Kamis, 15 Maret 2012

tanda petik -'

......"Jangan pernah biarkan foto, tulisan, atau bahkan sebuah pesanpun terkait pelaku tertinggal di memory-memory laptop atau telepon genggam, niscaya kamu hanya bisa bertambah harap pada dia sementara pelaku terus melarikan diri,"

"Bahkan, bukan kamu yang paling sering muncul sebagai harapan-harapan yang indah. Kamu sudah terlalu dalam merusaknya sampai jadi seluluh-lantak ini. Mungkin seakan tidak menyadari, atau pura-pura saja tidak sadar, supaya kamu bisa masuk dengan mudah, kapanpun."

"Aku menghargai hubungan dekat kita sebagai, seperti sekarang. Tidak adil memang kalau harus menuntut lebih, pada dasarnya kita memang begini, tidak pernah telintas untuk menjadi lebih. Aku atau kamu, selalu pergi dari khayalan orang lain tentang kita berdua. Atau mungkin sebenarnya hanya aku yang lebih sering tinggal, berharap kamu juga begitu."

"Kamu tidak pernah-sama-sekali-tidak-pernah ada ketika aku merasa butuh. Kamu tidak pernah sadar dan aku cuma bisa merasa kesal sendiri. Setelah minta maaf, semuanya jadi beres. Kadang, kamu malah lebih sering tidak minta maaf. Aku? lagi-lagi cuma bisa menahan amarah."

"Untung aku masih kuat. Masih bisa menjadi sedikit waras-dengan-gaya sedikit galak, sebenarnya aku cuma ingin kamu tau bahwa aku bukan barang yang bisa melunasi semua kebutuhanmu. Aku bukan mesin. Kamu minta bantu, aku selalu kalah."

"Memang jadi pamrih jatuhnya, kalau aku bilang: [Kamu tuh sembarangan. giliran kamu yang butuh aja, minta bantu aku, aku selalu mau bantu. tapi giliran aku yang butuh? kamu ada waktu aku butuh? jawabannya, gak pernah]. Mangkanya aku tahan."

"Aku memang punya harapan yang lebih untuk bersama denganmu. Kedengarannya gila memang. Apalagi aku paling tidak bisa membayangkan bagaimana-jika- seandainya kita berdua terjadi, sebesar apa Ibu akan menolaknya. Kamu itu orang yang paling jauh daripada apa yang selama ini aku harapkan. dan aku baru tau, kalau cinta itu memang paling bisa membuat orang terlihat tidak punya mata."

"Sudah cukup. Bisa tidak kalau seandainya kamu melupakan bercerita tentang bagaimana perasaanmu yang dulu? Aku selalu salah tingkah mendengarnya. Tertawa jadi merasa munafik, sedang kalau diam, jadi merasa skak mat."

"Hubungan kita selalu baik. Walaupun sebenarnya kasar. Aku dan kamu seberapa waktu pernah saling jauh. Tapi sekarang sudah dekat lagi. Kedekatan yang paling aku suka, yang selalu paling bisa membuat aku betah melamun."

"Aku ingin lupa kamu sekarang. Cuma itu, supaya jangan sampai aku jatuh cinta terlalu dalam lagi. Sakit, rasa sedihnya aku pernah tau seperti apa. Jangan sampai aku jadi freak lagi seperti dulu, yang hanya jatuh cinta dengan lelaki yang seperti mu. Yang lebih sering menghilang dan acuh."

"Mataku selalu mencari, dan baumu selalu membuat aku meleleh ketakutan."
Aku paling suka kalau tanganmu sudah menepi di atas rambutku sebagai sapaan manis, bicara: [Aku ada disini]. dan aku? pura-pura biasa saja." 

#just for fun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar