Kamis, 19 Juli 2012

waktu

waktu tidak butuh tidur
tidur juga menunggu
dan untuk menunggu kita tidak membutuhkan waktu
waktu itu sendiri yang akan membawa kita kesana
kepada hasil akhir perjuangan

masih

Laut pergi menuju barat
Karang pergi entah kemana
hancur lebur menyatu bersama ombak 
berlayar diatas pasir, debu, manik-manik..

kamu pergi menuju selatan
hati pergi menuju sabda tuan
daya pergi menuju kamu
kamu..

satu dua tiga
kita hancur, aku, kamu,,
karena kita adalah bukan kita

empat lima enam
kita kuat, aku, kamu,,
romantis seperti kicau burung
bagaikan air yang tumpah
yang pecah

manis
sakit
pelan

percepat saja gerak langkah
massa pergi mencari kamu
kamu yang sedang menyumput

aku bukan sesiapa tidak mudah bersedih
tidak mudah senang, hanya begini aku.

pura-pura kuat
pura-pura?????????
tidakah tuan pikir pelayan jalanan tidak pernah gurau?

jika hampa sebut,
jika sakit cerita
jika sedih nyatakan
kuat
kuat
kuat

"mencintai adalah pekerjaan abadi yang tidak akan pernah selesai"

selama kuat, aku masih bisa....
aku mau bertaruh, dengan diriku sendiri

Senin, 16 Juli 2012

Kerupuk dan Enam Belas Juli


Pertemuan tidak pernah mendewasakan kita biarpun sekarang kita bukan lagi diumur 17. Nyaris tiga tahun menyusuri jalan masing-masing dengan harapan yang berbeda-beda.
Tiga tahun lalu, waktu itu masih tahun 2009. Kita dengan sangat menjijikan saling menitikan air mata waktu harus mengantarkan Uwi dan Iman berangkat ke tempatnya mengais ilmu. Uwie Jogja, dan Iman di Banten.
Tapi itu adalah saat yang manis karena kita belum ada di jaman sekarang.

Ini sudah 16 Juli 2012.
Waktu yang sangat surprise sekali, bisa bertemu kalian seperti ini lagi.
Kemarin Ami ulang tahun, sebenarnya hanya saya, Uwie, Ninu, dan Acil yang berniat memberikan kejutan ke rumahnya. Tapi waktu memberi kabar soal ini sama Harry, suaranya menyebut nama Gugi yang sedang berada di Bandung.
Bukannya itu cool? kita berkumpul di malam yang dingin, tanpa rencana matang sama sekali, dan, malam dingin itu berubah jadi hangat total. :)

Saling ejek, tidak pernah habis. Seiring berjalannya waktu kita semua memang berubah menjadi sama-sama dewasa, tetapi pertemuan-pertemuan manis antara kita, selalu menjadikan kita semua benar-benar seperti anak kecil.

Ami, selamat ulang tahun.
Ini kejutan kecil yang sebenarnya tidak bisa disebut sebagai kejutan ya? Dengan nada bercanda kami bilang "Buang-buang duit beli kue mah". Sebagai gantinya, tumpukan kerupuk besar yang Gugi jahit setelah sampai rumah Ami dengan lilin putih besar, itu juga kita harus mengulang keluar rumah pura-pura memberi kejutan, padahal sebelumnya kita sudah foto-foto, bahkan, makan mie bikinan Bu Enjang :D

Pesta ini akan jadi salah satu pesta meriah diantara kita semua. Ami kita ikat di pohon, jam 8 malam lebih, terigu setengah kilo, air, pasir, tujuh butir telur, dan sebotol kecap.

Maaf ya, ini bukan kue mahal, bukan juga pesta yang mahal.
Tapi ini pertemuan yang mahal. Yang tidak bisa kita dapatkan di waktu-waktu biasa.
Aku selalu suka malam seperti ini, seperti berbulan-bulan yang lalu, nyaris tiga tahun yang lalu.

Sekali lagi, selamat ulang tahun ami, dan selalu sukses untuk kita semua, untuk Vika, Ami, Uwi, Acil, Ninu, Harry, Gugi, Iman, Teguh, Nadia, Ichi, Yuda, dan teman-teman SMA yang lain :)
Senang sekali bertemu dengan kalian. :*
Love, Vika.




 (kiri ke kanan: Ami, Teguh, Uwi, Gugi, Acil, Ninu, Harry, dan Vika)