Selasa, 31 Mei 2011

G

tidak tau harus berdoa bagaimana,
menyukurinya atau harus apa.
perubahan itu mudah-mudahan bukan mainan, itu saja.
supaya tidak menjadikannya harapan,
biarlah itu menjadi sekilas angin sore yang tentram.
amin

Senin, 23 Mei 2011

just a minute


Today

"hy vik mnta no hp kmu yg dulu ilang

he guntur, 085624109
save yaakk 

ok htr nhnn >>>> 
hha ,,,

sama sama ..

ok...

lg sibuk apa tuy? apkbr ?

g lgy sbuk pha" cman on air aj kmarin d rri
kbrnya baek" sja
vika sibuk apa

sibuk kuliah sm organisasi aja hehee

bgus atw ,,,
suka maen ma anak"21 g

engga guntur, udh lama gktmu, paling ketemuu sama tmn2 x4 dulu..

sama eung klo gto mh ,,,

sm ips4 suka maen ga?

jrang tuy mh ,,,
g tau yang lain mh
ktanya ska maen ,,,

ehm, sibuk jadi artis ya haha

ah artis apa ai km
hahaha

hhaha
gmn rasanya jadi artis?

jd artis apha atw nenggg ,,,,
hhahaha

suka main dimana aja bandny ?

dmna y blom bnyak da msh blajar qooo ,,,

haha ya suksess ya. Kalo udh sukses dan terkenal jgn lupaa sama vikaa

amin doain aja
y g kan lpa atw

haha ya suksess ya. Kalo udh sukses dan terkenal jgn lupaa sama vikaa

siap bu ,,,"

wooaah, ngobrol dg mantan kecengen memang selalu punya sensasi yg berbeda. itu pertama kalinya dia minta nomer HP secara pribadi sama saya. Biarpun perasaannya sudah lenyap, tapi saya tetap tidak akan lupa kalau pernah punya rasa itu. Dulu saya ngebet sekali dengan dia, sekarang sudah engga, cinta serius yg dulu sering saya bilang, sudah kembali ke pemiliknya. Semoga Tuhan meridhoi, lalu menyetujui perjanjian dalam mimpi itu.. atau, siapapun kelak orangnya, saya berdoa semoga dia baik buat saya, dan sebaliknya saya buat dia. Amin.

Jumat, 20 Mei 2011

jika aku menikah denganmu

menikah itu bukan hanya sekedar aku dan kamu
melainkan juga tentang aku, kamu, dan calon anak-anak kita.
sayang, aku mencintaimu sehingga aku ingin menikah denganmu,
biarpun bukan karena berdasarkan cinta aku ingin hidup bersamamu.

Melainkan aku punya alasan-alasan lain,
yaitu karena aku ingin memiliki kehidupan yang romantis, dan begitulah kamu sehingga aku mau.
karena kamu mengimami aku untuk sholat ketika kita bertemu, mengingatkan aku sholat ketika berada dijarak yang jauh, menuntunku berdoa ketika aku jatuh, dan mengajakku bersyukur ketika aku bangun.
karena aku ingin memiliki keturunan yang baik, sehingga aku memilihmu karena aku merasa genmu akan memberikan efek yang baik untuk karya-karya kita berdua,
karena aku ingin hidup yang layak, itulah kenapa aku menerimamu, karena aku tau kamu mampu melayakkan hidupku. karena kamu adalah pekerja keras, dan kamu adalah seorang pejuang, sehingga aku tau kamu pasti tau bagaimana caranya berjuang mempertahankan pernikahan, karena aku tidak mau menikah untuk mengalami kegagalan pernikahan.
karena aku tau kamu adalah seorang penyayang, sehingga ketika itu datang waktunya, kamu pasti mampu menyayangi anak-anak kita dan aku dengan caramu yang manis.
karena kamu tegas, dan karena kamu, orang yang segala-segalanya aku yakin bisa kamu lakukan, kecuali menghidupkan orang mati, mematikan orang yang hidup.
dan karena alasan-alasan lain yang tidak aku ketahui, karena itulah, aku ingin mengetahuinya, dengan menikah denganmu, supaya aku tau seperti apa rasanya.

karena aku percaya, bahwa kau mempercayai apa yang kamu rasakan.
dan karena aku ingin memenuhi hasratku untuk melayani orang yang entah mengapa sering aku rindukan, orang yang entah mengapa selalu aku butuhkan, kamu.

untuk calon suami yang entah siapa..

Selasa, 17 Mei 2011

tapi aku ya suka

aku menempuh perjalanan yang berat
memperjuangkan cinta yang sempat tidak direstui orang tua
tapi dari dulu aku tidak pernah menyerah,
sampai akhirnya mereka yang mengalah.

Aku dulu pernah terus-terus mengikuti apa yang mereka sarankan,
tapi aku gila, sangat menyesal biarpun akhirnya tidak karena aku tidak pernah bisa bersatu dengan siapa yang mereka pilih.
dan aku tidak mau depresi untuk kedua kalinya, karena tidak menjadi diriku sendiri.

Beginilah, ini adalah cinta yang sulit, yang semakin sulit karena aku semakin serius.
aku hanya bisa bersabar dan terus berjuang supaya aku bisa bersatu dengannya.
Aku tau sekali ini adalah cara Tuhan memberikannya pelan-pelan.

ya tuan, aku memang tidak tau apakah ia benar adalah yang terbaik untukku,
maka biarkanlah aku menjalaninya supaya menjadi tau.

cintaku pada jurnalistik ini sulit.
tapi aku ya suka.
perasaan-perasaan yang datang kemarin dan yang akan datang nanti,
adalah perasaan-perasaan yang ingin mengecek keseriusanku dengannya.
mudah-mudahan ya tuan mengerti.

Senin, 16 Mei 2011

GANJA

dalam huruf-huruf itu terkontaminasi zat adiktif
aku menjadi pecandu kalimat dalam beberapa bulan terakhir
melihat buku-buku catatan (note book) sangat berhasrat. 
rasanya mirip seperti sedang memburu pria.
biarpun mereka jelas sekali berbeda.

tapi pria dan notebook memiliki fungsi yang sama, seharusnya.
sama-sama sebagai tempat berbagi, biarpun pria selalu bisa menjadi lebih berfungsi dibandingkan notebook.

aku tidak hobi menulis sebenarnya, hanya suka dan sedang kecanduan.
aku suka karena hampir setiap dalam perjalanan seringkali terlintas kalimat-kalimat manis dikepala,
lalu ingin menuangkannya melalui tinta atau keyboard.
begitulah nalurinya. Kalau tidak sempat mengejanya dihalaman blog,
ya sudah aku tumpahkan di kertas-kertas yang berserakan dikasur.
kamar sudah seperti ruang redaksi, lantai, meja, dan lemari sudah terendam kertas-kertas bertinta tanpa banyak isinya, maknanya.
hanya suka menulis, ketagihan. itu saja.

Tapi sekarang aku sedang berjuang,
supaya semua hal yang pernah aku tulis,
dan kesukaanku ini pada menulis tidak pernah hilang.
Suatu saat aku ingin menulis, mengenai aku, suamiku, dan rencananya ketiga anakku nanti.
Supaya semua orang bisa tau, kalau kami hidup bahagia.

Aku ingin berjuang, bersama tulisan-tulisan yang aku buat.
Semoga bisa ada waktunya.
amin.

Minggu, 15 Mei 2011

Belajar bahasa Inggris

Sebelumnya, mari kita ucap Basmalah,
"Bismilahirohmanirohim"

Belajar bahasa Inggris, siapa yang tidak mengenal Inggris? saya. Saya belum pernah kesana, belum pernah kenalan sama orang Inggris juga, dan yang paling penting adalah saya bukan orang Inggris, tentu karena saya adalah anak kelahiran asli Sunda-Jawa, Indonesia. Alhamdulillah.
Nah, itulah yang membuat saya tidak mengerti sampai sekarang, mengapa saya harus belajar bahasa Inggris supaya bisa menjadi nilai plus saya di dunia kerja, padahal, bahasa Sundapun, saya tidak bisa.
Tapi ya begitulah, namanya juga berjuang. Manusia selalu dituntut untuk memperjuangkan hidupnya, padahal, sebagai manusia, saya merasa tak pernah memaksa Tuhan untuk melahirkan saya ke dunia melalui ibu, dan tentunya untuk hidup, sehingga membuat saya menjadi memerhatikan manusia-manusia yang entah mengapa dilahirkan dengan takdir berinisial A. sehingga, saya yang juga memiliki inisial A, menjadi sangat suka dengan huruf A, dan membuat saya berobsesi memberikan anak-anak saya nama dengan diawali huruf A, misalnya, Anggra, Aluno, Ariona.. A... a... apa lagi ya? hahaha. kepikiran sampai sana. Tidak juga, sih, saya juga berhasrat memberi nama anak saya, Garuda Indonesia, kalau lelaki, atau Bendera Merahputih, kalau perempuan. Kata teman-teman saya, saya tega, tapi ya bagaimana, saya cinta Indonesia sekali, aselinya! :D

Terlalu asik berimajinasi sehingga membuat tulisan ini sedikit melebar, jadi marilah kembali lagi kepada topik utamanya, Bahasa Inggris.

Mempelajari bahasa Inggris dimulai ketika saya berusia sembilan tahun, atau itu berarti kelas empat SD. saya ingat sekali guru bahasa Inggris pertama saya, yaitu adalah ibu guru yang sebenarnya saya lupa namanya, tapi saya ingat wajahnya. Rambutnya mengembang, ala rambut jadul, kacamata dibawah mata, tinggi, putih, dan baik. Saat mengajarkan bahasa Inggrisnya "terima kasih", dia sebut "tsengzs" bukan "thanks" karena cara bacanya lidah harus di gigi, dan tentunya harus sampai muncrat ludahnya. Saya sih mau-mau saja, wong saya dulu masih kecil dan belum tau apa-apa. Guru bahasa inggris selanjutnya saya lupa apakah ada yang lain atau bagaiman, tapi yang saya ingat adalah ini, Pak Somadin. Guru bahasa Inggris asal jawa yang medok e (baca : ala logat jawa) bukan main. 

Selanjutnya, naik ke tingkat SLTP, saya bertemu dengan Ibu Lies, seorang guru yang ternyata adalah teman tante saya. Tiap guru memiliki ciri khasnya masing-masing bukan? ya, Ibu guru yg satu ini suka sekali bilang "ssssttttt!!" sambil menunjukan telunjuknya menandakan perintah untuk diam, tapi anehnya, dia melalukan ini sesering mungkin, terkadang, ketika suasana heningpun, dia juga begitu, mungkin itu dilakukannya tanpa sadar, sehingga kami menyebutnya Mrs.Sssst. hehe. Tapi dia adalah guru yang baik, saya dulu cukup dekat dengannya, pernah kali waktu diajak kerumahnya untuk belajar #Bahasa Inggris.
Dikelas dua, saya lupa saya bertemu dengan siapa, benar-benar lupa! namun dikelas tiga, giliran saya belajar bahasa Inggris dengan Pak Karna, guru terpendiam yang pernah mengajar. Sangat stay cool dengan rambutnya yang ubanan dan nyaris botak. Pak Karna adalah guru yang hobinya mengajar sambil duduk di kursinya. Hanya sesekali dia berdiri, itupun kalau dia memulai untuk menulis dipapan tulis. Pernah suatu saat dihari terakhirnya mengajar, karena harus pensiun, dia mengakhiri jam pelajaran dengan memanyunkan mulutnya ditambah melambai-lambaikan tangan berrti salam perpisahan, dan takjub, semua warga kelas menertawainya, salut karena akhirnya beliau bisa bercanda bersama kami. 

Belajar bahasa Inggri tidak pernah berhenti, di tingkat SMA, sewktu kelas sepuluh, saya diajar bahasa Inggris oleh Ibu guru yang sudah cukup tua keliatannya, sebenarnya cara mengajarnya enak, tapi celetukannya seringkali membuat sakit hati. pernah suatu kali dia memarahi saya karena saya menjawab pertanyaan yang diberikannya untuk orang lain, dan dia bilang gini : "Dasar sok pinter!" waadduuuh, saya sakit hati benar dibilang gitu, sehingga membuat saya berjanji enggan menjawab pertanyaan-pertanyaannya lagi. hufftt#
Saya, kembali lupa siapa guru bahasa inggris dikelas sebelas, atau setingkat dengan kelas dua. Benar-benar lupa, saya berusaha mengingatnya, tapi tak menemukan sewajahpun yang pants menjadi guru bahasa Inggris kelas dua di imajinasi saya sekarang. 
Selanjutnya dikelas tiga, atau setingkat dengan kelas dua belas, saya diajar oleh Mrs. Tini. Ini guru lain lagi cara mengajarnya. Enak sekali diajar oleh beliau, tulisan di buku jadi rapih, dan saya mengerti banyak karena beliau sukses mengajar dengan sistematis. Sifatnya yang mudah cair dan mudah beku ini memang selalu menakjubkan, dia akrab dengan murid-muridnya, dan buat saya, guru yang akrab dengan muridnya adalah guru yang berhasil. 

Nah, itu saya sudah belajar bahasa Inggris selama sembilan tahun, tapi saya masih tidak bisa bahasa Inggris dengan lancar juga sampai sekarang, padahal sudah ditambah setahun di tingkat kuliah, juga masih belum lancar. Tapi ya begitulah, karena fitrah manusia itu adalah berjuang, maka saya akan terus berjuang agar bisa fasih berbahasa Inggris.
Selain karena tuntutan, saya juga ingin bisa bahasa Inggris supaya bisa mewawancarai Cesc Fabregas, bisa dapat mandat bawain acara traveling keliling dunia disalah satu stasiun TV, dan tentunya agar saya bisa mengajari anak saya bahasa dunia ini, supaya tidak serba susah seperti saya dimasa-masa sekolah, dengan nilai bahasa inggris yang naik turun. 
Sekarang, bahsa Inggris saya sudah mendingan, setidaknya, saya bisa berbahasa inggris secara tertulis.
Saya harus belajar terus, kalaupun tempat les sekarang mahal, sekarang kan sudah ada TV yang menyiarkan acara berbahasa Inggris, ada internet yang banyak bahasa Inggrisnya, dan tentunya ada Google translate, dan ada aplikasi kamus Indonesia-Inggris, Inggris-Indonesia di HP saya, jadi belajar bahasa Inggris, seharusnya menjadi lebih mudah. satu-satunya hambatan adalah, teman-teman yang lain yang pintar bahasa Inggris berikut juga saya, malu menggunakannya sebagai bahan latihan praktik.

Nah, begitulah isi postingan kali ini. 
Sebenarnya, tujuan awal saya adalah mengisi tenses-tenses di "Belajar bahasa Inggris" ini, tapi karena ternyata buku kunci Inggris saya yang mungil dan tipis itu hilang, saya jadi memadamkan keinginan saya tersebut.
Cerita begini cukup, 

So, lets learn english more, Vika! :D

tentang Cukup

well,
saya ingin bercerita sedikit mengenai kehidupan orang lain. Kali ini sebagai cermin buat kehidupan saya yang cenderung saya syukuri, biarpun kadangkali iri.

Sebutlah dia C. karena kalau A, adalah inisial orang-orang terpuji, salah satunya adalah manusia pertemuan 2006, dan satunya lagi saya sebut sebagai Prajuritnya Tuhan, karena bukan main solehnya.
lalu saya tidak ingin menyebutnya B, karena saya sangat tidak suka dengan huruf B, jadi, karena dia adalah teman saya, dan saya cukup menghormatinya biarpun terkadang sering kesal juga sih, jadi saya beri dia inisial C. alias,
Cukup.

Cukup, adalah seorang teman baru di dunia perhutani ini. alias, dunia perkuliahan yang saya anggap sebagai hutan belantara. Sudah lama sih, tapi kami baru berkenalan saat kami menjadi Mahasiswa Baru. alias, MABA. Saya dan beliau, cukup dekat di awal waktu, yah, cukup. Sebenarnya sampai sekarang saya dan dia masih dekat, hanya saja, hubungan kami lebih sedikit menjauh karena sibuk di dunia masing-masing yang sudah berbeda.

Selama berteman dengannya, diawal waktu itu, rasanya seperti tidak ada rasa kasian pada dia. Seringkali menyebalkan. Entah harus bagaimana memulai ceritanya, tapi lebih baik saya tidak bercerita mengenai posisi hubungan pertemanan kami, karena nanti bisa ditebak siapa si Cukup ini, jadi jelas tidak perlu saya gambarkan bagaimana hubungan saya dengan dia.

Beberapa menit yang lalu, saya membaca beberapa tulisannya, dan terenyuh.
Oh, God. jangan-jangan banyak tulisan saya yang juga membuat pembaca merasa jijik. Mudah-mudahan saja tidak. Tapi juga, mudah-mudahan, tulisan saya berjudul "the worst month" itu tidak membuat orang memandang hidup saya tragis, karena hidup saya memang sebenarnya tidak tragis, hanya saja, saya telah membuatnya terlihat more worst, sayanya aja sih yang berlebihan, mungkin karena saya PMS kali yaaaa waktu itu jadinya bratbretbrot nulisnya. btw, gak apa-apa. mudah-mudahan itu bukan tulisan yang sedang menggambarkan bahwa menjadi saya itu, adalah hal yang kasihan.

back to the way..
setelah beberapa hari ini mencoba mencerna tulisan si Cukup,
saya sedikit bisa menarik kesimpulan mengenai dirinya. Ternyata pribadinya seperti itu, entah saya harus kasihan atau merasa aneh, saya sama sekali tidak menyangka bahwa hidupnya terlalu banyak berada di titik bawah.
Tapi setidaknya tulisannya mampu membuat saya berpikir ulang, bahwa hidup saya ternyata sangat menyenangkan, jadi patut untuk disyukuri. Dari tulisan yang ia buat, saya hanya bisa menarik dua kesimpulan, yaitu, dia lebih beruntung karena dia sudah punya pacar, atau saya yang lebih beruntung karena saya tidak punya pacar, sehingga potensi saya untuk bermaksiat, cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan dia? hahaha.
well, (lagi)
saya ingin sekali membuatnya menjadi pribadi yang more fun, tapi, dianya sih yang sulit diajakin..
saya berdoa buat si Cukup, supaya Cukup segera mendapatkan dunia yang ia idam-idamkan.

begitulah, kita memang harus mensyukurinya dulu, baru bisa merasa nikmat.

#tulisan apa ini %^&*$#?!???!!#

Tuhan dan babysitter

Hallo, ini dengan siapa?
aku ingin bicara dengan Tuhan, apa Dia ada?

Tuhan selalu ada, dimanapun, kapanpun saat kau membutuhkanNya.
kau yang dimana, ketika kau sedang berada dikondisi terbaikmu?
apa juga ada dimanapun untuk hanya sekedar berucap syukur atas kehadiranNya?

aku..
aku pokoknya ingin bicara dengan Tuhan, ada hal yang sangat penting.

Bicara sajalah, berdoa dengan posisimu yang paling menenangkan,
Tuhan bisa mendengarnya biarpun Ia jauh denganmu.

Apa Tuhan sedang memperhatikan aku sekarang? dimana Dia?
aku tidak mampu merasakan kehadiranNya.

Tuhan adalah zat paling hebat karena bisa memperhatikan satu per satu makhluk yang diciptakanNya.
Dia ada di tempat yang tidak berwujud di hatimu, itulah Tuhan, yang selalu ada dimanapun kau membutuhkanNya, selalu saat kau sedang butuh. Tapi sayang, seumur hidup tanpa sadar kau selalu membutuhkan Tuhan, tanpa berdoapun kau mendapat keuntungan dariNya,

lalu mengapakah kau mempersulit dirimu sendiri?
membiarkan dirimu terlihat pilu dengan asap-asap alkohol menemai darah-darahmu

ah, aku merasa Dia tidak pernah memperhatikanku
Dia sedang sibuk memperhatikan para sholeh dan yang ber-uang
mungkin, tidak pernah sedetikpun

pengasuh, tolong sampaikan pada Tuhan
bahwa terkadang aku tidak mengerti apa artinya sholeh dan sholehah
apa si Empunya kehidupan tidak tau, bahwa
khalifah-khalifah yang berjalan atas nama umatNya seringkali menengadahkan kepalanya,
  melalui lidah yang menjulur dan lika-liku lakunya yang semanis kopi pahit?

aku banyak melihat,
bahkan setelah aku merasa kagum,
mereka yang menutup auratnya, menggunakan jilbabnya hingga ke pinggang,
yang pintar berkata-kata dalam majelis, indah bersuara mencari-cari namaMu,
yang menjaga jarak dengan bukan muhrim,
yang seringkali mengucap "dengan menyebut nama Tuhan" sebelum melakukan aktivitasnya,
malah,
tidak menjawab sapaan,
biarpun mereka menjawab salam karena itu adalah bahasa arabMu
tidak membalas ketika disampaikan senyum
tidak menolong ketika dibutuhkan
mengacuhkan ketika bertamu
sholeh dan sholehah, bahkan,
memandang yang tidak serupa sebagai manusia yang kotor.

tolong sampaikan pesanku kepada Tuhan, agar Ia menyampikan ini kepada khalifah-khalifahNya :
mengapakah kamu tidak memuliakan makhluk yang lain hanya karena sekedar berbeda?
bukankah Tuhan yang membuatnya jadi berbeda?
bukankah, bukan karena kita yang salah, tapi kamu yang salah persepsi
karena jika Tuhan memberi keberuntungan kepadaMu terlahir sebagai Islam, itu salah.
Karena jika begitu Tuhan itu tidak adil.
karena hanya memberikan keberuntungan kepada satu kaum saja?
kita itu harus mencari bukan? dan kita dilahirkan untuk sama-sama mencari Tuhan
dan Tuhan menciptakan yang buruk dan yang baik
bukan untuk dibedakan pelayanannya.
ku tidak mengerti kenapa makhluk Tuhan yang cenderung sholeh dan sholehah
seringkali menganggap orang itu kafir
padahal bukan, dia hanya sekedar belum menemukan Tuhannya, jadi ajaklah, bukan buanglah.
tolonglah, manusiakan manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Ya, Tuhan pasti selalu menghendaki makhlukNya agar memakhlukkan makhlukNya yang lain


 

Sabtu, 14 Mei 2011

Tulang Rusuk

untuk kekasih padang rumput yang sayu
atas kekasihnya yang berupa angin
yang menjelma bersama butiran pasir

Aku mencintaimu dalam waktu yang kosong
dalam ruang-ruag hampa
aku mencitaimu tanpa perasaan cinta

Wahai manusia
Serdadu dunia yang diciptakan Tuhan
Sebagai pengharapan tanpa harapan
aku sudah terlanjur menikmatimu,
menikmatimu sebagai cikal bakal tulang-tulangku

Aku sudah terbenam
semoga aku adalah tulang rusukmu yang hilang

kuda-kuda coklat


aku menunggumu diwaktu-waktu yang sepi


tidak pernah berhenti biarpun ketika dinginnya hari dini telah menyentuh jari jemari, betis, dan paha


kau berada ditempat yang jauh disana, di lembah tidar, di lembah para dewa, di lembah hutan tua
kakimu hampa tidak berotot, tulangmu adalah rapuh tidak berkasih, kau sedang lumpuh


kuda-kuda coklat menyeringai nyengir
kacamatanya jatuh menepi ke darat yang basah
dia lupa harus berangkat kemana
jalan yang terlihat dimatanya sudah bebas 
kau bebas


waktu-waktu kosong menghilang bias membisu
terbang mengepakkan jarum-jarum serta bunyi detiknya
kau
masih juga bisu


penungguanku tak pernah berakhir
masih disini ditempat yang sama dalam kotak yang sama
aku hanya sekedar menunggu 
menunggu kereta kuda datang
tak sekalipun berusaha memanggilnya


aku dan dirimu entah bagaimana
adalah hal yang sama-sama mencari pada bagian yang tidak terlihat
atas nama cinta yang tidak pernah bisa disebutkan


hai manusia yang gagah
patutkah aku berdiam bergaun coklat emas manis dengan rambut panjang dan mata berbinar
seoles garis mata ditambah bercakan merah muda di atas pipi meminyakan bibir 
terlesu tersenyum dalam keadaan teranggun


kau dan aku
adalah waktu yang dipisahkan Tuhan
tidak pernah bisa berisi


selain harapan-harapan
yang Tuhan harapkan


Sabtu, 07 Mei 2011

Ulang Tahun Papa

Jadi begini, dalam beberapa waktu terakhir, kehidupan saya memang sedang dalam keadaan terburuk. Kualitas iman menurun, mood tidak pernah lebih daripada nilai lima, kuliah sangat keteteran, banyak melupakan tugas dan jam kuliah, kesibukan organisasi padat merayap, hubungan pertemanan tidak lancar, bahkan hubungan saya dengan keluargapun, sangat kaku sekali. Bukannya menyalahkan orang lain, karena ini pure, kesalahan saya pribadi, dan saya mengakui hal itu.
Khususnya, saya merusak hubungan dengan ayah yang sudah kaku itu, hanya karena saya di tanya beliau. Itu adalah malam terburuk, karena saya benar-benar diluar kendali.
Entah karena saya sedang dalam keadaan yang kacau, atau bagaimana, tapi pertanyaan beliau saya anggap sebagai sentakan yang keras. Mungkin karena kampus yang sedang tidak bersahabat sama sekali, kondisi keluarga yang juga sedang menghadapi masalah besar, dan ditambah hal-hal lain yang juga ikut memprovokator mood saya untuk tetap berada dititik nol.
Saya waktu malam itu, sekitar jam sebelas, mengirim pesan singkat sebanyak 3 karakter kpd nomer HP Ibu, isinya lebih kepada curhatan mengenai kejengkelan saya pada Ayah. banyak hal saya bicarakan disana, termasuk saya yang meminta support orang tua, bukan dipepatahi seperti ini terus. bla bla bla.
Saya menangis dan banyak mengeluarkan air mata, hingga akhirnya tertidur dan tiba-tiba terbangun karena mendengar suara Ibu mengetuk kamar. Saya melihat ke arah jam, jam 00.30. Ayah saya yang memanggil, katanya.
Saya dan Ayah mengadakan pertengkaran yang hebat malam itu, dibilang durhaka, mungkin boleh juga, tapi saya hanya melampiaskan semua perasaan kurang saya terhadap ayah, saya bilang, ini bisa disebut sebagai pendapat dan saran. Kejadiannya berlangsung setengah jam saja, dan saya kembali ke kamar, dan tertidur.
Saya dan beliau menjalani hari-hari yang semakin kaku, ketika di meja makan, kami tidak berbicara sedikitpun, saya dengannya bahkan, tidak banyak berbincang.

Namun, ketika mood saya mulai membaik, dan suasana saya yang akhirnya bisa meledak, pikiran juga menjadi sedikit jernih, saya hanya tersadar bahwa saya yang terlalu kekanak-kanakan. Terlalu egois dan yang paling kental adalah, antara saya dan beliau terjadi miss komunikasi.
Saya terlalu banyak menyalah artikan semua yang beliau lakukan pada saya, dan begitupun beliau.
Saya hanya seharusnya yakin, bahwa apa yang dia lakukan, semuanya, bukan karena beliau ingin saya menjadi seperti apa yang diinginkannya, melainkan dia hanya ingin menjamin saya bisa menjadi apa yang saya mau, tanpa saya harus terjerumus ke dalam hal lain yang mungkin dapat merusak msaa depan saya.

Karena itulah, saya sebagai orang yang paling ingat hari ulang tahunnya di rumah, berniat mencairkan suasana beku ini. Sembari memikirkan pembicara yang tak kunjung pasti untuk mengisi acara yang diketuai oleh saya, di KMJ, saya hanya bisa berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa berbaikan dengan Ayah di hari ulang tahunnya yang ke 53 di tujuh Mei ini.

Tanggal enam, setelah semua urusan kampus terselesaikan, niatan yang sudah rapi di pagi hari untuk mencari kue tart itu, harus terjadi. Saya sedang dalam mood yang baik malam itu, bahkan ketika saya harus mencari tambal ban di daerah Dago untuk menambal ban yang bocor. sepertinya Tuhan sedang berada disamping kanan kemarin, tidak ada sedikitpun kesal, bahkan.
Selanjutnya, ketika sudah beres menambal ban, saya mencari kue di Kartikasari, saya melihat kue yang manis bentuknya, harganya 145 ribu. Tapi, isi dompet tidak memungkinkan. Saya lalu melanjut ke tempat lain padahal saya tidak tau harus kemana, lalu, Icha, yang ayahnya ulang tahun di tujuh Mei juga, menyarankan saya untuk ke toko kue, Tabitha, di jalan sunda.
Saya tidak berpikir dua kali, waktu saya ulang tahun ke 17, sahabat-sahabat saya menghadiahkan kue tart yang juga dari tabitha, dan ayah suka kue itu. Saya lalu menuju ke jalan sunda, biarpun saya tidak benar-benar yakin berada di jalan yang benar. Setelah akhirnya menemukan jalan sunda, malam itu, saya berniat menelepon icha, menanyakan di dekat mana tempatnya, tapi sebelum niat itu terlaksana, saya melihatnya, papan nama itu. Saya sontak tersenyum, dan akhirnya menemukan toko kue ini.
Saya memilih kuenya sendiri, untuk Ayah.
Malam itu, benar-benar gila, saya membeli kue dan harus membawanya sendiri, padahal saya mengendarai motor. Entah bagaimana terjadinya, akhirnya saya mengendarai motor dengan hanya tangan satu, pokoknya sebisa mungkin agar kue ini tidak rusak. dan Alhamdulillah, saya sampai dirumah dengan selamat, begitupun dengan kuenya. :D

Saya meluncurkan rencana untuk pagi harinya. ini kue, harus saya yang bawa, sebagai ungkapan cinta saya dan permintaan maaf.
dan..


"HAPPY BIRTHDAY OUR BELOVED DADDY .. :)
kuenya mungkin tidak mahal, bahkan tidak lebih mahal daripada yang orang lain berikan, tidak berbentuk hati, tapi ini benar-benar dari hati. Saya mengusahakannya, sebagai ungkapan sayang dan rasa butuh saya sama Papa yang tiada pernah berhenti. Biarpun ini adalah hidup saya, dan saya harus mengusahakannya sendiri, tapi walau bagaimanapun, saya adalah anak yang selalu harus bertanya mengenai pendapat orang tua, sebagai orang yang paling mencintai saya dibandingkan semua orang yang pernah dan sedang mencintai saya. Vika sayang sekali dengan Papa" 

My Lovely Daddy, 53th Birthday ;)