Senin, 22 Agustus 2011

Fiksi 2

"ah, A.
-----
mimpi bisa memiliki kehidupan bersamamu mungkin adalah mimpi paling sulit yang bisa dicapai.
Sementara itulah mimpi paling besar yang aku harap bisa dikabulkan Tuhan. dan itu sudah berjalan sejak tahun 2005.
Jika kamu ingin tahun seberapa besar aku berharap, dulu sewaktu seorang Ustad memberitahu tentang kehebatan surat Al-Fatihah jika dihubungkan dengan masalah jodoh, aku selalu membacanya ketika mengingatmu walaupun itu sering. Aku melakukkannya berkali-kali dan aku berhenti ketika bertemu orang lain yang Tuhan ciptakan untuk membantuku melupakanmu. 
Tapi ternyata Tuhan bohong, karena Dia hanya membuatku melupakanmu sejenak, untuk kemudian sekarang berharap lagi kepadamu yang sedang berada entah dimana.
Untuk sementara aku hanya bisa menengokmu melalui beranda Facebook yang tidak pernah aku lupa buka ketika ada laptop atau komputer menyala. biarpun tidak tau bagaimana caranya menyapamu karena kau tak pernah hadir di board itu.
Aku sudah lama menantikan pertemuan kita berdua yang tidak tau apakah akan menjadi nyata atau tidak. Sementara aku sekarang menunggumu diselasar kampus yang sepi. dan kamu tidak akan pernah tiba-tiba muncul disini.
Aku hanya berharap membangun rumah tangga denganmu, bukan dengan pria lain yang aku tidak cinta. atau juga bukan dengan pria lain yang sekarang aku kagumi, karena aku tidka pernah seperti ini kepada yang lain kecuali kepada Guntur, jika aku boleh berbesar hati, kalian berdua adalah manusia yang sebenarnya beruntung. Aku ingin bertemu denganmu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar