Senin, 27 Juni 2011

Saya lalu

Sudah menginjak hari ke 27, dan besok hari ke 28. dan ini adalah bulan Juni.

Saya kehilangan jejak Tuhan, Dia berjalan terlalu cepat, atau saya yang terlalu banyak berhenti ditiap persimpangan. Merasa terkesima dengan hal-hal baru, atau apapun sebutannya. 
Tuhan sudah tidak kelihatan berada dimana, hanya saja, saya masih bisa merasakan getarannya. Apalagi menginjak waktu-waktu akhir Sholat. Tapi bodoh, saya hanya diam.

Juni ini adalah Juni yang indah, dua tahun yang lalu Juni ini juga sama indahnya. Bedanya, Juni saat itu saya mendapat kado kelulusan UN yang indah, ngobrol, saling tanda-tangan baju, hingga foto bareng dengan manusia huruf G. sedangkan sekarang, saya (sepertinya) jatuh cinta dengan manusia huruf G kembali.

Sebenarnya saya tidak mau, atau secara logika, saya benar-benar tidak mau jatuh cinta kepada dia. Sayangnya, perasaan hanyalah perasaan, dia selalu pasrah ketika dipaksa untuk mencintai atau membenci seseorang. Dan saya benci itu. 

Juni yang kompleks. itulah,
rasa bahagia ini juga kompleks, karena bercampur dengan galau dan gila.
Atau, sebenarnya saya hanya menginginkan untuk menjadi gila seandainya menjadi seperti itu tidak merugikan. Sayang, menjadi gila lebih banyak ruginya karena bisa membuat saya melupakan banyak hal yang indah, seperti si manusia tampan yang satu itu.

Saya selalu berkutat dimasalah ini. (__). Saya benci sekali, karena saya selalu seperti akan meledak jika terpikir kembali kepada masalah yang ini. Jika orang lain menganggap saya ini ribet, saya akui. atau, jika orang lain menganggap jalan pikiran sya itu kusut kayak Jerami, ya itu benar dan saya tidak mengerti kenapa. :'(

Tadi saya membca tulisan seorang teman mengenai sesuatu. Saya juga melihat fotonya, saya malah menjadi sedih, dan itu hanya karena saya terpikir bahwa untuk saat ini, saya baru bisa merasakan rasanya ingin menjadi memiliki perasaan seperti yang mereka saling rasakan. Saya merasa menjadi seorang alien, abnormal sekali dan saya aneh.
:'(

Sudahlah, setiap waktu selalu ada waktu sedih dan waktu bahagia.
Saya hanya bisa pasrah menerimanya karena katanya kita harus selalu bersyukur. Kenyataannya, nanti suatu saat akan datang waktunya.

Saya hanya berusaha sabar untuk menunggu.
Seperti sekarang, menunggu perjanjian yang belum dibayar.
untuk itu, saya juga menunggu.

Dan saya ingin kembali kepada Tuhan.
Aku rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar