Jumat, 08 April 2011

she's dead

Baru saja kemarin saya memposting tulisan mengenai Nyonyot yg sedang sakit dan berdoa agar dapat melihatnya kembali merengek meminta keripik singkong, karena dia sangat suka itu.
Tapi ternyata Tuhan punya takdir yang lain. Memang sudah waktunya hidup Nyonyot berakhir hari ini, tadi siang. Kemarin saya dan dia saling lihat-lihatan, saya tau dia memberitau saya bahwa dia merasa sangat kesakitan dan dia juga bilang bahwa dia menyayangi saya. Dia hanya ingin sembuh dan dapat berdiri lagi, tapi dia tidak.
Dia juga berkata dalam kata-katanya yang tidak dia ucapkan, bahwa dia mungkin hendak menutup umur hari ini, matanya sudah melotot tapi sayu, juga berkali-kali menuju ke kamar mandi, dan mojok hanya untuk menidurkan badannya. Saya melihat dia tidur di belakang kloset duduk, menggunakan tangannya sebagai bantal, lalu tergulai lagi. Saya mendengar dia bilang dalam hatinya bahwa "sakiit".
Ingat kejadian kemarin malam hingga tadi pagi memang tidak bisa menghentikan air mata saya, sebenarnya membuat saya menjadi teringat dia lagi yang masih bernyawa dan itu membuut saya sangat sangat sangat menyesal.
Saya membawanya ke dokter lagi untuk dirawat jam 9 pagi tadi, lalu melihat dia diberi obat oleh dokter, lagi-lagi obat yang paling tidak dia suka. Dan seperti biasa, saya melihat lagi air matanya. dan obat itu, di keluarkan lagi olehnya.
Saya meninggalkan nyonyot di kamar rawat, saya juga melihat dia melongo ke sekelilingnya karena ini adalah tempat baru bagi dia. Sebelumnya, dalam perjalanan ke dokter, dia memeong dua kali, dia sedang menangis, karena dia ingin berada di rumah.
Setelah sampai rumah, saya berleha-leha dan tertidur hingga pukul 12. lalu bangun dan mendapatkan kabar bahwa Nyonyot sudah mati, sudah dibungkus, tinggal di ambil.
Sontak saya menangis. Bukan karena kepergiannya, karena setiap makhluk bernyawa pasti mati, tapi lebih kepada saya merasa menyesal tidak ada disampingnya untuk mengantarkannya pulang. Pulang kepada pemilik yang sesungguhnya. Nyonyot adalah kucing hebat. Hebat sekali. berkali-kali dia sakit, selalu sembuh, tapi tidak kali ini. Saya ingin sekali menggendongnya lagi, melihat matanya yang melotot. Saya sayang sekali dengan Nyonyot. Semoga dia mati dengan cukup bahagia. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar