Minggu, 07 Oktober 2012

Asas Mutualisme


WOW ITS 4th Years!

Sebuah anugerah namanya semua hal yang pernah saya jalani. Termasuk waktu-waktu ketika cupu di semester 1 dan 2, waktu-waktu sok sibuk di semester 3 dan 4, waktu-waktu malas di semester 5 dan 6, dan waktu-waktu galau di semester sekarang: TUJUH!

Nyari empat tahun di "Hutan Belantara" ini. Mengenyam banyak kopi pahit, termasuk teh manis, berikut juga air putih dengan adukan garam: larutan ajaib untuk sakit gigi. Tentu bukan sakit gigi betulan, bukan teh manis kenyataannya, dan kopi pahit juga hanya sebagai metafora.

Kamu tau? bertemu dengan board putih seperti yang sedang bertatapan dengan saya sekarang ini adalah hal yang menyenangkan. Saya tidak mengira pernah melupakan papan seluncur online yang biasanya saya jadikan "metaphors side". Saya juga tidak mengira kenapa bisa mengasingkan penalaran yang biasanya dengan mudah tumpah dalam waktu hampir di lima bulan terakhir.

Diantara sekian faktor pendukung, mungkin karena terlalu terlena dengan ym-wasap-line-dan-dia. Yah, tidak ada lagi yang perlu ditutupi, toh benteng itu sudah hancur dari empat bulan yang lalu. Dan saya-dia sudah sama-sama saling tau.

Tapi bukan dia yang membuat saya tidak menulis. Melainkan adalah hasrat menulis saya yang entah tersangkut dimana. Menyoal perjalanan saya untuk bertemu dengannya dalam suatu kejelasan, biarkanlah Tuhan saja yang atur, terjadi atau tidak: semoga kita sama-sama bahagia dalam rasa tenang: aku, kamu, dan hubungan kita berdua yang nanti entah akan jadi apa.
~

Bicara mengenai semester tujuh, itu berarti bicara menyoal akademik: seminar, jobtrain, skripsi. Juga terkait: papa yang menuntut untuk lulus kuliah lebih cepat dari orang lain, serta tanggung jawab di Organisasi yang masih belum selesai.

Sekarang: Seminar.
Tidak terasa ternyata saya sedang menyusun mini skripsi, yang ada orang mengejanya sebagai skripsweet atau skripshit, saya sendiri lebih memilih mengejanya sebagai skripwriter. Setidaknya anggap saja kalau saya adalah skripwriter yang menulis skripsi.

Pertemuan dengan seminar memang sudah direncanakan dari waktu lama. Tapi kenyataannya, kesiapan mental belum sepenuhnya terencana. Dirundung banyak masalah, terutama dari bulan Agustus-September-dan nyaris Oktober, membuat saya merasa berat dengan seminar.

Tapi saya cuma bisa yakin, bahwa semua ini, apa yang terjadi dengan saya, termasuk apa yang saya lakukan, mau nganterin saya ke satu tahap lebih kuat. :)

Masalah ga akan pernah habis, ga akan pernah beres datang. Masalah akan terus ada, sama kayak oksigen dan kita cuma bisa terima, memprosesnya supaya bisa keluar dan bermanfaat bagi yang lain: kayak karbon dioksida yang dibutuhin tanaman. :p