Selasa, 06 Maret 2012

menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit

...."menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu rencanaku untuk membuatmu galau dengan merasa rindu padaku karena kita cuma bertemu sebentar.
Itu juga aku menahan diri supaya tidak melihat ke arahmu, atau kalaupun iya, aku meninggalkan pandangan cule ke dalam matamu supaya kamu berpikir.
tapi itu cuma rencana.
Niatnya, aku cuma ingin berada disana sebentar, lalu meninggalkanmu.
Nyatanya, aku malah menunggumu melakukan kegiatan lain, supaya bisa melihatmu.
Gilanya lagi, malah kamu yang pergi duluan, meninggalkan salam yaaang yaaah seperti itu.
Goblok, malah aku lagi yang sekarang menjadi bertambah galau.

 Itu keadaan pertama.

Kamu tau tidak? aku sering mati gaya kalau sudah bersama atau kamu ada duduk disebelahku. Haahaaa,
Ini seperti anak kecil, tapi ya aku memang jadi begitu.
Sekarang-sekarang aku lebih berharap bisa bersikap judes kalau berhadapan denganmu, tapi selalu saja gagal.
Ituloh, mukamu yang paling tidak bisa membuat aku marah.
Seperti sudah aku bilang, "menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu keadaan kedua.

Aku paling kesal kalau harus bertemu denganmu. Tapi itu kamu yang paling aku cari.
Mau tau sebabnya apa? Kamu benar-benar mengesalkan karena tanpa melihatmu, keadaan menjadi cukup hambar. : ada yg kurang. Begitulah rasanya.
Tapi itu tadi aku sudah bilang, "menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu keadaan ketiga.

Dan sangat mengesalkan kalau kamu tiba-tiba duduk. Kita berdua berbicara, saling ejek. Semuanya aku suka. Tapi jadi diam waktu orang-orang itu datang. Aku sempat melihat ke wajahmu, kamu diam. Tidak tau apa artinya, karena aku paling tidak bisa menafsirkan mimik muka itu, muka yang kamu miliki.
Kita berdua masih duduk bersama, aku diam, kamu diam. Aku ingin bilang ini, "Sabar"

Itu keadaan keempat.

Tenggalam dalam tawaan orang-orang. Aku cuma bisa mencuri pandang, kamu lagi.. kamu lagi.
Sedikit-sedikit pura-pura tidak mau tertawa, padahal kamu memang benar-benar paling bisa membuat tertawa.
Yang ada dipikiranku cuma ini, ingin membuat kamu merasa gendok, dan berpikir : aku memperhatikanmu, memperhatikan semua apa yang kamu ucapkan.
Pokoknya aku ingin kamu berpikir kalau aku galak, supaya kamu tanya apa alasannya. Supaya kamu bisa berpikir, itu karena kamu. Aku itu suka kamu.

Itu keadaan kelima.

Ada harapan sedikit. Sekarang kamu mulai terbuka lagi seperti dulu.
Sebenarnya aku yang berharap supaya kamu sadar kalau sudah seharusnya kamu itu memperjuangkan aku biarpun nyatanya lingkungan sangat tidak mendukung.
Aku ingin kamu ramah lagi. Kita seperti dulu, saling jail. Ingat?
Kamu mau tidak ya?

Itu keadaan keenam.


Dan ini keadaan yang paling aku harapkan :
Kamu menyapa aku lagi, tidak pake malu seperti dulu. Tiba-tiba menghampiri aku ketika pertama kali kita bertemu, dan kita saling tatap. Tanganmu usap-usap rambutku, kita makan bersama sepiring lagi.
Akuuu mauuuuu :*


ah, andai saja.
Sayangnya sekarang aku cuma bisa sedih melihatmu.
Sedih sekali. Mungkin tidak ya kalau ternyata kita ini tragis? tidak bisa bersama karena orang lain. :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar