Minggu, 15 Mei 2011

tentang Cukup

well,
saya ingin bercerita sedikit mengenai kehidupan orang lain. Kali ini sebagai cermin buat kehidupan saya yang cenderung saya syukuri, biarpun kadangkali iri.

Sebutlah dia C. karena kalau A, adalah inisial orang-orang terpuji, salah satunya adalah manusia pertemuan 2006, dan satunya lagi saya sebut sebagai Prajuritnya Tuhan, karena bukan main solehnya.
lalu saya tidak ingin menyebutnya B, karena saya sangat tidak suka dengan huruf B, jadi, karena dia adalah teman saya, dan saya cukup menghormatinya biarpun terkadang sering kesal juga sih, jadi saya beri dia inisial C. alias,
Cukup.

Cukup, adalah seorang teman baru di dunia perhutani ini. alias, dunia perkuliahan yang saya anggap sebagai hutan belantara. Sudah lama sih, tapi kami baru berkenalan saat kami menjadi Mahasiswa Baru. alias, MABA. Saya dan beliau, cukup dekat di awal waktu, yah, cukup. Sebenarnya sampai sekarang saya dan dia masih dekat, hanya saja, hubungan kami lebih sedikit menjauh karena sibuk di dunia masing-masing yang sudah berbeda.

Selama berteman dengannya, diawal waktu itu, rasanya seperti tidak ada rasa kasian pada dia. Seringkali menyebalkan. Entah harus bagaimana memulai ceritanya, tapi lebih baik saya tidak bercerita mengenai posisi hubungan pertemanan kami, karena nanti bisa ditebak siapa si Cukup ini, jadi jelas tidak perlu saya gambarkan bagaimana hubungan saya dengan dia.

Beberapa menit yang lalu, saya membaca beberapa tulisannya, dan terenyuh.
Oh, God. jangan-jangan banyak tulisan saya yang juga membuat pembaca merasa jijik. Mudah-mudahan saja tidak. Tapi juga, mudah-mudahan, tulisan saya berjudul "the worst month" itu tidak membuat orang memandang hidup saya tragis, karena hidup saya memang sebenarnya tidak tragis, hanya saja, saya telah membuatnya terlihat more worst, sayanya aja sih yang berlebihan, mungkin karena saya PMS kali yaaaa waktu itu jadinya bratbretbrot nulisnya. btw, gak apa-apa. mudah-mudahan itu bukan tulisan yang sedang menggambarkan bahwa menjadi saya itu, adalah hal yang kasihan.

back to the way..
setelah beberapa hari ini mencoba mencerna tulisan si Cukup,
saya sedikit bisa menarik kesimpulan mengenai dirinya. Ternyata pribadinya seperti itu, entah saya harus kasihan atau merasa aneh, saya sama sekali tidak menyangka bahwa hidupnya terlalu banyak berada di titik bawah.
Tapi setidaknya tulisannya mampu membuat saya berpikir ulang, bahwa hidup saya ternyata sangat menyenangkan, jadi patut untuk disyukuri. Dari tulisan yang ia buat, saya hanya bisa menarik dua kesimpulan, yaitu, dia lebih beruntung karena dia sudah punya pacar, atau saya yang lebih beruntung karena saya tidak punya pacar, sehingga potensi saya untuk bermaksiat, cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan dia? hahaha.
well, (lagi)
saya ingin sekali membuatnya menjadi pribadi yang more fun, tapi, dianya sih yang sulit diajakin..
saya berdoa buat si Cukup, supaya Cukup segera mendapatkan dunia yang ia idam-idamkan.

begitulah, kita memang harus mensyukurinya dulu, baru bisa merasa nikmat.

#tulisan apa ini %^&*$#?!???!!#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar