Senin, 04 April 2011

Jumat sore bersama Alun-alun Bandung

     Saya menyelesaikan jumat saya mudah saja, setelah kuliah tambahan penulisan Media Elektronik, saya segera pulang dengan diantarkan motor kakak saya, si beat biru.
      
        Saya merasa ini masih terlalu pagi untuk sampai dirumah, masih jm 15. dan juga cuaca sore ini sangat bersahabat. banyak angin seliweran, membuat saya betah berlama-lama di atas motor. Akhirnya saya berniat berputar, mengelilingi Bandung sebentar, sudah lama juga tidak pulang ke rumah melalui jalur BIP-Ketapang-Gatot Subroto, jadi, saya sengaja membanting setir ke arah balik.
Melewati jalan Merdeka, sedikit melirik ke arah jam di Handphone, saya terpikir kepada satu tujuan, yaitu Mesjid Agung Bandung. Sudah lama saya tidak menengoknya semenjak semester tiga. Dulu waktu semester 2, sebisa mungkin tiap weekend kesana, ngerasain ramenya dan cuacanya yang adem. termasuk dengerin bunyi Bedug Maghrib yang sangat menggema di dalam Masjid dan selalu bisa membuat hati dan jantung gemetaran, sendirian saja.
Saya berpikir berkali-kali apakah kesana atau tidak sore itu, tapi setelah sampai di jalan Lembong, akhirnya setir motor itu sendirilah yang membelok ke arah alun-alun. 
Dengan cuacan sangat nyaman, dan ditemani angin-angin sejuk, saya mengendarai motor perlahan menikmati ramainya jalanan sekitaran asia-afrika. lalu selanjutnya memarkirkan motor di parkir luar dan buru-buru turun karena sudah mendengar Iqomah solat Ashar, ya, saya berniat mengejar solat berjamaah. dan Alhamdulillah, barisan solatnya kekejar.  

Seusai solat, saya keluar dari mesjid yang memang besar itu, melihat-lihat keadaan sekitar. Dulu saya baca dikoran, katanya di halaman Mesjid Agung gak boleh ada lagi pedagang, tapi ternyata buktinya, sekarang saya melihat banyak pedagang biarpun tidak sebanyak dulu. tapi masih ada tukang emper didalam halaman mesjid, masih ada tukang cuankie yg bikin laper itu, dan banyak tukang gorengan juga.
Udah selesai mikir, percuma sih, saya berjalan keluar. teringat ada satu barang yang sedang saya cari dari lama, dan kemungkinan besar, hanya bisa saya dapatkan di Flower City, alias Kokem, alias Kota Kembang. barang apakah itu? yaitu barang : DVD bajakan Meteor Garden 1 (HAHAHAHAHAHA).

Saya berjalan menenteng tas jurnalistik saya yang berwarna ijo kuning dengan sangat PD behind my back, karena merasa berjiwa jurnalis kalau sudah berjalan dengan tas itu dan ditengah keramaian. Beraaasaaaa Jurnalisnya! (belajar melakukan praktek jurnalisme travelling====> cita-cita).
Dengan celingak-celinguk sana sini, saya mencari tukang jual dvd bajakan, dulu menjamur ditiap sudut, sekarang sudh mulai berkurang, atau mungkin juga pindah ke salah satu toko yang isinya tukang jualan, mungkin puluhan tukng jualan dvd bajakan.
Entah mengapa, setiap pergi ke kota kembang, sendirian, jalan-jalan muterin pusat dagang disana, saya berasa sedang melakukan kegiatan traveling jurnalisme, biarpun featurenya buat saya simpan sendiri (lagi-lagi). Saya jadi gemes pengen cepet-cepet dapet kerja untuk jadi host acara jurnalisme travelling yang bisa bawa saya jalan-jalan keliling dunia! ====> (ngiler). 
kembali lagi,
saya berjalan beberapa langkah, tidak terlalu masuk kedalam, tapi saya biasa mendengar musik-musik dipasang kencang-kencang, mendengar orang teriak mengenai jualannya, yang ini, yang itu.. banyak dan itu keren!
Setelah akhirnnya menyusuri trotoran yang sekarang bagaikan mitos itu, akhirnya saya mendapati tukng jualan dvd bajakn, dan bertanya langsung tanpa malu , "a, ada dvd meteor garden 1 ga?" lalu si aa jualan itu pun segera mencarikannya, memilah satu demi satu kaset dvd asia. dan finally, I Found it!
Setelah berhasil mendapatkan si To Ming Se kembali ke pelukan ShanCai ==> saya sering ngebayangin asiknya jadi shancai ==> GILA. bukan karena mendapati To Ming Se yang kaya raya, tapi lebih kepada karena dia mendapatkan orang seperti To Ming Se yang jelas-jelas sangat LAKI-LAKI karena sekuat tenaga mencuri hati Shancai, berjuang jatuh bangun, bahkan hingga hampir mati untuk mendapatkan kemungkinan untuk selalu bersama Shancai. ===> So sweeett!

Nah, setelah akhirnya dapat dvd tersebut, saya kembali ke mesjid Agung berniat untuk pulang, tapi niat pulang terhalang karena suasana mesjid yang sangat nyaman. 
Akhirnya, saya meniatkan diri untuk rehat sebentar di salah satu pojokan kursi di halam Mesjid, sama dengan pengunjung lain.
Duduk disana, lalu membuka buku seorang jurnalis dan kemudian menulis beberapa hal mengenai semangat.
Selanjutnya, saya melihat keadaan sekitar, ada bule lagi foto-foto, ada orang pacaran, ada pencari barang bekas, ada tukang minuman, ada pengamen, bahkan juga masih ada pengemis!
----
Diam sebentar disana, merenungi semangat yang mulai luntur dan hasrat hidup yang menurun, dan akhirnya sadar bahwa mimpi tidak hanya bisa ditunggu tapi harus diperjuangkan. 
ya, benar sekali. Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa didapatkan dengan hanya menunggu. THERE'S NO ANYTHING! gak ada. Jadi saya harus berjuang untuk mendapatkan apapun yang saya inginkan, setidaknya dengan begitu saya memiliki kemungkinan untuk mendapatkan salah satu dari apa yang saya usahakan.

Yaa.. betul begitulah jadi adanya,
sesusai saya puas berdiam-diam saja, akhirnya saya tanpa malu, foto-foto sendiri disana, biasalah .. karena saya abnormal.. jadi saya banyak melakukan hal aneh .. bahkan smpai foto-foto ketika sedang mengendarai motor. ini dia fotonya :




foto sambil ngendarain motor! 

di motor.. sambil foto-fotoan

Alun-alun Maaceeet, like always

maceeet! foto duluu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar