Selasa, 04 Oktober 2011

tulisan manja dengan "aku"

Jika aku ditanya begini,

"kamu mau jadi apa?" atau "apa cita-cita kamu?"

maka dalam hati aku menjawab begini,

"aku ingin menjadi istrinya, istri seorang prajurit TNI. Aku ingin menjadi ibu dari mereka, tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Aku ingin menjadi seorang penulis, yang menulis puluhan buku, salah satunya adalah mengenai keluargaku sendiri, terutama tentang, seberapa kami hidup bahagia"

atau, aku mungkin akan menjawab begini, 

"Aku ingin menjadi istrinya, istri seorang lelaki bertanggung jawab yang tangguh dan tidak mudah menyerah, yang selalu berusaha mengejar mimpinya sekuat tenaga. Aku ingin menjadi ibu dari mereka, anak-anak hebat yang lucu dan disukai banyak orang. Aku ingin menjadi seorang pengusaha, pengusaha yang bergerak dibidang desain, interior, atau arsitektur, biarpun aku tidak mahir"

atau, aku juga mungkin saja menjawab begini,

"Aku hanya ingin menjadi aku, apalah aku nanti biarlah aku sendiri yang meneguhkannya didalam hatiku. Orang lain tidak perlu tau, aku hanya berharap mereka mendoakanku supaya aku sampai. Karena apakah kamu tau? aku seringkali merasa ragu ketika ada pertanyaan seperti ini, ragu mengenai aku ini ingin jadi apa"

Begitulah.
Aku kira dulu sempat sangat menggebu ingin menjadi seorang Jurnalis.
Sekarang juga aku masih sangat. ---tidak perlu aku sebutkan apakah aku masih menggebu atau tidak.
sekali lagi, biarkanlah aku meneguhkannya sendiri supaya aku teguh, itu saja.
Yang pasti, dunia yang sekarang sedang aku jalani adalah dunia yang pernah aku impikan dan aku sangat bersyukur bisa ada disini.
Tidak perlu takut gajiku akan sedikit, atau aku harus ketakutan karena seringkali ada ancaman untuk para pembawa berita, biarpun mereka sepertinya memandang dunia aku ini sebelah mata. Yang aku sadar adalah bahwa, aku bahagia menjadi seperti sekarang biarpun seringkali terasa ragu, dan keraguan itu tertepis karena cara kalian yang terlihat seperti "menyemangatiku" padahal kalian "mencibirku". Aku hanya perlu begini didalam hati, bahwa aku sedang teguh terhadap apa yang ingin aku jalani. Jika tidak menjadi wartawan, maka aku sangat bersyukur karena pernah menjadi Jurnalis. Dan aku ingin menulis banyak buku, karena aku adalah seorang Jurnalis. Jurnalis, sebuah profesi yang tidak menjadi cita-cita idaman para manusia yang penakut. -biarpun aku sebenarnya adalah seorang penakut dan manja.

No rasis.

Aku ucapkan sekali lagi,
mimpiku ingin jadi apa, biar aku simpan sendiri. Aku tau Ibu dan Ayah mengerti. Aku sayang mereka dan banyak hal yang ingin dan harus aku lakukan terhadap mereka, dan aku akan melakukan itu.
Bukan ambisius, tapi sejalan dengan takdir Tuhan, seraya sang Khalik menghubungkan perjalananku untuk bertemu dengan jodoh, aku yakin, pundi-pundi kasih sayang untuk Ibu dan Ayah dari Tuhan juga ada di pundakku.

Aku bilang pada Ibu, doakan aku supaya jodohku baik.
Sebaik yang aku pikirkan, aku impikan.
Tapi jika begitu tidak, aku percaya rencana Tuhan selalu lebih baik daripada rencanaku.

Aku hanya berusaha, berusaha untuk memperjuangkan mimpiku.
Menjadi seorang Istri, seorang Ibu, dan menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua. orang tuaku dan orang tua suamiku kelak.

Jika ada yang bilang ini sudah jaman "emansipasi wanita",
maka aku akan bilang, 
"beruntung aku dilahirkan sebagai wanita, aku punya kesempatan untuk hanya tinggal dirumah, mengurus suami dan anak-anakku, sementara lelaki tercintaku itu pergi disiang hari untuk menghidupi kami semua, karena aku yakin, dia mampu"

Aku ingin menjadi seorang Annisa Vikasari.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar