Sabtu, 10 Desember 2011

tentang November

Seraya google-ing, saya putar kembali ingatan yang sempat direkam dalam jangka waktu satu bulan kemarin.
November, bulan yang mendung. Mendung yang malu-malu mau, kalau orang jatuh cinta itu disebut romantis.
sementara kalau orang yang patah hati, maka ini disebut November yang galau.

Tulisan ini sudah basi 10 hari daripada harusnya.
Sementara saya masih berusaha menyelesaikannya karena draft tulisan ini sudah tersimpan dari beberapa hari yang lalu.
Tiba-tiba dalam beberapa hari ini tidak ada kata-kata yang melewati selubungan rongga otak yang lemah, bahkan untuk memikirkan namanya saja, aku tidak punya ide.
Ini adalah otak yang paling suntuk yang berproduksi ketika dipaksa meludah.
Bukan salah bulan ini karena November adalah bulan yang manis, yang mendung romantis, yang salah adalah saya terlalu jauh melesat, kehilangan arah.

Bosan, muak, dan hasilnya adalah ini, saya mudah marah, mudah melamun, mudah berpikir antagonis.

Beberapa kutipan yang saya hasilkan selama November :

"Percaya saja, bahwa kita harus percaya kalau di dunia ini terdapat banyak orang jahat yang berbanding lurus dengan orang baik"

"Semua manusia itu berlaku tidak adil. Mereka cenderung selalu membaik-baikan diri ketika membutuhkan sesuatu."

Tapi ada sebuah karya yang saya tidak tau kenapa seabstrak ini,

"Lembah tidar. Senja. Tidur bersama rumput, diterpa semilir angin, hembusan udara yang manis. Bukannya tidak pernah mendengar, tapi aku pernah berpikir bahwa manusia tidak boleh disakiti. Sementara di dalam jiwa yang beku, hidup itu berlaga protogonis, padahal tidak sekalipun"

Saya merasa semakin antagonis belakangan ini.

"'Bukannya Tuhan sudah menyimpankan jodoh untuk semua halnya masing-masing? Lalu kenapa kita ketakutan? Sementara di luar sana, mungkin juga jauh, sudah ada seseorang yang sebenarnya bersama kita saling menunggu dan mengisi waktu sebelum pertemuan itu terjadi. Kita berdua hanya perlu sabar, agar hasilnya baik."

"Bersama Tuhan menyerbu dari Udara" -A,
"Prajurit = Berangkat tugas dianggap mati, hilang tidak dicari.." ~Kalau sampai hilang pengumuman tentangmu, itu yang aku tidak tau bagaimana cara mencarinya. Bukan kau, karena kamu masih saja ada disini.. didalam lubuk hati yang entah sudah sehancur apa. Aku juga tidak mengerti :("

Tidak ada komentar:

Posting Komentar