Selasa, 08 November 2011

12 November 2011

Setiap bulan ada saja kesibukan baru datang, lalu kamu kapan datang?

Aku pernah membaca sebuah projek musikalisasi sastra fiksi mengenai Rindu. Disana tertulis bahwa ada dua macam rindu. Yang merindu karena pernah merasakannya dan menginginkannya kembali, sedang kemudian ada rindu yang hadir karena kita tidak pernah merasakannya dan benar-benar ingin merasakannya, dan rindu itu adalah rindu dengan penungguan yang setia.
Kita berdua ada dirindu yang itu, yang kedua.
Atau aku yang merindukanmu seperti itu.
Menginginkan dirimu datang secepatnya tanpa punya rasa malu, bergeming perasaan ini adalah perasaan yang suci. Bukan sebuah harapan-harapan dari setan. Biarpun aku tidak pernah benar-benar tau.

Aku merindukanmu, yang tidak pernah benar-benar muncul disini, didepan mataku selama enam tahun.
Yang tidak pernah muncul disini, di kotak masuk telepon selular hitam ini. Yang tidak pernah muncul disini, disetiap pertemuan-pertemuan yang aku kejar karena ingin melihatmu.

Kita tidak pernah bersama, tapi banyak hal yang mengingatkanku dengan semua kondisi-kondisi itu.
Gatot Subroto, Burangrang 8, Elang-Cicadas, Gedebage, bau shower to shower biru, tas bundar hijau, turangga, buku kenangan, seragam, sampai Seskoad. Konser musik itu juga, ketika aku melihatmu bersama mic dan gitar, dan yang terpenting adalah facebook yg tidak tau mengapa Tuhan membuatku menemukannya ._.

Dalam waktu dekat kau akan hadir di bendungan ini, di Bandung. Walaupun jarak tempatmu hadir akan jauh dari sini, atau dari mall, atau kemungkinan untuk sampai mall itu adalah sulit, tapi ada harum harapan yang hadir. Sekarang sudah musim hujan lho, dulu kamu berjanji dipertengahan hujan untuk mengajakku bertemu, *tiba-tiba teringat kesana* dan aku masih mengharapkan yang sama.

Salah satu peramal yang merupakan temanku itu pernah bilang, "Vik, kamu jangan nyari yang ga jelas, sekeliling kamu juga banyak, walaupun, iya sih kalo ga suka ga usah dikasih harepan," nah.
Berapa kali aku harus meyakinkan diri bahwa kamu adalah sesuatu yang tidak jelas, sehingga nanti bisa aku melupakan caraku penasaran denganmu dengan menyudahi harapan untuk memiliki hidup bersama dengan anak-anak kita berdua.

Harapanku untuk bisa bertemu denganmu dan berjalan seperti itu, lebih besar daripada harapan untuk melupakan harapanku itu.

~mimpi sinyal :|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar