Minggu, 03 Februari 2013

"WHO DO YOU THINK YOU ARE?"

"WHO DO YOU THINK YOU ARE?"

Sebuah tulisan yang terinspirasi terlebih karena a true story just coming out in mine. By the way bener ga gitu bahasa Inggrisnya? ~ppft

Well, yeah namanya juga perempuan. Entah mungkin karena itulah akhwat diprediksi bakal lebih memenuhi neraka dibandingin dengan ikhwan, (katanya sih gitu). Salah satu faktornya adalah sebuah judgement yang sangat gak berhati nurani-DAN-bahkan-kaum feminin ini sendiri juga kebanyakan mengamini pendapat kalo adalah sebuah kewajaran kalau pekerjaan hibah alias bergosip alias ngomongin keburukan orang jadi makanan sehari-harinya para hawa. Katanya sih khas sifat perempuan kalau suka bergosip. anyway, kalau suka gosip berarti bisa dibilang seorang perempuan jadi sama aja kaya perempuan lain gitu ya? no special things..

"aku gak suka banget sama dia, apalagi bajunya-gayanya-rambutnya-kerudungnya-kelakuannya-ga penting banget, cih!"  

Saya salah satu orang yang suka bicara begitu. Mulai dari ngomntarin hidup orang yang ga saya kenal dan gak penting buat hidup saya sampai orang yang cukup mengisi the whole life of mine

Dulu waktu SMA saya cuek tapi seiring berjalannya waktu saya mulai berusaha belajar peduli sama orang. Jadi bukan hanya sekedar yang penting ketawa-ketawa aja. Saya percaya, waktu yang mengantarkan saya sampai ke tahap-tahap pembelajaran yang memang for sure Tuhan memang sudah merencanakannya. 
Saya dulu gak suka ngomongin orang. bukan gak suka sih, tapi buang-buang waktu. Tapi yang begini loh sekarang; suka ngomongin orang.

Yang saya percaya, beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup saya adalah akibat dari apa yang telah kita lakukan. Istilahnya, kalau kita nanam biji mangga, yang akan tumbuh ya pohon mangga. Selain hasilnya akan sama, yang jelas, balasannya bakal berkali-kali lebih besar.
and that happens!

Saya sering banget bicarain orang sekarang. Tapi lama-lama saya merasa kalau seringkali apa yang kita bicarakan bisa saja kita juga kita melakukannya. ATAAAU ketika kita lagi ngomongin orang lain tentang ketidaksukaannya sama seseorang, diwaktu yang sama kita juga ternyata lagi diomongin sama orang yang sama yang baru aja bergosip dengan kita.
by the way, ini yang benar-benar terjadi dengan saya. Saya membicarakan sebuah ke-kurang-ramahan dua orang dengan sangat berani yang sebenarnya mereka gak ada sangkutnya dengan hidup saya, dan apa yang terjadi? ini sebenarnya masih sebuah rahasia dan hanya sekedar perasaan. Ada yang ngomongin saya loh, dan itu cukup jelas. Ya, jadi waktu saya ga ada mereka bicara sesuatu pasti, dan waktu saya muncul, mereka yang ke-gape langsun mati kutu dan semuanya salah tingkah. Yeap! kerasa banget. hahaha. 
Saya jadi sadar, ga seharusnya saya membicarakan orang lain. Mangkanya sekarang saya berusaha belajar menerima semua perlakuan orang lain. Dia pasti punya alasan yang mungkin ga akan saya mengerti kenapa, yang jelas, saya juga gak mau dibicarakan begitu sama orang lain. Jadi sekarang ini cuma bisa berusaha untuk menahan emosi aja.

Ada orang yang dulu dia adalah teman baik yang sekarang kita caci. Yang kita buka aibnya, dan bukan tidak mungkin kita akan menjadi orang yang sama yang dicaci maki besok, lusa, atau minggu depan karena apa yang kita bicarakan. 

Tidak ada orang yang sempurnakan? Jadi kamu juga tidak sempurna. Kalau tidak suka ya mbok biasa ajalah. Orang itu bisa saja lebih hebat dari kamu atau setidaknya lebih beruntung. Atau, jangan sampai waktu kamu ngomongin orang lain dibelakangnya, ternyata kamu melakukan hal yang sama lhoo..

"NGACA DULU LO SEBELUM NGOMONGIN ORANG!!!" ~ sebuah ajakan untuk diri sendiri dan orang lain. :)