Minggu, 31 Juli 2011

isi ruangan yang sudah lama tidak saya jenguk

Apa yang ada dibenak saya dahulu itu, beberapa bulan terakhir sedang dalam keadaan nyaris.
pernah ada pertanyaan mengenai apa saya akan bertahan atau tidak. Sekarang saya jawab, bahkan saya lebih ragu dibandingkan dengan dulu.
Bukan, ini bukan kemauan saya, juga mereka tidak pernah menjadi tujuan saya. Sekali lagi, saya hanya kesasar bisa ada disana. Hanya saja, saya terlalu menikmati waktu-waktu kesasar itu.
Saya memang tidak pernah bisa berguna untuk mereka, bahkan hingga kemarinpun, benar-benar tidak berguna. Tidak pernah bisa mengemban tugas dengan baik. Saya cuma bisa melakukan ini, menyebarluaskan berita. itu saja. Setidaknya ada satu hal yang bisa saya lakukan untuk mereka.
Kamu tau berkorban itu apa? dan apa perbedaannya dengan berjuang?
ini menurut saya :
berkorban itu identik dengan ada beban yang diterima, beban yang diterima adalah alasan dari mengapa seseorang dikatakan berkorban. Sedangkan berjuang itu tidak ada beban yang diterima karena semua itu adalah sebuah kerja keras yang dilakukan dengan tulus untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu. Dari berjuang, semua hal yang dilakukan menjadi tidak masalah.
Saya sebenarnya tidak suka bilang saya berkorban, atau saya tidak suka dengan pengorbanan, karena begitu tadi, kecuali keceplosan bilang "ini pengorbanan bla bla bla, atau, aku tuh udah berkorban bla bla bla" well, sesudahnya saya menyesal biasanya berkata begitu.
Tapi, omong-omong soal berjuang, saya dengan sangat berat hati menganggap ini sebagai detik-detik perjuangan terakhir, mudah-mudahan tidak.

Sudahlah, saya ingin cerita ini sebenarnya. Mengenai Sabtu kemarin.
Saya sudah lama tidak bergurau dengan mereka, teman-teman KSR. perjalanan ditempuh bersama teman sejawat, Jipi.

Disana, sayangnya tidak semua anggota biasa hadir. Mahkluk-makluk medis aneh seperti mereka yang sulit ditemukan dimanapun itu akhirnya berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak. Mulai dari gerak-gerik Obad yang malu-malu buat buka acara, Indra yg ga habis-habis ide jailnya, kg Adit yang lagi-lagi bicara soal pesta (rrggh), Jipi yang godain Bad terus, kg Aril yg tidur2n di pohon sendiri, kg Kiki yang seperti biasa bawel, kg Lutfi yang masih tetap terlihat bijaksana, dan kg Pras dan kg Novan yang masih juara diamnya! :D
Mulai dari bau ee kucing, mainin kucing, berselisih warna bulu kucing, sampai makanan kita juga dicuri kucing! semuanya bisa bikin saya ketawa. Saya jadi merasa memiliki banyak kakak. :D
Awalnya saya sendirian, tapi untunglah sekitaran sejam kemudian datang Tri dan Via yang kemudian disusul  Teh Bila dan Intan.
Bisa dibilang, saya datang ke kandang harimau. Karena disana saya habis dikata-katain, belum mandi lah, oonlah, bla bla bla. Klarifikasi : SAYA MANDI!!! :D
Bukan cuma itu saja, tapi kelakuan anggota muda yang tidak ada saya kenal itu loooh yang bikin saya banyak ketawa. Saya berdoa mudah2n pelantikan nanti mereka masih tetap kumplit. Amin.

Saya sejujurnya sudah lama tidak merasakan tawaan itu lagi dengan mereka. Bukan mereka yang berubah karena tidak ada perubahan dari mereka, melainkan saya jelas sekali tau bahwa rindu yang saya punya untuk mereka itu karena ulah saya sendiri. Teman saya yang bisa menerawang benar, bahwasannya saya yang justru suka untuk mengasingkan diri, bukan teman-teman yang menjauh dari saya, bukan saya yang kehilangan mereka, tapi saya yang menghilangkan diri. 
Tapi moment kemarin yang sudah jarang saya temukan itu berhasil membuat saya terpacu ingin menulis kembali mengenai kegembiraan. Senang sekali rasanya tau bahwa saya masih bisa tertawa bersama mereka. Tertawa terbahak-bahak seperti kemarin. Saya benar-benar ingat dengan jelas bagaimana banyak saya tertawa. Tau tidak, saya rindu kalian.

Tapi ditengah tawaan-tawaan itu, muncul sebersit pikiran mengenai hal ini. Saya mungkin tidak akan bisa berlama-lama lagi. :|





Kamis, 28 Juli 2011

Reza – Biar Menjadi Kenangan

Intro: C Fm C Fm

C Fm C Fm
C                       F
Tetes air mataku tak tertahan lagi
Em          F          C
Menanti kepastian tentang kita
G               F
Kau masih juga bersamanya
Em       G   C
Masih mencintainya…
C                   F
Maafkanlah sayangku atas keadaan
Em         F         C
Kamu tak pernah jadi kekasihku
G               F
Wajahnya selalu terbayang
Em    G        C
Saat kau disisiku…
F           Ab
Aku dan kamu takkan tahu
Am   Dm   G      C     F
Mengapa kita tak berpisah
E                         G
Walau kita takkan pernah satu
Reff:
C        Em      Fm          Bb
Biarlah aku menyimpan bayangmu
C           Em    Fm         Bb
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Eb        Gm      Ab
Yang terlukis didalam hatiku
Adim       Bb    Bdim    Cm   Bb  Adim
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Ab    G
Disini….
Int: C Fm
C                 F
Ku beri segalanya semampunya aku
Em               F         C
Meski cinta harus terbagi dua
G                         F
Mungkin kamu tak pernah tahu
Em   G    C
Betapa sakitnya aku…
Kembali ke:(*),Reff
Int: C F Em Dm G C
G                       F
Oh,pasti kamu tak pernah tahu
Em     G   C
Betapa sakitnya aku
Kembali ke:(*),Reff(2x)


Sumber : Link

Jika menulis bisa membuat anda senang, saya juga senang. :D

Aku itu tidak bisa menulis. Sama sekali tidak. Tapi aku menjudge bahwa tulisan-tulisanku bagus, padahal, TIDAK.

nah, biarkan saja sekarang mau apa. Orang-orang bicara apa, terserah ini media saya, terserah! biarpun tidak begitu juga karena saya senang kalau ketika melihat ke statistik, melihat daftar pengunjung, ternyata.. pengunjung bertambah setiap hari. :D

kalau begitu, saya harus terus belajar menulis. terusss .. bagaimanapun caranya, agar para penikmat tulisan-tulisan saya tidak merasa kecewa setelah membacanya. :)

:D Terimakasih sudah mau mampir, semoga isinya bisa dinikmati. :')

Lelaki

Ada yang paling tidak bisa dimengerti, yaitu adalah mengenai makhluk bernama "Laki-laki".
Jika benar saya dan teman-teman kemarin mencoba mencari tahu mengenai bagaimana sebenarnya si sosok adam ini, itu sekedar menerka.
Kadang laki-laki selalu merasa sebagai pihak yang tidak bisa mengerti wanita. Tapi tanpa mereka sadar, mereka juga sebenarnya sulit di mengerti. Egois bukan? ya, laki-laki itu egois. -1. hal pertama yang bisa saya tarik dari Adam.

Membaca berbagai macam tulisan mengenai makhluk yang kehilangan salah satu tulang rusuknya ini, membuat saya pusing, semacam sedang meramu sebuah rumus fisika, karena tidak pernah bisa selesai, atau saya yang tidak bisa menyelesaikannya sendirian. ~~
Kamu tau rumus fisika? saya seorang siswi di bangku kelas Ipa dulu, tapi tidak ada satupun rumus yang berhasil saya selesaikan sendirian. Sekalinya ada, saya menjadi benar-benar gila senangnya. Itu mungkin rasanya nanti. Saya ini aneh, ini mungkin yang tidak akan pernah bisa dimengerti orang lain soal saya, bukan karena saya egois, tapi terlebih karena terkadang saya suka untuk tidak dimengerti orang lain, biarpun saya nanti akan merengek dan menggerutu ketika orang-orang tidak pengertian terhadap saya. Saya memiliki hasrat untuk menyelesaikan rumus fisika, terutama mengenai lensa, sin cos tan, dan segala macam derajat yang hadirdi sebuah soal. Mereka itu adalah pria, yang saya ingin bisa sekali saja, cukup itu, untuk diselesaikan.

Anyway, ketidakmengertian saya soal Pria juga ditambah karena pertanyaan-pertanyaan, "mengapa" muncul seiring dengan perasaan yang timbul. Sejujurnya, saya benci kegeeran karena salah satu keturunan suami Hawa ini. Perhatian-perhatian menetes dan laki-laki selalu begitu. Tidakkah mereka mengerti bahwa wanita adalah makhluk terkuat yang sangat rapuh? tidakkah mereka tahu, bahwa wanita adalah makhluk dengan ribuan harapan? dan gilanya, laki-laki adalah bagian daripada setan yang seringnya, memberikan harapan-harapan palsu.

Walau demikian, juga yang tidak bisa dimengerti, adalah ketika pria suka saat menelusuri tubuh wanita, tapi tidak mau menjaganya lebih baik untuk dijadikan pengganti tulangnya yang hilang. Sedangkan, mereka tau tidak? Wanita tidak berdaya ketika cinta sudah menyelimuti hatinya. Untuk masalah sensitif ini, sebagai wanita, saya memberikan perhatian besar dan menyimpan rasa kagum yang luas pada si Adam. Kadang memang, wanita juga yang salah. Sudah tau tidak ada satupun laki-laki yang lebih baik dari suaminya, kemudian untuk digerayangi, lalu ayahnya kemudian untuk dicintainya. Sebutlah, pria dan wanita sama impas dalam hal ini. sama-sama salah. Jika salah, saya bersyukur atas status saya ini sekarang. Tuhan baik karena membantu saya konsisten, semoga hingga waktunya tiba, untuk tetap menjaga ini buat seorang jodoh yang sudah disimpan aman olehNya.

Saya ingin menyelesaikan rumus fisikanya, sebagai wanita, saya tentu akan merasa terhormat jika akhirnya bisa menjadi yang terbaik untuk salah seorang makhluk yang paling tidak bisa saya mengerti ini. Begitulah, biarpun merupakan makhuk yang sulit dimengerti, saya tetap mengaguminya, dan tentu membutuhkannya.

Ini, saya ingin menjaganya buat seseorang yang sudah Tuhan simpan baik-baik untuk melindungi saya, supaya saya menjadi yang terbaik buatnya, dan buat anak-anaknya. :) Amin.

Minggu, 17 Juli 2011

Katy Perry - Thinking of You





Comparisons are easily done
Once you've had a taste of perfection
Like an apple hanging from a tree
I picked the ripest one
I still got the seed

You said move on 
Where do I go
I guess second best
Is all I will know

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you 
What you would do if
You were the one 
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into your eyes

You're like an Indian summer
In the middle of winter
Like a hard candy 
With a surprise center
How do I get better
Once I've had the best
You said there's
Tons of fish in the water
So the waters I will test

He kissed my lips
I taste your mouth
He pulled me in 
I was disgusted with myself

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you 
What you would do if
You were the one 
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into...

You're the best
And yes I do regret
How I could let myself
Let you go
Now the lesson's learned
I touched it I was burned
Oh I think you should know

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you 
What you would do if
You were the one 
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into your eyes
Looking into your eyes 
Looking into your eyes
Oh won't you walk through 
And bust in the door
And take me away
Oh no more mistakes
Cause in your eyes I'd like to stay


Well, this song its enough to remembered me about you. always, thinking of you .. ~ ~ ~
  

Sabtu, 16 Juli 2011

world without glasses

Menjadi manusia berkacamata adalah kesalahan terbesar.
Kenapa?
Karena hanya dengan berkacamata, saya baru benar-benar bisa melihat si ganteng dengan jelas.
Karena hanya dengan berkacamata, saya baru benar-benar bisa melihat untaian huruf-huruf manis di papan tulis, di widescreen, di bioskop, semua, termasuk huruf-hururf manis penunjuk jalan.
Karena hanya dengan berkacamata, saya bisa menutup kaca helm waktu pulang malem,
dan karena hanya dengan berkacamata, saya baru bisa berjalan tanpa pake mengerutkan kening bermaksud memfokuskan pandangan.

Ini mungkin adalah efek dari keseringan belajar rumus dulu waktu SMA, jadinya begini. minus mata nambah, nambah, dan nambah.
Sekarang, 1,5 dan 1,75. untungnya tidak plus silindris. Tuhan masih baik.

Saya dua kali punya kacamata, kacamata pertama adalah sewaktu duduk di tingkat dua atau tiga SMA. Tapi gagal hubungan mesra itu berlanjut, kacamata kotor, rusak. Saya lalu menyimpanny saja begitu dirak buku, terkulai di lemah tak berdaya, tidak berguna. useless.
Kedua, itu waktu masuk semester tiga. Kacamata kali ini, saya ingin menjaganya dengan baik (niatnya begitu).
Dari jaman SMA, kacamata emang hobi saya naikin ke atas kepala (gaya kayak kalo lagi dipantai) menghalangi poni agar tidak turun, berikut salah satu cara agar saya tidak menyimpannya dimana saja ketika malas berkacamata. Masalahnya, biarpun dengan kacamata dunia menjadi lebih jelas, tapi dunia menjadi seperti gambar bergerak, hanya terlihat melalui bingkai dan kaca. that's horrible. Saya berhasil menjaganya sampai semester 4, tapi dipertengahan, saya menginjaknya hingga gagangnya patah. Alhasil, kacamata itu saya bawa ke dokter, diperiksa dan kemudian ditambah min nya karena sudah naik katanya. Juga diganti gagangnya.
Dua hari saja, lalu kacamata sudah kembali lagi, rindu. Dunia sangat jelas waktu itu.

Saya kelamaan menjadi mencintainya, kacamata itu dengan frame hitamnya. Tapi sayang, dia dimiliki leh seorang yang sangat teledor, saya. Sehingga saya yang katanya mencintainya itu, sering menelantarkannya. Meninggalkanya dimana saja, membiarkannya tergolek dimanapun, biarpun akhirnya saya akan kembali ingat dimana dia berada, kemudian merengkuhnya.
Tapi bodoh.
Saya kembali menyia-nyiakannya.
Entah ini Tuhan yang membuatnya seperti ini, atau dia yang sudah tidak kuat dengan sikap cuek saya, sehingga dia kabur.

Baru saja, tadi siang. Tak pernah saya menyangka akan berpisah dengannya bukan karena dia sakit ataupun mati, tapi karena kebodohan saya yang membiarkannya tertinggal entah dimana. :'(

Sekarang saya baru sadar, bahwa saya sangat mencintainya, mencintai kacamata itu.


"Kacamata, biarpun kamu adalah benda tak hidup, tolong maafkan aku karena telah sering melupakanmu. meninggalkanmu dimana saja, membiarkanmu tergulai di lantai dan meja tanpa aku pedulikan sedikitpun.
Kamu berada dimana sekarang? aku hanya bisa membayangkanmu berada di suatu tempat, kedinginan, terpikir bahwa aku sangat jahat meninggalkanmu diluar sana sendirian, dan kamu menangis.
Maafkan aku karena kita tak bisa lagi bertemu, aku yang tidak menemukanmu. Tapi jika ada saatnya kita bertemu, dan ada orang tau kalau kita adalah sepasang kekasih, aku pasti akan sangat senang. Tak akan lagi aku menyia-nyiakanmu seperti ini. Aku rindu, maaf yah. Semoga kau ditemukan orang baik, yang kemudian akan menjagamu lebih baik dari caraku menyayangimu"

Saya tau tulisan ini lebay, saya memang lebay. Biarkan. Tak peduli.
:'(


Tapi aku ingin tenang, aku akan membiarkanmu berjalan kemanapun kau suka, menjelajahi dunia ini bersma lensamu. Semoga kau selalu senang, kacamataku. :)
Saya dan kacamata kebingungan :p

Saya dan kacamata ketika tersenyum :)


Saya dan kacamata ketika takut dan tidak mau :(

Saya dan kacamata ketika autis x_x

Saya dan kacamata ketika berolahraga :D

Juga saya dan kacamata ketika bersama Uki, jodoh  yang dipisahkan Tuhan melalui jodohnya masing-masing.
Kacamata selalu setia, saya yang tidak. 
I need my glasses. I can't see without my glasses!!!!!
selalu bilang gitu kalo ga ada kacamata. :((
                                                                                      
enough. Insya Allah saya rela. :)