Minggu, 17 April 2011

untuk seorang 'adam'

"aku dulu mengejarmu, hingga merasa kesakitan saat melihat lika-likumu. tidak pernah berhenti menyanjungmu meski yang lain iya. Kamu tak pernah sadar, atau tidak mau sadar, tidak pernah tau, atau tidak mau tau. Yg pasti, sekarang saat posisi kita tertukar, meski perasaan itu masih bisa kuingat dengan jelas, meski tidak pernah tersirat benci kepadamu yg begitu indah, tapi aku sudah tidak lagi berniat kepadamu. mungkin benar, kita memang tidak pernah bisa berjodoh. kau, aku, memiliki calon pendamping masing-masing. jodohku, jodohmu, aku berdoa untuk keselamatan mereka. supaya kita sama-sama bisa mengerti bahwa di dunia ini, selalu ada jalan yang lebih baik seperti hal yg sudah Tuhan atur. kita harus sabar. karena nanti akan datang waktunya."

Tapi ada satu hal yang tidak pernah bisa aku lepas dari berhubungan denganmu, yaitu tak pernah bisa menghapus semua pesan, sependek apapun yang pernah kamu sampaikan, memang, perasaan tulus tidak pernah minta imbalan. Aku berdoa, semoga kita berdua sama-sama bahagia.. antara kamu dan aku, sekarang, aku cinta hubungan kita seperti ini, wahai adam. J





Tidak ada komentar:

Posting Komentar