Jumat, 28 Januari 2011

my Lovely KSR?

foto bareng selesai acara baksos
Ini cerita lain mengenai berorganisasi. Saya sebenarnya malas cerita mengenai organisasi yang satu ini, namun dikarenakan saya sedang suka menulis sehingga saya memilih topik mengenai organisasi ini. Yakni salah satu organisasi kampus yang saya follow (gaya twitter, biarpun saya gak punya twitter), disamping organisasi KMJ (Keluarga Mahasiswa Jurnalistik) dan Pers Suara Mahasiswa Unisba yang juga baru saya follow, again?
Inilah Korps Suka Rela Unisba yang nyatanya dan faktanya menjadi Korps Suka Suka Unisba. mengapa? ini adalah dikarenakan faktor kerelaan yang seharusnya nampak paling depan, menjadi rabun dan bak mitos. segelintir orang saja didalamnya yang sadar akan kesukarelaan yang seharusnya menjadi modal awal anggota, selain uang sebesar Rp 15.000,- tentu.
Buat saya, KSR ini adalah organisasi yang sangat menjadi dilematis karena apa? dikarenakan saya cukup dibuat merasa galau jikalau memikirkan yang satu ini.
Keterlibatan saya dalam tiga organisasi, yang mana dua diantaranya sangat menunjang cita-cita saya yang sudah menggebu-gebu semenjak kelas tiga SMP. Sedangkan, tersisa satu, yakni KSR inilah yang menjadi berbeda dengan kehidupan saya. KSR, adalah cabang abnormal dalam pohon hidup saya. Bak batang daun yang tiba-tiba tumbuh di badan pohon yang tidak ada batang dan cabangnya. sangat berbeda.
Marilah kita flashback mengapa saya bisa berada di KSR ini sekarang.
"Teringat satu tahun lalu (saya lupa tepatnya kapan) saya sedang ingin curhat kepada sahabat saya Wijayanti I. D. dan saya berniat bertemu dengannya di kampus karena kami adalah satu kampus, perbedaannya saya anak Fikom saat itu dan dia anak Psikologi sampai sekarang. Saya menelepon Yanti (begitu ia biasa disapa-red) dari Masjid Asy-Syari Unisba dan dia mengaku sedang di KSR. apakah itu KSR? saya tidak tau sehingga saya bertanya dimana itu? lalu jawab Yanti itu adalah di tangga mesjid Laki-laki, dan saya disuruh menuju kesana dan seperti memang Tuhan menakdirkan begitu, saya mau saja.
Saya bertemu dengan kedua teman Yanti, yaitu Ami dan Intan dan teringat kepada dua lelaki, salah seorang diantaranya duduk dibelakang meja pendaftaran. Yang duduk tentu ganteng sekali, berikut yang berdiri juga. Saya ditawari oleh Yanti untuk ikutan daftar KSR, dan saya kembali bertanya, apaan KSR? relawan. jawab Yanti. asyik sepertinya mendengar kata 'Relawan' sehingga saat saya dipaksa Yanti ikut daftar, seperti orang bodoh, saya lagi-lagi mau. Yantilah yang menulis nama, alamat, no.HP, dan fakultas tempat saya menjajah ilmu pendidikan. betul sekali saya ingat, saya benar-benar tidak niat untuk ikut KSR karena saya tidak tau apa itu KSR. Selanjutnya, sekitar seminggu kemudian, saya ikutan datang ke Open Housenya KSR di gedung fakultas kedokteran Unisba. dan ternyata diketahuilah Agli Adhitya dan Prasetya Hadi Nugraha yang waktu itu ada di meja pendaftaran.
Nampak bodoh dan asing. Selama open house, tak ada tuh disebut-sebut FIKOM, fakultasku tercinta yang fasilitas pelayanannya masing sangat minim sekali. sehingga saya merasa kesasar ada didalam sini. Ini juga akibat saya sebagai satu-satunya anak Fikom di dalam ruangan ini, please deh..
ini lalu sialnya: Selesai acara, saya malah di panggil bersama teman yang entah siapa dari psikologi itu. Adalah Luthfi Muhammad Ramdhani selaku Komandan KSR dan Agli Adhitya selaku Humas KSR yang sok berwibawa bilang : kita seneng ada anak Fikom disini, akhirnya, kamu pelopor. Shit bangetlah! karena kata-kata itu membuat saya merasa terikat. kalau bukan karena saya punya perasaan bertanggung jawab yang besar terhadap Fikom dan saya tidak mau Fikom dicap cemen sama anak-anak FK, saya tidak akan kenal dengan Kg Kiki, Kg Egi, Kg Novan, Teh Citra, Teh Bunga, Teh Aya, Kg Eros, Kg Rieza, Kg Kane, Kg Enggar, Jipi, Indra, Bad, Dani, Intan, Tri, Ila, Rifa, Sumi, Via, Mirza, Syifa, Vetty, Mitha, Andita, Nada, Opal, Oshin, Irna, Teh Ane, Teh Indah, Teh Wiwi, Teh Hany, Teh Arya, Kg Ckey, Kg Ariel, Kg Kombi, Teh Ima, Kg Fahri, Teh Sri, Kg Ariko, dan sebagainya hari ini. Sehingga jadilah saya terikat dan ikutan bayar 15rb untuk pendaftaran.
Saya diberi tau untuk ikut pelatihan pertama, yaitu pada hari Minggu di kampus Unisba di jl.Ranggagading, tapi dikarenakan saya memang tidak niat untuk ikutan KSR, sehingga saya menjadi males dan gak ikutlah itu pelatihan ke-1. Namun, diakrenakan saya baik dan manis manja pula imut. maka saya ikutan pelatihan susulan pada minggu berikutnya. dan DAMN! inilah pertama kalinya saya bertemu makhluk halus aneh yang judes bernama Rizcky Ramdhani D.P. ya, kang Kiki ini judesnya ga ada dua, walaupun pada faktanya dia adalah orang yang baik dan cukup bisa di andalkan.
Perjalanan selanjutnya tak perlu diceritakanlah ya, karena tidak terlalu cukup spesial. yang spesial adalah ini, saat saya dan teman-teman anggota muda sedang merancang acara Reuni Akbar KSR + bubar bersama anak Yatim. inilah klimaks dari pengorbanan ke kampus (untuk pertama kalinya) maksain padahal ga ada kuliah. cukup menguras waktu, namun menjadi sangat berharga tatkala acaranya berjalan dengan cukup membosankan namun ngangenin. Inilah titik awal mengapa saya tertarik untuk berada lebih lama di KSR. (mungkin faktor menjadi dekat dengan teman-teman seangkatan, itulah).
Setelah acaranya selesai, saya dan teman-teman tidak lagi bertemu sampai pada piket Taaruf. Setelah itu saya menjadi sangat rajin untuk datang tepat waktu di Rapat-rapat. ANEH BUKAN? ya, ini aneh sekali. dan blablabla. rapat-rapat saat itu juga tetap tidak spesial, yang spesial adalah saat piketnya. saya gak bisa apa-apa, semua orang di KSR juga tau itu, lalu mengapakah saya menjadi seorang KSR, padahal saya tidak bisa BP? dikarenakan saya juga tidak tau mengapa alasannya hingga saat ini. inilah titik kedua mengapa saya merasa dihargai, ini, Egy Pratama, seorang senior saya di KSR bersama dengan Fahri Ahmad dan Enggar Hestu yang bersamaan dengan saya menjaga piket taaruf dengan berduduk di tangga batu bilang : "Komunikasi itu 80% membantu penyembuhan pasien dibandingkan dengan medis yang hanya 20%" terimakasih banyak telah membantu saya untuk tidak lagi minder menjadi anak Fikom sendiri ditengah-tengah anak Kedokteran, Psikologi, dan Farmasi.
Selanjutnya, cerita-cerita menarik dan sangat menyebalkan mulai bermunculan. ini mungkin adalah efek dari kegiatan rapat-rapat rutin Bakti Sosial pada bulan Oktober 2010 yang kemudian menjadikan saya merasa cukup akrab dengan para insan KSR. ini menyenangkan! biarpun menjadi sangat mengesalkan karena tugas menjadi sekretaris ternyata berat juga. Tugas-tugas diemban dengan rasa kesal, namun suasana rapat selalu bisa menggugurkan rasa kesal itu. akhirnya.. banyak cerita bertambah mengenai KSR, baksos yang akhirnya terjadi itu dan merupakan baksos pertama saya membuat saya merasa bertambah akrab dengan teman-teman KSR (lagi).
Setelah baksos selesai, maka selesai pula lah kegiatan saya dengan KSR, namun ternyata belum karena ada kegiatan Donor Darah yang kemudian kembali menjadikan saya sebagai sekretaris untuk Novan Ardiansyah. ini orang solehnya ya Allah.. salut sekali dengan kg Novan ini. Hebat! tulisan tangannya cukup memperlihatkan bahwa dia adalah orang yang baik dan penuh kasih sayang terhadap teman-temannya (masa ya?) Tapi begitulah, tidak selamanya orang baik selalu baik, sebaik-baiknya orang ternyata kg Novan ini suka ngancem juga. 
Lalu berlalu, waktu juga berjalan, berlalu. Menjadi anak SM juga ditambah KMJ adalah hal yang sudah saya tunggu semenjak setahun yang lalu, dan kegiatan-kegiatan ini membuat kegiatan saya semakin padat. sehingga saya cenderung menjadi sangat sibuk.
Padat kegiatan membuat saya takut tidak mampu melalui semuanya, termasuk juga dengan KSR. inilah, bukannya saya berniat menomortigakan KSR, tapi memang Tuhan juga tau bahwasannya saya memang ingin menjadi Jurnalis sehingga saya membutuhkan pengalaman-pengalaman itu"

Selanjutnya hingga sekarang, setelah pelantikan KSR juga yang masih ditunda-tunda, saya seringkali terpikir untuk segera mengakhiri keanggotaan saya di KSR. sampai detik ini bahkan, saya masih sering berpikir bahwa saya ini memang benar-benar nyasar dan berada di tempat yang salah. Tapi buktinya Tuhan lagi-lagi menahan saya untuk segera beranjak dari markas itu.
inilah itulah KSR yang selalu bisa membuat saya tersenyum ditengah rasa kesal yang sangat dalam kepada KSR. karena lagi-lagi hobi mereka (senior di KSR-red) adalah tukang ngancem semua dan mereka adalah orang-orang yang tega sekali karena sering sekali aku di maki, di ejek, di siksa disana. Adalah Trie Astria, teman seangkatan saya yang tau sekali seberapa KSR menjadi dilema untuk saya, ini dikarenakan saya sering sekali curhat pada orang yang satu ini. Dan bersama dengan R. Kusumainten N. kami bertiga sering gila-gilaan conference di YM melepas penat menjadi anggota KSR.

but, there always reason why God do it to us! walau saya ga ngerti mengapa hingga saat ini saya masih juga bertengker di KSR, yang pasti yang saya yakin adalah, KSR mungkin saja menjadi hal baik lain buat saya biarpun saya adalah satu-satunya anak KSR yang ga bisa ngapa-ngapain kecuali protes dan bawel.
ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan mengenai kejelasan hubungan saya dengan KSR yang sering sekali bikin rindu itu. Waa.. kangen KSR :)


Dari Kiri ke Kanan : Kg Egy, Kg Eros, Vika (yg paling imut), Kg Lutfi

kiri ke kanan : Via, Tri, Teh Wiwi, Vika, Teh Bunga

Barengan temen-temen seangkatan + teh Citra

campur :
ini norak abis karena smua pegang apa yaaa namanya, kalo ga salah stetoskop.wkwkwkw


Lalu, bagaimana keberlangsungan saya di KSR selanjutnya?
apakah bertahan atau menyerah?
we'll see

5 komentar:

  1. Matur suwun,,,
    Trims,, Gimana punya kabar?? enak punya teman banyak ya,, kalau q teman banyak, tp jarang ketemu, cuma teman kerja wiraswasta, maukah anda jadi teman saya??
    maaf kalau ganggu aktifitasmu,, trism!!!!

    BalasHapus
  2. ya sama sama mas.. kabar apa ya mas?
    alhamdulillah ada teman banyak,
    bukankah kita sudh brteman?

    BalasHapus
  3. ya..makasih!!!
    Q do'akan semoga pean terhindar dari segala musibah n selamat dunia hingga akhirat,Amin...!!

    BalasHapus
  4. menarik juga ya..organisasi ttg jurnalistik.
    yang penting bisa membagi waktu aja

    salam kenal ya

    BalasHapus
  5. ya .. hehe jurnalistik adalah dunia paling menarik kedua untuk saya. Iya.. mudah2n selalu bisa membagi waktu,

    salam kenal juga.

    BalasHapus