Selasa, 22 Februari 2011

belajar Berdoa

"Jodoh itu kita yang memilih dan Tuhan yang menyetujui."
Begitu kata Mario Teguh.

Kalimat yang saya baca di Facebook fans itu cukup menggugahkan hati saya, sekaligus membuat saya hampir kafir.
Bagaimana kita tahu Tuhan setuju atau tidak. Bagaimana kita tahu Tuhan mau menjodohkannya atau tidak. 
yang pasti semua pertanyaan itu merujuk kepada satu hal, mengenai do'a.

Semakin gila rasanya, ketika memikirkan mengenai do'a.
bagaimana kita tahu agar doa kita dikabulkan Tuhan? apakah dengan cara menunggu? tapi, berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui semuanya?

Seringkali ingin saya dianugrahi mimpi oleh si Empunya kehidupan, mengenai jawaban apakah Yang Maha Menjodohkan mau mengabulkan doa atau tidak. Namun, semua orang menyuruh saya untuk sabar.
tapi, jika hanya bisa menunggu Tuhan memberikan jawabannya, rasanya selalu butuh waktu yg lama.

Beberapa bulan terakhir, yang saya lakukan adalah mengecek page facebook salah satu mahkluk ciptaan Ya Malik. Yaitu seseorang yang menghilang semenjak 2006. I haven't see his nose and that cute walking way again untill now. That is really freaky, isn't it? I mean, Me, that was freak.
Actually, saya gak pernah mengenal orang ini. Hanya sekedar tau saja. saya sih berharap dia juga tau saya, biarpun lagi-lagi itu hanya sekedar harapan. But, is there wrong if I have a hope?
Saya sempat melupakan manusia ini di tahun 2007 awal hingga 2009 akhir, karena pikiran saya selama itu tertuju pada seseorang dengan hentakan yang cukup keras, hingga efeknya seringkali masih terasa. Guntur. but, its already gone, selama menyukai lelaki bernama guntur, tak ada lelaki lain yang saya suka, termasuk lelaki yang baru saja saya buka profile facebooknya. (sure, I can't write his name here, because ..) dan selama menyukai guntur pulalah, saya menjadi wanita yang tidak peduli dg laki-laki lain termasuk mereka yang sempat memberikan perhatian di masa SMA. Saya memang jahat sekali. so much sworn. padahal selama SMA saya bisa disebut tidak mengenal guntur, saya hanya baru bersapa dengannya di akhir SMA. I feel big sorry .. terkadang, saya menyesal dulu seringkali meremehkan kalian. 
Tapi ya begitulah adanya.
Dan masih kacau juga ternyata.
Setelah 2009 berakhir, waktu habis oleh kesibukan dan saya juga bertemu banyak orang, sehingga saya mampu memudarkan perasaan suka kepada si "petir" itu. Jika kali ini (lagi) saya membicarakan cinta, maka, saya memiliki hati yang benar-benar berantakan setelah tidak lagi menginginkan guntur untuk dimiliki sebagai kekasih. Menyukai lelaki yang ini, yang itu, ngeceng si ini, si itu. What the fuck? I can't handle my self to love someone. saya sendiri merasa menjadi mengerikan dengan menyukai banyak orang diwaktu yang sama, karena sebelumnya saya tidak pernah begini. Menyukai satu lelaki saja sudah cukup baik, sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan menyukai lima orang sekaligus. si G, si A, si R, si N, dan si J, bahkan di tambah si G (lainnya) karena merasa sangat menyesal memutuskan hubungan sms-an dengannya.
Tapi dibalik rasa suka terhadap lima tau sebutlah enam orang itu, 
jauh dalam keheningan, jika saya berada di rumah, someone who lost from 2006 inilah yang memenuhi pikiran saya. It isn't on my heart, but my mind! a bit crazy I think. but, my room, feel so full of him. So, no other man to think of.

Nah, jadi mengapakah saya kembali lagi kepada rasa cinta itu yg sempat menghilang. Cinta yang tidak pernah saya temukan rambut dan kepalanya, tangannya yang pernah menyenggol tangan saya di tahun 2005, cinta yang menghilang setahun kemudian.
saya benar-benar belum pernah melihatnya lagi, dan perasaan menggebu seperti dulu, saya sadar bahwa itu semua belum benar-benar menghilang.

Kembali,
saya tadi sempat bilang bahwa saya hampir kafir karena memikirkan sebuah do'a.
Ya inilah, do'a ingin di jodohkan dengan si orang hilang ini.

saya mencari banyak artikel di internet melalui Goggle tentang doa.
dan saya menemukan dua hal berbeda didalam sana mengenai doa yang tidak kunjung di kabulkan Tuhan.
beberapa teman saya, untung mau mengingatkannya.

isi kedua artikel itu intinya sih, 
setiap do'a yang baik Insya Allah akan di kabulkan oleh Tuhan,
saya yakin, tidak ada firman Tuhan yang saling kontradiksi.
Namun, lagi-lagi saya dipusingkan setan. saya mencoba belajar menafsirkan maksudnya, tapi saya malah menjadi semakin kabur. untunglah, tidak sempat murtad, bahkan hingga atheis. sounds bullshit, huh? atheist because I love somebody. its awful. Alhamdulillah tidak sampai begitu.
Astagfirullahaladzim.. I need to more istighfar.

Setelah beberapa hari kemudian, saya mendapat banyak penjelasan mengenai doa.
Saya memang tidak diizinkan untuk mendikte Tuhan dalam doa, tapi saya diizinkan untuk merayuNya didalam untaian permohonan itu.
saya sekarang hanya bisa dan harus yakin.
bahwa tak ada sedikitpun niatan Tuhan untuk mendzalimi kaum-Nya, kecuali kaum-Nyalah yang mendzolimi dirinya sendiri.

Saya yakin, Tuhan adalah hal yang Maha Baik dan Bijaksana. selebih-lebihnya hal yang tidak dapat dikejar oleh hal apapun didunia ini.
Saya percaya bahwa Tuhan menyayangi saya, karena itulah, dalam doa, saya harus percaya mengenai hidup saya yang saya pasrahkan padaNya ketika saya sudah berusaha sekuat tenaga. Saya percaya pada Dia, mengenai segala hal yang saya butuhkan, sesungguhnya Dia selalu lebih tau tentang banyak hal dibandingkan saya.
Setelah mendengarkan beberapa penjelasan,
saya tau sekarang apa yang harus saya lakukan,
yaitu membenahi diri dalam beribadah kepada Tuhan.
Saya dan Tuhan sama-sama memiliki kewajiban dan hak.
Kewajiban saya adalah beribadah kepada Tuhan dan hak saya adalah dikabulkan permohonannya oleh Tuhan. Sedangkan kewajiban Tuhan adalah mengabulkan permohonan umatnya karena itu adalah janjinya, dan hak Tuhan adalah diibadahkan oleh umat.
Semuanya saling tarik menarik.
bukan hanya Tuhan yang membaikkan saya, namun saya juga yakin bahwa lingkunganpun juga berbuat begitu.

Saya memang belum pantas menjadi wanita pendamping hidup laki-laki itu yang sedang hilang.
sehingga saya perlu membenahi diri untuk menjadi pantas baginya.
dan saya berdoa,

"semoga Tuhan mau menjodohkanku dengannya, membaikkannya untukku, membaikkan ku untuknya, dan membaikkan hubungan kami berdua bagi anak-anak kami kemudian, dan membaikkan keluarga kecilku itu bagi lingkungan lain yang lebih besar. menjadi sebaik-baiknya makhluk untuk membaikkan lingkaran dunia. Namun, Tuhan, biarkan aku pasrahkan, Engkau dalam menganugrahkan segala yang terbaik menurutMu bagiku, jika segala yang kuinginkan adalah tidak, maka, relakanlah aku untuk semua takdirku." Amin.

I love You God. Endless love, for You.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar