Selasa, 22 Februari 2011

belajar Berdoa

"Jodoh itu kita yang memilih dan Tuhan yang menyetujui."
Begitu kata Mario Teguh.

Kalimat yang saya baca di Facebook fans itu cukup menggugahkan hati saya, sekaligus membuat saya hampir kafir.
Bagaimana kita tahu Tuhan setuju atau tidak. Bagaimana kita tahu Tuhan mau menjodohkannya atau tidak. 
yang pasti semua pertanyaan itu merujuk kepada satu hal, mengenai do'a.

Semakin gila rasanya, ketika memikirkan mengenai do'a.
bagaimana kita tahu agar doa kita dikabulkan Tuhan? apakah dengan cara menunggu? tapi, berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui semuanya?

Seringkali ingin saya dianugrahi mimpi oleh si Empunya kehidupan, mengenai jawaban apakah Yang Maha Menjodohkan mau mengabulkan doa atau tidak. Namun, semua orang menyuruh saya untuk sabar.
tapi, jika hanya bisa menunggu Tuhan memberikan jawabannya, rasanya selalu butuh waktu yg lama.

Beberapa bulan terakhir, yang saya lakukan adalah mengecek page facebook salah satu mahkluk ciptaan Ya Malik. Yaitu seseorang yang menghilang semenjak 2006. I haven't see his nose and that cute walking way again untill now. That is really freaky, isn't it? I mean, Me, that was freak.
Actually, saya gak pernah mengenal orang ini. Hanya sekedar tau saja. saya sih berharap dia juga tau saya, biarpun lagi-lagi itu hanya sekedar harapan. But, is there wrong if I have a hope?
Saya sempat melupakan manusia ini di tahun 2007 awal hingga 2009 akhir, karena pikiran saya selama itu tertuju pada seseorang dengan hentakan yang cukup keras, hingga efeknya seringkali masih terasa. Guntur. but, its already gone, selama menyukai lelaki bernama guntur, tak ada lelaki lain yang saya suka, termasuk lelaki yang baru saja saya buka profile facebooknya. (sure, I can't write his name here, because ..) dan selama menyukai guntur pulalah, saya menjadi wanita yang tidak peduli dg laki-laki lain termasuk mereka yang sempat memberikan perhatian di masa SMA. Saya memang jahat sekali. so much sworn. padahal selama SMA saya bisa disebut tidak mengenal guntur, saya hanya baru bersapa dengannya di akhir SMA. I feel big sorry .. terkadang, saya menyesal dulu seringkali meremehkan kalian. 
Tapi ya begitulah adanya.
Dan masih kacau juga ternyata.
Setelah 2009 berakhir, waktu habis oleh kesibukan dan saya juga bertemu banyak orang, sehingga saya mampu memudarkan perasaan suka kepada si "petir" itu. Jika kali ini (lagi) saya membicarakan cinta, maka, saya memiliki hati yang benar-benar berantakan setelah tidak lagi menginginkan guntur untuk dimiliki sebagai kekasih. Menyukai lelaki yang ini, yang itu, ngeceng si ini, si itu. What the fuck? I can't handle my self to love someone. saya sendiri merasa menjadi mengerikan dengan menyukai banyak orang diwaktu yang sama, karena sebelumnya saya tidak pernah begini. Menyukai satu lelaki saja sudah cukup baik, sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan menyukai lima orang sekaligus. si G, si A, si R, si N, dan si J, bahkan di tambah si G (lainnya) karena merasa sangat menyesal memutuskan hubungan sms-an dengannya.
Tapi dibalik rasa suka terhadap lima tau sebutlah enam orang itu, 
jauh dalam keheningan, jika saya berada di rumah, someone who lost from 2006 inilah yang memenuhi pikiran saya. It isn't on my heart, but my mind! a bit crazy I think. but, my room, feel so full of him. So, no other man to think of.

Nah, jadi mengapakah saya kembali lagi kepada rasa cinta itu yg sempat menghilang. Cinta yang tidak pernah saya temukan rambut dan kepalanya, tangannya yang pernah menyenggol tangan saya di tahun 2005, cinta yang menghilang setahun kemudian.
saya benar-benar belum pernah melihatnya lagi, dan perasaan menggebu seperti dulu, saya sadar bahwa itu semua belum benar-benar menghilang.

Kembali,
saya tadi sempat bilang bahwa saya hampir kafir karena memikirkan sebuah do'a.
Ya inilah, do'a ingin di jodohkan dengan si orang hilang ini.

saya mencari banyak artikel di internet melalui Goggle tentang doa.
dan saya menemukan dua hal berbeda didalam sana mengenai doa yang tidak kunjung di kabulkan Tuhan.
beberapa teman saya, untung mau mengingatkannya.

isi kedua artikel itu intinya sih, 
setiap do'a yang baik Insya Allah akan di kabulkan oleh Tuhan,
saya yakin, tidak ada firman Tuhan yang saling kontradiksi.
Namun, lagi-lagi saya dipusingkan setan. saya mencoba belajar menafsirkan maksudnya, tapi saya malah menjadi semakin kabur. untunglah, tidak sempat murtad, bahkan hingga atheis. sounds bullshit, huh? atheist because I love somebody. its awful. Alhamdulillah tidak sampai begitu.
Astagfirullahaladzim.. I need to more istighfar.

Setelah beberapa hari kemudian, saya mendapat banyak penjelasan mengenai doa.
Saya memang tidak diizinkan untuk mendikte Tuhan dalam doa, tapi saya diizinkan untuk merayuNya didalam untaian permohonan itu.
saya sekarang hanya bisa dan harus yakin.
bahwa tak ada sedikitpun niatan Tuhan untuk mendzalimi kaum-Nya, kecuali kaum-Nyalah yang mendzolimi dirinya sendiri.

Saya yakin, Tuhan adalah hal yang Maha Baik dan Bijaksana. selebih-lebihnya hal yang tidak dapat dikejar oleh hal apapun didunia ini.
Saya percaya bahwa Tuhan menyayangi saya, karena itulah, dalam doa, saya harus percaya mengenai hidup saya yang saya pasrahkan padaNya ketika saya sudah berusaha sekuat tenaga. Saya percaya pada Dia, mengenai segala hal yang saya butuhkan, sesungguhnya Dia selalu lebih tau tentang banyak hal dibandingkan saya.
Setelah mendengarkan beberapa penjelasan,
saya tau sekarang apa yang harus saya lakukan,
yaitu membenahi diri dalam beribadah kepada Tuhan.
Saya dan Tuhan sama-sama memiliki kewajiban dan hak.
Kewajiban saya adalah beribadah kepada Tuhan dan hak saya adalah dikabulkan permohonannya oleh Tuhan. Sedangkan kewajiban Tuhan adalah mengabulkan permohonan umatnya karena itu adalah janjinya, dan hak Tuhan adalah diibadahkan oleh umat.
Semuanya saling tarik menarik.
bukan hanya Tuhan yang membaikkan saya, namun saya juga yakin bahwa lingkunganpun juga berbuat begitu.

Saya memang belum pantas menjadi wanita pendamping hidup laki-laki itu yang sedang hilang.
sehingga saya perlu membenahi diri untuk menjadi pantas baginya.
dan saya berdoa,

"semoga Tuhan mau menjodohkanku dengannya, membaikkannya untukku, membaikkan ku untuknya, dan membaikkan hubungan kami berdua bagi anak-anak kami kemudian, dan membaikkan keluarga kecilku itu bagi lingkungan lain yang lebih besar. menjadi sebaik-baiknya makhluk untuk membaikkan lingkaran dunia. Namun, Tuhan, biarkan aku pasrahkan, Engkau dalam menganugrahkan segala yang terbaik menurutMu bagiku, jika segala yang kuinginkan adalah tidak, maka, relakanlah aku untuk semua takdirku." Amin.

I love You God. Endless love, for You.


Sabtu, 12 Februari 2011

surat untuk jodoh yang masih dirahasiakan Tuhan



-----------------------------------------------------------------

“ aku hidup dari sini.. dari darah mengalir ..
                        Aku mati disini.. diatas darah mengalir ..
            Aku ada disini.. mungkin disalah satu denyut nadimu..”

Tuhan,
engkau yang maha penyeimbang kehidupan

lindungilah jodohku yang sedang bekerja keras mencari iman dan uang untuk masa depan kami
lindungilah ia mulai dari imannya, pergaulannya hingga perjalanannya menuju kemari.

dan kuatlah engkau wahai jodoh yang sudah ditentukan Tuhan
semoga kita berdua selalu dalam kebaikan
dan selalu dijagaNya dalam kelengkapan hingga pertemuan kita nanti.

I'm waiting for you
jodohku yang masih dirahasikan Tuhan.

Kamis, 10 Februari 2011

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia, 2009

: Artikel

Cerdas Bermedia, Cerdas Berkomunikasi
Dewasa ini, orang – orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi. Mereka yang membutuhkan informasi dapat mencarinya segera dengan mudah, baik dengan membaca buku, koran, majalah,  menonton televisi, mendengarkan radio, atau yang sedang in adalah dengan ber-internet ria.
Memang tidak ada yang bisa menyangkal jika media komunikasi informasi saat ini sedang berada pada puncaknya. Salah satu  faktornya mungkin adalah kebutuhan orang – orang yang haus akan informasi dan komunikasi dan maraknya media yang mewarnai jalannya komunikasi dunia saat ini.
Ketersediaan media yang ada dimana – mana, dan media yang cenderung dapat merubah pandangan, sikap dan prilaku individu atau kelompok dapat menumbuhkan budaya media pada masyarakat. Sehingga, interaksi pada media dan masyarakat tidak dapat dielakan lagi. Perkembangan media massa yang cepat membuat masyarakat ikut terseret didalamnya. Jika kita melihat dampak positif dan negatif yang ditimbulkkan akibat perkembangan media ini tidak akan pernah ada titik temunya. Siapapun, biarpun orang itu menghindar dari media, tapi ia akan tetap menjadi fokus media.
Media merupakan place orientation bagi masyarakat dalam mengetahui perkembangan berita di dunia ini. Tidak hanya berita, tayangan yang fiksi pun menjadi incaran setiap msyarakat dalam bermedia. Tidak dapat disangkal keberadaan sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia. Mereka yang menganggap media sebagai kebutuhan tentu akan merasa hampa jika tidak mengkonsumsi media. Media bisa dikatakan alat penyalur antara dunia luar yang tidak diketahui seseorang dalam kehidupannya, meskipun ada suatu rekayasa yang dapat dibentuk oleh media itu sendiri.
Dari situ dapat diambil suatu pendapat bahwa media tidak seratus persen menyajikan kenyataan yang memang terjadi dalam kehidupan ini. Media memiliki agenda yang bertujuan untuk kepentingannya sendiri. Mereka akan bekerja sesuai dengan orientasi yang mereka kembangkan sejak awal. Dengan demikian, kecerdasan bermedia adalah penting bagi setiap individu.
Kecerdasan bermedia adalah suatu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi  dan menghasilkan komunikasi dalam berbagai bentuk melalui media. Dengan cerdas berkomunikasi, maka setiap individu dalam mengolah informasi untuk menjadi bekal kehidupan sehari – hari. Kecerdasan bermedia juga sangat penting, karena dengan bermedia, berarti kita berkomunikasi dengan kehidupan secara tidak langsung dan tidak alami dan itu sangat rentan untuk terdistorsi, yaitu sebuah proses yang memungkinkan seseorang untuk menciptakan atau mengubah informasi yang ditangkap melalui inderanya untuk disesuaikan dengan apa yang menjadi sudut pandangnya. Bermanfaat baginya atau tidak, tergantung pada bagaimana hal ini diterapkan dalam kesehariannya. Jadi dengan begitu, setiap individu dituntut untuk memilki kecakapan dalam berhadapan dan mengonsumsi media.
Dengan cerdas bermedia, maka kitapun akan cerdas dalam berkomunikasi dan itu akan menjadikan kualitas manusia suatu negara menjadi lebih baik.

Senin, 07 Februari 2011

my first diary

Sebelumnya, perkenankan saya untuk tertawa terbahak-bahak.
Posting kali ini tidak lucu, tidak juga keren, dan tidak juga mengharukan seperti biasanya.
Ini hanya sekedar posting pamer, karena saya baru saja membuka kembali "buku diary" yang saya miliki waktu saya berumur sekitar 13 tahun, kurang lebih itu sekitar SMP.
sebelumnya, saya minta maaf dulu karena nama-nama yang hadir di tulisan saya kali ini akan saya sensor. Bukan apa-apa, itu karena jika saya tidak begitu, maka sama saja dengan saya membuka rahasia saya sendiri.

Ini ada beberapa tulisan saya dalam beberapa hari di tahun 2004, begini lah tulisan saya dulu ..

"Minggu, 25 Juli  04
Dear Dyary..
Hari ini hari pertama aku nilis disini. 
Aku seneng banget punya temen baru dech! apalagi temen ku ini bakal mau nerima semua curhatan aku ini. aku bisa nge-bagiin semua isi hatiku ini suka, duka, dan bahagianya aku!
Ya Ampun aku lagi kegirangan banget nich! dyary dari kapan-pun kamu pasti udah siapkan jadi pendengar-ku-ini! Aku seneng banget suer, sumpah dech!
Udah ya Aku udah ngantuk lagian aku bakalan main kartu sama my sister n' my brother!...
Thank You! "

"Selasa, 5 Okt '04
Dear Dyary...
Hari ini aku bertanya-tanya, kenapa aku suka sama ____, gak tau kenapa, padahal dia itu menurut aku ga cakep-cakep banget!!!, tapi pas---------------------,-------m aku ga ngerasa apa-apa. setelahitu aku baru ngerasain sesuatu.. Aku deg-degkan waktu dia mau ke bintalis, dia mampir dulu ke depan kelas 2.A.. Pas aku mo keluar kelas banget.. aku bener-bener deg-degkan..
aku gak tau kenapa bisa gitu..
gak tau kenapa kalo di bintalis aku selalu liat sana-sini nyariin____, gak tau kenapa, kayaknya kalo udah liat dia aku tenangggg banget!!! tapi aku belum pernah liat dia lagi..
Diary apa aku emang ada FILING sama dia?
dyary, gak tau kenapa setiap aku liat dia, eh dia juga liat aku!!!
aku jadi ngerasa kali dia juga ada FILING ke aku.. tapi aku ga boleh takabur dulu, aku gak boleh berharap!!! Siapa tau, itu cuma kebeneran doang!!! Khan bikin kesel ke akunya...
Apa aku bener-bener punya FILING sama dia ?!? Hal ini kok yang dipertanyakan!!!"

"Rabu, 6 okt'04
Dear Dyary..
Dyr, ku ngeliat dia lagi tadi, aku ngeliat ____!!!, Dia baik banget dech sam orang kayanya..., tapi katanya, orangnya jute.. pas istirahat, dia lagi ngeliat sesuatu sambil nunjuk trus sambil ketawa.. lutchue banget..
Trus tadi aku ngenter Hana ke WC, dia lagi di luar, eh dia juga ngeliat aku, ya pas banget aku lagi ngeliat dia, Hana khan lagi marah-marahin murid yng bajunya keluar, gak pake dasi,, terus aku bilang "ya ampun Hana cerewet!!!" aku ketawa, eh, ____ juga ketawa.. ehm, 
Aku baru kali ini banget ngerasa icnta sama cowok/seseorang.. rasa yang ngebet bnget kayak gini.. apa ini yang namanya CINTA????#(cinta ditulis pake pulpen merah)
Dyar, apa aku pantes cintai ____? aku pacarin ____?, ehm, aku sich ngerasa selalu deg-degkan kalo ketemu dia...aku nech pengecut banget. Pertama kali aku tau dia yang namanya _____, aku bilang padahal dia gak terlalu cakep. apa ini balasan dari Allah..
Aku ingin dya tau isi hati aku yang sebenernya.. tapi gak mungkin khan ..
denger-denger ____ tuch udah JD sama ______, aku tau aku gak berhak ngelarang ____ JD. sama orang lain..
aku telat, aku terlamat, kenapa ya Allah aku harus suka sma dia.."

"Kamis, 7 Okt '04
Dear Dyry..
Kayakny aku makin cinta dech sama ____, vk punya FILING sama dia, tapi, vk ngerasa dia juga ada FILING sama vk. Tadi olahraga, aku emang nanti-natiin olahraga, abis vk tau bakal ada ____. Vk tadi ngeliat dia, lagi main basket, dia kayak tambah ganteng aja dech..
tadi abis olahraga vk emang ngeharap vk ngeliat dia lagi.. eh taunya vk ngeliat dia lagi, abiss dari wc (ganti baju) vk emang nyariin dia, taunya ngeliat pas banget dia mo keluar dari kelas, eh pas juga vk ada di depan kelasnya.. vk langsung deg-degan..
vk tadi ke Lab.Elektro, pas selesai jam pelajaran elektro, vk khan ke kelas lagi tuch, eh taunya vika ngeliat dia lagi sendirian..
vka khan deg-degan tyuch, dia kayak nyamperin vika, tapi karena ada Nella ma Arin jadi kayak gak jadi... Vika sering banget ngeliat dia, pasti dan selalu kal vika ngeliat dia, dia juga pasti ngeliat vika, knapa yach, penasaran.. ____, vika kasih puisi buat k-moe...
benarkah ini cinta.. ?!?
ya ampun vika males nulisnya abiss panjang..." #maksudnya apa nih? hahaha

daaannn Dear Dyary lainnya yang sebuku penuh itu ..  

Oh MY GOD! lucu sekali membaca diarynya. selain tulisannya yang "modern" sekali, dan cara saya menceritakannya sangat "baik" sekali, gaya penulisan saya saat itu juga masih berantakan biarpun hari inipun juga masih berantakan, hahaha tapi itulah belajar, maklumlah kalo itu tulisan sangat membuat geli karena saya memang masih kecil saat itu.
tapi btw,
itu adalah cinta pertama saya kamu tau, orang yang diceritakan dalam diary itu adalah lelaki pertama yang pernah membuat saya jatuh cinta. hahahaha.. dasar anak kecil!
tapi ternyata di akhir cerita buku itu, tidak ada Happy Ending seperti di Film-film romantis.
Saya dan laki-laki itu tidak pernah kenal hingga sekarang. 
hahaha...

he is the man who can't be moved la la la.... 



#Kamus : FILING = FEELING = PERASAAN. hahaha (sok gaul dulu)

Surat untuk Ibu dan Ayah

Annisa Vikasari, 
Bandung, 7 Februari 2011.

untuk Ibu dan Ayah 
melalui Tuhan.

Umurku baru saja 19 tahun,
tapi 19 tahun sudah terlalu sering merepotkan kalian.
bahkan hampir selama aku hidup, tak ada sedetikpun aku biarkan kalian tidur dengan tenang.
Aku tak pernah lupa mengeluh jikalau kalian salah,
tak pernah lupa menggerutu jikalau kalian menyuruh, atau selalu mengabaikan semua nasihat yang kalian titipkan padaku sebagai petunjuk kehidupan.
Aku sudah cukup terlalu sering membiarkan kalian kalut dalam kemarahan, dan tetap egois karena aku selalu masih juga merasa benar sendiri. Aku selalu berpikir, bahwa ini adalah hidupku, akulah yang tahu yang terbaik yang mana, tanpa perlu mempertimbangkan pendapat kalian, karena tentu aku yang menjalani ini semua, bukan kalian.
Bahkan, rasanya semakin besar umurku, aku menjadi semakin jauh pula dengan kalian. Aku merasa sudah dewasa, begitupun dengan kalian yang sudah menganggapku dewasa, sehingga aku sering merasa bahwa kalian terlalu ketuaan untuk memikirkan hal-hal yang terjadi di jaman sekarang.
Aku seringkali tak sadar, betapa kalian pasti juga sering mengeluh tentang kelakuanku. 
biarpun aku yakin, cara kalian mengeluh itu adalah pertanda kalian memang sudah tidak mengenal aku lagi yang semakin menjauh dari tata cara hidup kalian yang selalu aku anggap kuno itu.

Tapi Ibu dan Ayah, 
apapun yang aku lakukan, diluar dari semua perbuatan acuhku,
jujur dari hati yang terdalam, kalian lah cinta sejati yang Tuhan rahmatkan kepadaku.
entah apakah aku menginginkan kehidupan ini melalui kalian ataupun tidak, tapi kalian adalah cinta pertamaku.

Aku bukan seorang pujangga, atau penulis dengan seribu bahasa yang indah dan mengharukan.
Aku adalah seorang penulis biasa yang ingin menjadi luar biasa, untuk Ibu dan Ayah, dan Aku.
Aku sayang kalian,
aku terharu karena ayah pernah bilang, "Papa cuma minta, tolonglah untuk mengurangi rasa was-was orang tua dengan tidak pulang malam" , kau tau Ayah, kata-kata itu tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, yaitu sewaktu kau terus-menerus menahanku keluar malam untuk bermain bersama teman-teman. 
Ayah, biarpun kita tidak sedekat seperti antara aku dan Ibu,
tapi aku juga mencintaimu setara dengan rasa cintaku terhadap Ibu.
Jika aku tidak pernah meluapkan rasa cintaku kepadamu secara langsung, itu terlebih karena aku tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya.

Aku menyayangi Ibu dan Ayah.
dan melalui Tuhan,
aku menitipkan tumpahan perasaanku untuk mereka yang aku rindukan.
bahwa aku mencintai mereka berdua,
mereka bugar ataupun renta, modern ataupun kuno, cerdas ataupun bodoh.
Tak ada seorangpun di dunia ini yang mampu menggantikan sosok mereka yang menakjubkan itu.

Kau tau Ibu, Ayah,
akhir-akhir ini sering sekali aku merindukan obrolan kita bertiga di ruang televisi ketika aku berada di kampus, seolah aku sedang kehilangan kalian. Aku merindukan pertemuan kita bertiga ketika makan malam saat aku berada ditengah-tengah kesibukan kampus dan organisasi, bahkan pernah sekali hingga aku menangis, padahal kita baru saja bertemu tadi pagi.

Ibu dan Ayah.
Sekarang aku masih 19 tahun. Dan sudah panjang keinginan-keinginganku untuk membalas kalian. 
Jikalau Tuhan mengikhlaskan,
aku ingin membawa kalian, kita bertiga saja, menuju ke kota Barcelona di Spanyol, atau kemanapun tempat dimana kita bertiga bisa melepas rindu.
Aku sekarang sedang merajut masa depan dengan keras, aku dulu pernah melawan kalian untuk bergelut di dunia ini, sehingga aku wajib memberikan hasil untuk kalian berdua. setidaknya, membuat senyuman lebar di wajah kalian karena aku.

Aku sayang Ibu dan Ayah, kalian berdua. I love you always more.. and always need you more.

Father and Me

Mother and Me

this is my dream, dream will come true
.

Sabtu, 05 Februari 2011

mengapa Jurnalistik?

J U R N A L I S T I K

Entah mengapa, jika melihat rangkaian huruf-huruf tersebut saya berpikir bahwa itu keren. Ada perasaan seperti takjub kalo baca itu kata. Rangkaian itu menjadi rangkaian huruf ke-5 yang menakjubkan buat saya, setelah ke-1 adalah TUHAN,  ke-2 adalah IBU & AYAH, ke-3 adalah MENIKAH & BERKELUARGA , dan yang ke-4 adalah BARCELONA & UKI  PETERPAN.
Ya, Jurnalistik adalah ilmu memang, tapi dia lebih tepat disandingkan dengan oposisi dunia.
Saya memang baru saja mengenal Jurnalistik, baru saja dua semester, namun rasanya sudah klop saya dengan dunia yang ini. Mungkin juga diakibatkan saya sudah mencium bau kerennya semenjak saya kelas tiga SMP.


Begini, sebelumnya saya akan jelaskan sesuai pengetahuan yang saya punya mengenai apa itu Jurnalistik.(kembali membuka catatan mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik yang ada di semester 2, sekaligus mereview tugas UAS karya tulis Dasar Penulisan di semester 3). 
Secara etimologi, Jurnalistik itu berasal dari kata Journ dari bahasa Perancis yang berarti catatan atau laporan harian. Dengan kata lain, jurnalistik adalah pencatatan atau pelaporan setiap hari.
Menurut Adinegoro, jurnalistik adalah semacam kepandaian mengarang yang pokoknya memberi pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya dan seluas-luasnya. Atau, secara teknis, jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya (Sumadiria, 2008:2). 


Lalu suralu, apa perbedaan Jurnalisti dengan Pers? apakah mereka sama? Jurnalistik dan pers adalah dua hal yang berbeda. Jurnalistik cenderung mengacu pada kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah berita, yakni untuk mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyebarkan berita. Sedangkan Pers, merujuk pada lembaga yang memberikan dan melaksanakan kegiatan jurnalistik.
Namun demikian, Jurnalistik dan Pers adalah dua hal yang menakjubkan.
Nah, lalu mengapa saya sangat merasa takjub membaca kata jurnalistik?
Mungkin dikarenakan saya memang sudah bercita-cita untuk terjun ke dunia ini semenjak 7 tahun yang lalu, ditambah perjuangan saya untuk sampai di Jurusan Jurnalistik itu cukup sulit dan berat. Bayangkan, saya harus melawan orang tua saya terlebih dahulu karena mereka lebih prefer saya masuk informatika. Saya harus dipundungin Mama dan Papa waktu tetap memutuskan memilih Fikom pada tes masuk Unisba. Bahkan saya memperjuangkannya sampai menangis. huhuhu
Namun Alhamdulillah Tuhan mendukung, wkwkw
jadilah saya ikut tes nya, dan alhamdulillah keterima biarpun swasta, haha (sakit hati sebenernya dapetnya swasta, tapi saya tau sekarang mengapa, karena Tuhan ingin mempertemukan saya dengan cinta kasih, agama, dan dunia lain di akuarium)
Saya memang berjuang benar-benar untuk bisa menjajah ilmu Jurnalistik di semester ke-3. Betapa tidak? awal-awal menjadi mahasiswa Fikom saya cukup merasa tidak menjadi diri saya sendiri. Banyak hal yang saya simpan sendiri mengenai ketidaknyamanan berada di kampus, bahkan menjadi orang yang (PD) terlalu baik karena di minta anter kesana kesini, saya selalu ada. 
Dulu, saya pernah kesal karena mendengar teman saya bilang kepada teman yang lainnya, "tuh minta anter ke si vika pasti mau" Itu memang bagus, karena berarti saya baik, tapi saya malah berasa jadi babu.
Semester 1 paling menyebalkan karena kerjaan saya hanya kuliah pulang kuliah pulang, untunglah ada PPMB (semacam ospek),  sehingga saya bisa bersamaan dengan teman-teman saya dikelompok Harold Laswell dan bisa dengan hati riang menyumbangkan waktu istirahat saya untuk mengobrol saya walau hanya sekedar nongkrong di kampus.
Namun, tetaplah itu menyebalkan.
Ditambah teman-teman terdekat tidak ada yang berniat masuk Jurnalistik, kecuali si Icha. apalagi menyebalkannya adalah teman-teman saya suka sekali mengejek jurusan Jurnalistik, entah dari cara berpakaian ala Jurnal yang keren, sampai tumpukan tugas Jurnal yang mengasikkan. 
Obsesi terbesar saya adalah bisa mengunjungi kota Barcelona di Spanyol dan bahkan berkeliling dunia, sehingga saya berpikir, bahwa jalan yang paling keren untuk bisa menggiring saya ke sana adalah dengan menjadi Jurnalis. 
Teman-teman tidak mendukung 100% mereka lebih banyak mengejek Jurnalistik. Namun, cita-cita adalah tetap cita-cita, semakin mereka ngejelekin Jurnalistik, saya semakin terangsang untuk bisa segera memasuki dunia gelap itu.


Finally, dukungan Tuhan tetaplah menjadi dukungan terbesar. Setelah pada akhirnya Tuhan memaksa orang tua saya untuk setuju, kini saya bisa merasa senang karena merasa di banggai oleh Ibu dan Ayah. Mereka sering sekali, sekarang, memperkenalkan saya sebagai calon Jurnalis. Bisa kau bayangkan seberapa senangnya saya? Ya, saya bahkan senang sekali. tidak ada terlewat cerita mengenai dunia jurnalistik yang sedang saya jelajahi ini kepada mereka hanya sekedar supaya mereka tau betapa keren dan menariknya dunia jurnalistik ini.
Sekarang, saya semakin bertambah senang. Banyak hal terlalu amazing yang saya dapatkan dari Jurnalistik meskipun saya baru saja menjajakinya sekitar satu semester, namun satu semester ini saja sudah banyak sekali memberi keberuntungan buat saya. Saya yakin, semester berikutnya biarpun pasti berat, dan pasti dapat saya taklukan lagi, pastilah tetap menyenangkan. Selain membuat Film, membuat Majalah dan pengalaman liputan luar biasa pernah saya dapatkan, seperti saat mewawancara pedagang Cabe, Uki peterpan, hingga Dede Yusuf, adalah lingkungan yang keras namun hangat, KMJ.
Saya sih berharap, bukan hanya waktu-waktu ini yang menyenangkan, tapi juga waktu-waktu selanjutnya hingga saya benar-benar menjadi Jurnalis Travelling.
Saya yakin, fokus saya kepada cita-cita, adanya dukungan Orang tua, dan lingkungan yang juga jurnalistik banget,  Tuhan pasti mendengar, dan mau mengabulkan. 
Saya punya cita-cita, lalu bagaimana denganmu?

Selasa, 01 Februari 2011

yang manis, yang tragis!

Kemarin sore, ketika sedang mengendarai motor kesayangan saya itu, tiba-tiba saja pikiran saya melayang jauh teringat masa-masa indah sekitar 10,9,8,7 tahun lalu. Adalah mengenai memiliki gank gaul dan pergaulan gank yg gila.
Jikalau umur saya sekarang adalah 19 tahun, berarti 10 tahun yang lalu umur saya adalah bukan 5 tahun, melainkan 9 tahun itu dikarenakan 19 - 10 = 9. Masa itu aja kamu ga bisa ngitung? parah banget sih.
Lalu sudah sebesar apakah saya di umur 9 tahun itu? yaitu adalah sebesar anak kelas tiga SD. Itu berarti sudah cukup besar untuk menjadi salah satu anggota gank.
Pasti anda sekalian tidak percaya dengan kemampuan saya menjadi anggota gank? ya bukan? bukan pasti. ini dikarenakan saya tau saya itu imut-imut dan manis sehingga rasanya tidak mungkin jika saya adalah salah seorang dari anggota gank yang LOBA GAYA.
Namun apa daya, Tuhan berkata lain. entah salah saya masuk ke sekolah itu atau bagaimana, sehingga akhirnya saya dikenalkan Tuhan dengan teman-teman abnormal dan keji itu. 
Adalah SDN.RANCALOA III (sebuah sekolah yang ambruk di tahun 2001 dikarenakan terkena angin puyuh, sehingga kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tiga tempat yang berbeda, yakni kekelurahan, ke kantor wilayah, hingga ke gor sebuah SMK) angkatan saya (saya lupa saya ini angkatan berapa) yang paling banyak menarik perhatian pihak kawan, lawan, beserta guru dan kepala sekolah. Mengapa? pasti dipikiran anda ada pertanyaan "mengapa" dan atau pikiran "penting ya ini cerita?" ya pentinglah, lalu mengapa anda mau membaca jika buat anda ini tidak penting? penasaran kan?

begini:

Menjadi anak SD itu seharusnya adalah menjadi anak manis yang baik dan pintar, suka mengacungkan tangan kalau guru bertanya, dan atau adalah suka jajan bakso goreng yang harganya masih 100 rupiah saja. kadangkala, suka juga ikutan main karet, main ucing kup, main ucing betadin, main ucing jibeh, main kuwuk, beli cireng pake saos encer, beli orson yang entah airnya mateng atau ga, beli es teh 100 perak yang dipelastikin, dan banyak lagi.
Namun saya abnormal. sebenarnya sampai sekarang, karena itulah saya cerdas. bukankah semua orang abnormal itu cerdas? ya, ini saya contohnya. Saya abnormal karena saya mau berteman dengan orang-orang yang juga abnormal. menyebalkan? YA. Namun karena saya baik, mangkanya saya suka aja jadi orang abnormal seperti sekarang, apalagi sudah Tuhan karuniakan juga kecerdasan yang tidak dimiliki orang lain, seperti saya ini, buktinya saya sudah sering dapat ranking dari SD dulu. (menyombong)
Saya berlabuh diantara teman-teman yang gila. entah terpengaruh dari mana, namun begitulah keadaan pertemanan saya. Di kelas setingkat dua SD, kami sekelas sudah dicap sebagai kelas yang nakal seantero SD Rancaloa, betapa tidak? tiada hari tanpa tatalu dan ribut. Efek ini berlanjut terus hingga kelas 3 SD. Ibu guru saya tercinta, Ibu Ai, adalah wali kelasnya. Hanya dia yang dengan terpaksa mau menjadi wali kelas untuk kami. Bayangkan, tidak ada guru yang rela mendidik kami di kelas 3. teganya guru-guru itu.. Coba bayangkan lagi, sekecil apa kami hingga bisa membuat guru kami membanting pintu, melempar buku-buku, mendobrak papan tulis, teriak-teriak hingga menangis, kalau bukan kelakukan kami yang sok besar itu? kami memang keterlaluan.
Kalau hanya sekedar menjadi anak nakal, semua orang pasti pernah mencoba. Sekarang coba yang ini, pengalaman pribadi sekitar 8 tahun yang lalu, waktu saya kelas 4 SD.
Saya ini anak gaul abis, dan sudah gaul semenjak SD. haha. Coba bayangin lagi, dari semenjak kelas 3, saya dan teman-teman satu barisan membuat sebuah gank, yaitu adalah CWF, singkatan dari Club Woman Funky. Funky bukan? yaa lah tentu dikarenakan ada saya di dalamnya. CWF ini dibentuk oleh seorang teman yang pintar bernama Hindun, dengan tanggal berdiri yang dipaksakan yaitu 6 Juni. Kami suka berkumpul di rumah Hindun sebelum berangkat ke Sekolah, tapi mengerjakan PR masing-masing karena sewaktu SD, semua dikerjakan pribadi. dan sewaktu SD jika saya pintar, itu adalah hasil saya sendiri, jujur. CWF ini bukan hanya sekedar CWF, ini adalah gank keramat karena siapa yang ingin masuk kedalamnya haruslah dapat persetujuan dan "selevel"(saya ga bisa mengartikan yg ini sekarang) dengan kami. (seperti film-film bukan? yah, kami memang hebat). Dan CWF ini (saya sih merasa begini ya) adalah gank yang dikenal dimasanya dan ditakuti banyak orang di sekolah. Siapa yang tidak kenal dengan kami? banyak. tapi kami siapa? adalah CWF yang suka ngegencet anak baru, adik kelas, berantem dengan kakak kelas, dengan teman sebaya, dengan teman sekelas, bahkan kami pun pernah bertengkar dengan guru. keren kan? Seperti waktu itu, kita, CWF berantem di lapangan besar di kerumuni orang-orang dan saya salah satu didalamnya. woooooo asyiknya! :)
Hahaha.. bukan hanya CWF yang hebat karena sudah kenal dengan Linkin Park, Korn, Slipknot, Miroslav Klose, To Ming Se, Oliver Khan, bla bla bla, tapi itu kami sekelas yang hebat.
Bayanginlah. Sewaktu kami menjadi anak kelas 4 Sd, ada seorang murid baru namanya saya sensor, sebutlah dia Rosalinda. Rosalinda ini kasihan sekali, dia pernah kami siksa habis-habisan, mulai dari dilempar telor, di jenggutin, di suruh bersih-bersih kelas, pokoknya kami tega sekali, sampai akhirnya dia ga tahan dan pindah sekolah lagi. Watir nyak?? coba ingat-ingat deh ada berapa banyak anak baru yang pada akhirnya pindah sekolah lagi karena terlalu banyak disiksa sama kita. Ada lagi tuh, yang ini malahan sampe bapaknya dateng ke sekolah dan nampar salah satu temen kita, Rangga. 
Kami memang gaul abis. kompak, kompak sekali dalam hal brutal dan nakal. Menyenangkan sih sebenarnya kalo dipikir pernah punya pengalaman senista itu, keren! haha.
Pengalaman-pengalaman seru selama SD banyak sekali. Pernah dulu saya mengalami hal yg sangat memalukan. Ini berawal karena teman-teman saya mungkin kesal melihat celana olahraga saya yang super big size. Waktu itu saya sudah kelas 4. Namanya adalah Arizal Fauzi, seorang teman laki-laki, saya akui sekarang dia tam-pan, yang biasa dipanggil Ari. Tega sekali Ari ini, karena kenapa? karena dia memeloroti celana kebesaran 
saya itu di depan pintu kelas. Celana itu dipeloroti sampai bawah, dan saya segera menangis. Saya marah lalu mengancam akan melaporkan hal ini kepada papah saya. "awas siah bilangin sama papa saya!" sambil menangis dan menunjuk-nunjuk Ari. saya bisa bayangkan sejelek apa muka saya waktu tiu karena disaat yang sama saya juga terkena lemparan penghapus papan tulis sehingga muka dan rambut saya penuh kapur. Tapi untunglah, guru saya yang melihat segera menghukum Ari dan hendak memerosoti celana Ari di depan kelas, tapi karena suatu hal, tidak jadi. Saya ingat Ari bilang ini disuruh oleh Hendra, teman saya yang lain, dan seketemunya saya dengan Hendra, secara reflek saya pun memukul punggung Hendra sekencang-kencangnya karena marah. Itu adalah hal yang konyol bukan? ya!
Pengalaman menarik juga pernah terjadi di kelas 5. Saya dan teman-teman saya hendak menjaili guru Bahasa Inggris, kalau tidak salah namanya Pak Somadin. saya lupa kata-kata apa yang tertulis dikertas yang saya selipkan dibukunya, yang jelas tulisan itu sempat membuat kami diancam dilaporkan kepada kepala sekolah. 
Menegangkaaan!
Pengalaman konyol lagi adalah waktu saya kelas 5 SD. saya dan teman-teman pernah berperan sebagai intel dan detektif karena mengawasi teman saya yang ternyata suka mencuri di sebuah swalayan, memergokinya & melaporkan teman saya itu pada pihak swalayan. Pernah ngompol di sekolah waktu kelas 5 karena too much laughing, pernah ngompol di Griya Metro karena menertawakan orang yang mengawasi saya dan teman saya karena kita memang mencurigakan. Pernah jatuh dari sepeda karena tabrakan sama tukang becak. Pernah wawancara petani untuk mading kelas, sampai mandi disawah sama temen-temen gara-gara ngala capung kecil.
Pengalaman sinting lainnyaa terjadi sewaktu kita menjadi anak kelas 6. Asiiknya jadi anak kelas 6! bisa gencet siapa aja sesuka hati, dulu pernah kami gencet adik kelas kami cuma karena dia pake bandana. KEREN BUKAN? BUKAN, tapi itu SINTING!!! hahahaha...
Saya dan teman-teman juga pernah dapat uang sebesar Rp 100.000; dari walikota karena menjadi penari tradisional diacara pembukaan sekolah baru, menjadi Cheerleaders juga pernah!!! :) (gaul gila, anak sd udah kenal sama yang namanya cheerleaders!)

Pengalaman terkonyol terjadi di kelas 6, ini diantaranya :


1. Kami sekelas pernah dimarahin abis-abisan sama walikelas, Bu Mimin karena kami sekelas kompak tidak ikutan upacara sekolah. Alasannya waktu itu mudah saja, kami kan mau praktik Agama, jadi kami tidak perlu upacara lagi. BAH! gila, akhirnya kami kena hukuman di jejerin di depan lapangan upacara dan skotjam. Bukan cuma itu, hukuman kami ditambah karena kami harus meminta maaf ke seluruh guru, 6 x 3 = 18 ditambah guru-guru lainnya. kami berkeliling sambil menangis. "bu.. maafin kami yahh" cuuiiih!
2. Kami suka main jelangkung! sekelas tuh, bahkan pernah ada yang sampe kesurupan. Kami memulai permainan ini dikarenakan sekolah kami terkenal angker, dan entah benar atau tidak, teman-teman saya yg menjadi medium antara si "hantu gentayangan" dan kami, selalu bisa membuat kami percaya bahwa mereka benar.
3. Kebrutalan masih terjadi juga ternyata, kami sering sekali berkelahi antar sesama teman. itulah kami gank para perempuan yang cantik dan gank laki-laki sialan. hahaha. dulu pernah sampai salah satu teman kami bernama Bagus, tangannya sobek dan bercururan darah karena terkena pisau akibat bertengkar. Guru kami, Bu Mimin, sampai hendak menelepon Polisi sebagai ancaman agar kami tidak lagi nakal. Sebutlah kami gank nero, sangarnya. karena memang kami jahat, nakal, dan so gaul.
4. Ini niiih.. saya menjadi orang paling kasian di cerita yang ini. Setelah pada akhirnya kami itu
(antar SD, (Rancaloa 1,2,3) ga lagi musuh-musuhan karena kami berhasil menjadi berteman, lalu mulailah timbul benih-benih cinta anak monyet. adalah teman-teman saya sudah pada beger punya pacar, merayakan valentine, saling beli coklat, dan saya.. exceptionally not! tapi beruntunglah saya karena ternyata Tuhan memang sudah merencanakan saya memiliki satu kekasih, satu mantan, yaitu mantan pacar karena menjadi suami. 
AAAAMMMMIIIIIINNNNN.
hahahaha
wah sebenarnya banyak sekali saya punya cerita mengenai masa SD saya yang gaul dan gila.
Yang manis dan tragis, namun apadaya jikalau saya ceritakan semua maka diperlukanlah 100 page buat benar-benar mengeksplornya lebih dalam. terlalu mengasikan kehidupan saya ini, dan memang sudah sedari kecil kehidupan saya itu memang mengasikan. Kalau diingat-ingat, ternyata kami sangat keterlaluan ya, saya baru sadar, dulu sih rasa-nya itu semua keren dan gaul! :)

Tapi suka sekali memiliki teman seperti mereka, karena berteman dengan mereka membuat saya
menjadi seperti ini, seperti sekarang sesuai apa yang anda kenal. KEREN! :)) (WHAT? itu pasti anda bilang bohong)


But, By The Way.. Thanks a lot God for that.
dan maafin yaah teman-teman semua yang sudah pernah jadi bahan siksaan kita, itukan karena kami belum ngerti .. haha harap maklum! muaach! :*

Foto waktu Reunian :

Kiri-Kanan = Via, Nova, Vika, Gina

Ini waktu lagi bakar-bakar ayam syukuran kehamilan istrinya Hendra..

Kiri-Kanan : Egi, Dikwan, Ijal, Hendra, Asep, Dika, Imam, Rendy, Bima, Bagus, Dede
Atas, Kiri-Kanan : Vika, Via


Sebenernya punya sih foto-foto waktu masih SDnya.. tapi belum di scan, nanti deh menyusul! :D