Kamis, 14 April 2011

Vika ketemu Uki

Saya sedang membuka-buka isi komputer yang penuh dengan tulisan jeritan pribadi. Ya, komputer saya ini, selain penuh karena Film, musik, foto, dan video, tapi juga penuh dengan tumpukan folder berisi tulisan. Mungkin, memang karena saya suka menulis. secara ilmiah, memang suka sekali menulis, sehingga itulah kirinya kenapa saya ingin menjadi jurnalis.
Saat sedang membuka-buka file, saya tak sengaja menemukan tulisan yang sudah cukup lama, yaitu sebuah tulisan yang saya buat kurang-lebih sekitaran Desember 2010 lalu. Tulisan ini saya buat di note Facebook, namun saja, karena suatu hal dan merasa isinya terlalu lebay, saya menghapusnya. 
Tapi setelah baca ulang, tulisan mengenai kronologis pertemuan seorang Annisa Vikasari dengan Muhamad Kautsar Hikmat, alias Uki peterpan ini, lucu juga. Lebay iya, tapi lebih kepada guyon. Ini saya share supaya tidak menjadi tulisan yang lapuk dimakan virus komputer : 
Selamat menikmati :) 

" Inilah kronologis pertemuanku dengannya. Dengan belahan hatiku yg terkait hatinya di hati wanita lain yg dibilang orang sebagai takdirnya. Inilah kekuatan Tuhan yg hebat, yg bisa menaruhkan makhlukNya dimanapun menurutnya baik. Aku berdoa kemarin malam agar hari pertamaku liputan yg aku tau akan sangat luar biasa itu menjadi hal yg baik. Aku tidur terlelap minta dibangunkanNya pukul 4 supaya bisa prepare dengan baik mengenai mentalku yang cepat down.
Aku tidak memikirkan soal belahan hatiku ini sama sekali, yang aku pikirkan adalah hal – hal apa saja yang akan aku tanyakan kepada narasumber – narasumberku nanti. Tidak berharap juga dapat dipertemukan dengan belahan hatiku yang sudah lama menghilang, dipinang orang.
aku terus merasa malu karena aku sudah salah kostum. Ditengah para jurnalis hebat, aku adalah orang paling bodoh dengan hal – hal baru ini. aku belajar mencari celah ke arah pusat untuk mencari orang – orang yang orasi.  berjalan terus teruss.. mengikuti alur – alur kosong dan bertemu dengan gerumunan orang dan aku berhenti disana. Setelah puas dapat informasi, aku mundur dan kembali menarik diri, masih tidak mengerti apa yang seharusnya aku lakukan. Aku kembali ke teman- temanku yang hebat.
Waktu tidak menahanku berlama disini, di tempat sesak penuh jurnalis, laskar Front Umat Islam, Polisi, para Pemuda Pancasila, dan Fans Ariel tentunya yang selalu setia mendukung. Aku menuju suatu tempat makan dipinggir jalan.
Disana aku duduk. Diluar.
Temanku berbisik, “vik, itu uki bukan?”
Aku gelisah mencari pusatnya. Ya itulah belahan jiwaku dengan kaos putihnya. Menunduk, sesekali melihat ke arah kami. Aku kira, dia sudah paham bahwa aku merasakan keberadaannya. Aku beberapa kali bertabrakan mata dengannya dan aku kabur. Dia juga.
Inilah waktunya. Itulah yg berdebar dihatiku. Tidak ada kesempatan dan waktu lain yg mungkin Tuhan berikan lagi. Aku maju, bertanya.
Ini waktu selesai wawancara, masih pengen foto bareng lagi,
tapi malu, jadi langsung coba shoot pake HP.
“Uki ya?” belahan hatiku tersenyum dan menjawabnya, Iya.
“Halo,” aku menyapa lagi belahan hatiku dan menjulurkan tangan untuk berjabatan dengannya.
“mau tanya – tanya yah sebentar, gak apa apa kan?” belahan hatiku mempersilahkannya dan aku duduk tepat didepan badannya, hanya dipisahkan oleh meja dan sorot mata kami saling tatap.
“saya vika, mahasiswa Fikom unisba yang lagi dapet tugas liputan. Mau tanya – tanya soal kasus Ariel, boleh ya?” “Dari mana?” tanyanya sambil memajukan badannya.
Sudahlah pertanyaan itu muncul, satu dua pertanyaan dia jawab. Lainnya aku lupa karena terlaLu terkesima. Beginilah wajah belahan hatiku dari dekat. Cinta pertamaku. (CUIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHH):p
Ada sahabat peterpan yg tiba – tiba muncul begitu saja dan meminta foto (dasar pengganggu!) tapi setelah itu, aku malah ikutan mau foto berdua! Dan belahan hatiku lagi, mempersilahkannya.
Setelah merasa cukup dan aku tidak tau apa yang harus aku tanyakan lagi karena aku tidak mungkin bertanya, “kapan cerai Ki?” aku menyudahi “liputan bonus”ku ini. aku bersalaman lagi dengan belahan hatiku ini dia tersenyum. “iya di doain mudah2n Ariel dikasih yang terbaik,” . lalu seorang disamping belahan hatiku bilang “iya makasih ya mba”. Aku menyodorkan tanganku lagi berniat berjabatan dengan wanita disamping belahan hatiku ini. tapi, UKI kembali menyodorkan tangannya, belahan hatiku ini kecanduan bersalaman dengan belahan hatinya yang tidak pernah dia tau. Kami bertiga saling tertawa karena ada tiga tangan hendak saling berjabatan. Aku memilih tangan wanita itu dulu karena aku pikir aku sudah bersalaman dengan belahan hatiku untuk menutup percakapan tadi, tapi seolah tidak rela melihat belahan hatiku ingin bersalaman lagi, aku lalu memasrahkan tangan kananku lagi untuk bersalaman dengan belahan hatiku, untuk ketiga kalinya. Terimakasih Tuhan, sudah mempertemukan hati yang terpisah. Biarpun memisahkannya lagi. :)
hahahhahhahahaha GELOO GELOO GELOOOOOOO !!!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar