Senin, 09 April 2012

Barcelonaaaa *Lari-lari*

Saya orang yang paling simpel sedunia. Yakinlah, seyakin-yakinnya. Tapi perlu diketahui juga, kalau tipe 'simpel' khas saya itu, adalah simpel yang cukup ribet. Lebih ribet daripada orang neko-neko. :B

Dulu saya pernah menulis soal cita-cita, yang disana sempat dituliskan bahwa saya memohon untuk tidak ditanya soal: "cita-cita kamu apa?". Katanya sih, karena alasannya yang sudah mulai mengabur. Baiklah, kita flashback ke masa sekitar tiga bulan lalu. Disana ada Emenk, Raptor, Masbas, Caming, dan Anuy. Kita sedang menikmati senja maghrib, berlaga seperti gank-gaul-abis yang menghabiskan waktu di Tangga Batu, Kampus.
Seingat saya, sore itu tiba-tiba Raptor bertanya "cita-cita kamu apa? (atau) kalian apa?" atau "kalau udah lulus dari sini mau jadi apa?"
Astaga. Saya sama sekali gak kebayang akan jadi apa waktu ditanya begitu. 

Saya ingin kerja di media. Begitu menggebu, sebenarnya ingin jadi presiden juga. Tapi kalau jadi presiden, berarti suaminya harus Raja Inggris. :p Jadi lebih baik jadi ini saja, jadi Annisa Vikasari biar suaminya boleh tentara, boleh arsitek, boleh pilot, boleh pemain sepak bola, boleh gitaris, boleh drummer, boleh dosen, asal jangan tukang jualan korong aja. :)) #Tuhan taulah siapa yang aku mau. :* #PRAY

Cita-cita saya simpel sekali, cuma ingin ke Barcelona.
Hanya saja, saya tau. Untuk ukuran orang seperti saya, sampai di Barcelona itu adalah hal yang perlu perjuangan besar. Dan saya percaya, ini semua adalah perjalananan dengan perjuangan besar tersebut.
Semuanya, adalah usaha untuk bisa memijakkan kaki disana.

Perasaan ingin berada disana, akhir-akhir ini sangat menggebu.
Mangkanya saya paling suka musik klasik, yang entah mengapa dengan mudahnya menggoyangkan bayangan wajah salah satu kota di Spanyol itu. Dengan mudahnya mewakili Barcelona. Tempat impian.

Jika suatu saat saya bisa disana, saya tidak tau akan jadi sebahagia apa.
Jadi, mudah-mudahan Tuhan dengan baik hati tidak mengirimkan orang-orang itu mengantarkan saya ke sana.
Alasannya hanya satu, jika berangkat dengan orang yang tidak kita kehendaki, saya hanya takut tidak bisa menikmati perjalanan itu.

Kalau harus diantar, saya suka kalau itu adalah 

"Aku sedang berlari ke Barcelona dengan sebuah ransel hitam berisi ke-pantang-menyerahan."

~Semoga.

Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar