punya jalan masing-masing.
Aku menjalani peranku sekarang di dunia yang keras yang pernah aku inginkan
yang kemudian membuat aku lupa banyak; aku, waktu, kesehatan

yang kemudian membuat aku ingat banyak; kamu, kamu, bandung,

Tapi bukan aku namanya kalau lalu aku menyerah; mimpiku masih sama; aku masih ingin ke barcelona: yang aku tau bisa aku gapai dari perjalananku sekarang. (untuk bertemu kamu disana)

Ini jalan yang sempat aku ingin pilih; lalu runyam dimakan deadline: aku sekarang wartawan. aku akan sampai di Barcelona dalam waktu dekat: bukan wartawannya yang akan aku lepas setelah itu: tapi waktunya.

Jika nanti pertemuan kita masih ada: jabatan tangan semoga meredamkan rasa rindu yang sama-sama kita punya. jika kamu masih punya.

amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar