Rabu, 21 Maret 2012

Blink 182 - I'm Lost Without You

I swear that I can go on forever again
Please let me know that my one bad day will end
I will go down as your lover, your friend
Give me your lips and with one kiss we begin 
Are you afraid of being alone
Cause I am, I’m lost without you
Are you afraid of leaving tonight
Cause I am, I’m lost without you

I’ll leave my room open till sunrise for you
I’ll keep my eyes patiently focused on you
Where are you now I can hear footsteps I’m dreaming
And if you will, keep me from waking to believe this

Are you afraid of being alone
Cause I am, I’m lost without you
Are you afraid of leaving tonight
Cause I am, I’m lost without you

Are you afraid of being alone
Cause I am, I’m lost without you
Are you afraid of leaving tonight
Cause I am, I’m lost without you
Are you afraid of being alone
Cause I am, I’m lost without you
Are you afraid of leaving tonight
Cause I am, I’m lost without you


I’m lost without you
I’m lost without you

Selasa, 20 Maret 2012

❤ KMJ

Bukan masalah besar bagi saya untuk mengikuti rapat terlalu sering bersama mereka, karena toh setiap hari saya berkumpul dengan mereka. Menghabiskan waktu hingga pukul delapan di Bem, dan sesampainya dirumah, saya cuma dimarahin papa.
Saya ga tau kenapa selalu merasa betah kalau sudah bersama mereka. Selalu tidak mau buru-buru pulang. Alasannya pasti karena ini: mereka terlalu mengasyikkan untuk tidak bercanda.
Ini, aku punya keluarga baru, mudah-mudahan mereka juga menganggap yang sama :)


ah udah paling BT kalo ketinggalan moment bareng mereka.
Mereka udah paling bisa bikin vika flashback ke jaman SMA. Disana juga vika punya keluarga yang bisa vk pukulin kapan aja selagi ketawa, karena sayang. :')

Kamis, 15 Maret 2012

tanda petik -'

......"Jangan pernah biarkan foto, tulisan, atau bahkan sebuah pesanpun terkait pelaku tertinggal di memory-memory laptop atau telepon genggam, niscaya kamu hanya bisa bertambah harap pada dia sementara pelaku terus melarikan diri,"

"Bahkan, bukan kamu yang paling sering muncul sebagai harapan-harapan yang indah. Kamu sudah terlalu dalam merusaknya sampai jadi seluluh-lantak ini. Mungkin seakan tidak menyadari, atau pura-pura saja tidak sadar, supaya kamu bisa masuk dengan mudah, kapanpun."

"Aku menghargai hubungan dekat kita sebagai, seperti sekarang. Tidak adil memang kalau harus menuntut lebih, pada dasarnya kita memang begini, tidak pernah telintas untuk menjadi lebih. Aku atau kamu, selalu pergi dari khayalan orang lain tentang kita berdua. Atau mungkin sebenarnya hanya aku yang lebih sering tinggal, berharap kamu juga begitu."

"Kamu tidak pernah-sama-sekali-tidak-pernah ada ketika aku merasa butuh. Kamu tidak pernah sadar dan aku cuma bisa merasa kesal sendiri. Setelah minta maaf, semuanya jadi beres. Kadang, kamu malah lebih sering tidak minta maaf. Aku? lagi-lagi cuma bisa menahan amarah."

"Untung aku masih kuat. Masih bisa menjadi sedikit waras-dengan-gaya sedikit galak, sebenarnya aku cuma ingin kamu tau bahwa aku bukan barang yang bisa melunasi semua kebutuhanmu. Aku bukan mesin. Kamu minta bantu, aku selalu kalah."

"Memang jadi pamrih jatuhnya, kalau aku bilang: [Kamu tuh sembarangan. giliran kamu yang butuh aja, minta bantu aku, aku selalu mau bantu. tapi giliran aku yang butuh? kamu ada waktu aku butuh? jawabannya, gak pernah]. Mangkanya aku tahan."

"Aku memang punya harapan yang lebih untuk bersama denganmu. Kedengarannya gila memang. Apalagi aku paling tidak bisa membayangkan bagaimana-jika- seandainya kita berdua terjadi, sebesar apa Ibu akan menolaknya. Kamu itu orang yang paling jauh daripada apa yang selama ini aku harapkan. dan aku baru tau, kalau cinta itu memang paling bisa membuat orang terlihat tidak punya mata."

"Sudah cukup. Bisa tidak kalau seandainya kamu melupakan bercerita tentang bagaimana perasaanmu yang dulu? Aku selalu salah tingkah mendengarnya. Tertawa jadi merasa munafik, sedang kalau diam, jadi merasa skak mat."

"Hubungan kita selalu baik. Walaupun sebenarnya kasar. Aku dan kamu seberapa waktu pernah saling jauh. Tapi sekarang sudah dekat lagi. Kedekatan yang paling aku suka, yang selalu paling bisa membuat aku betah melamun."

"Aku ingin lupa kamu sekarang. Cuma itu, supaya jangan sampai aku jatuh cinta terlalu dalam lagi. Sakit, rasa sedihnya aku pernah tau seperti apa. Jangan sampai aku jadi freak lagi seperti dulu, yang hanya jatuh cinta dengan lelaki yang seperti mu. Yang lebih sering menghilang dan acuh."

"Mataku selalu mencari, dan baumu selalu membuat aku meleleh ketakutan."
Aku paling suka kalau tanganmu sudah menepi di atas rambutku sebagai sapaan manis, bicara: [Aku ada disini]. dan aku? pura-pura biasa saja." 

#just for fun

Selasa, 06 Maret 2012

menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit

...."menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu rencanaku untuk membuatmu galau dengan merasa rindu padaku karena kita cuma bertemu sebentar.
Itu juga aku menahan diri supaya tidak melihat ke arahmu, atau kalaupun iya, aku meninggalkan pandangan cule ke dalam matamu supaya kamu berpikir.
tapi itu cuma rencana.
Niatnya, aku cuma ingin berada disana sebentar, lalu meninggalkanmu.
Nyatanya, aku malah menunggumu melakukan kegiatan lain, supaya bisa melihatmu.
Gilanya lagi, malah kamu yang pergi duluan, meninggalkan salam yaaang yaaah seperti itu.
Goblok, malah aku lagi yang sekarang menjadi bertambah galau.

 Itu keadaan pertama.

Kamu tau tidak? aku sering mati gaya kalau sudah bersama atau kamu ada duduk disebelahku. Haahaaa,
Ini seperti anak kecil, tapi ya aku memang jadi begitu.
Sekarang-sekarang aku lebih berharap bisa bersikap judes kalau berhadapan denganmu, tapi selalu saja gagal.
Ituloh, mukamu yang paling tidak bisa membuat aku marah.
Seperti sudah aku bilang, "menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu keadaan kedua.

Aku paling kesal kalau harus bertemu denganmu. Tapi itu kamu yang paling aku cari.
Mau tau sebabnya apa? Kamu benar-benar mengesalkan karena tanpa melihatmu, keadaan menjadi cukup hambar. : ada yg kurang. Begitulah rasanya.
Tapi itu tadi aku sudah bilang, "menarik bertemu denganmu, biarpun itu sakit"

Itu keadaan ketiga.

Dan sangat mengesalkan kalau kamu tiba-tiba duduk. Kita berdua berbicara, saling ejek. Semuanya aku suka. Tapi jadi diam waktu orang-orang itu datang. Aku sempat melihat ke wajahmu, kamu diam. Tidak tau apa artinya, karena aku paling tidak bisa menafsirkan mimik muka itu, muka yang kamu miliki.
Kita berdua masih duduk bersama, aku diam, kamu diam. Aku ingin bilang ini, "Sabar"

Itu keadaan keempat.

Tenggalam dalam tawaan orang-orang. Aku cuma bisa mencuri pandang, kamu lagi.. kamu lagi.
Sedikit-sedikit pura-pura tidak mau tertawa, padahal kamu memang benar-benar paling bisa membuat tertawa.
Yang ada dipikiranku cuma ini, ingin membuat kamu merasa gendok, dan berpikir : aku memperhatikanmu, memperhatikan semua apa yang kamu ucapkan.
Pokoknya aku ingin kamu berpikir kalau aku galak, supaya kamu tanya apa alasannya. Supaya kamu bisa berpikir, itu karena kamu. Aku itu suka kamu.

Itu keadaan kelima.

Ada harapan sedikit. Sekarang kamu mulai terbuka lagi seperti dulu.
Sebenarnya aku yang berharap supaya kamu sadar kalau sudah seharusnya kamu itu memperjuangkan aku biarpun nyatanya lingkungan sangat tidak mendukung.
Aku ingin kamu ramah lagi. Kita seperti dulu, saling jail. Ingat?
Kamu mau tidak ya?

Itu keadaan keenam.


Dan ini keadaan yang paling aku harapkan :
Kamu menyapa aku lagi, tidak pake malu seperti dulu. Tiba-tiba menghampiri aku ketika pertama kali kita bertemu, dan kita saling tatap. Tanganmu usap-usap rambutku, kita makan bersama sepiring lagi.
Akuuu mauuuuu :*


ah, andai saja.
Sayangnya sekarang aku cuma bisa sedih melihatmu.
Sedih sekali. Mungkin tidak ya kalau ternyata kita ini tragis? tidak bisa bersama karena orang lain. :(

Jumat, 02 Maret 2012

Kutipan orang-orang

Fian : "kalau galau karena orang, pastikan orang yang udah bikin kita galau juga jadi galau gara-gara kegalauan kita ke dia. Biar adil." jadi hayang seuri. hahaaa.

Vika : "kalau aku teh? labil banget ya?" | teh Zaa : "kamu tuh kalo suka sama cowok ga mau ngomong, terus paling gak mau ngasih harepan sama cowok" | Vika : "ih teh Zaa bisaan.." #hening

Kak Bayu dan Bongkeng : "Mangkanya, jadi nanti cari pendamping itu yang jujur dan pekerja keras," oh.. iya iya.. *ngangguk*