Minggu, 02 Januari 2011

mari semangat!

Tak ada salahnya bermimpi, kegiatan “bermimpi” itu tidak merugikan sama sekali. Bahkan, dengan bermimpi kita dibawa untuk memiliki kehidupan yang lebih “karuan”. Maksudnya, dengan memiliki mimpi, alias cita-cita, hidup kita menjadi lebih terarah. Menurut saya, salah sekali kalau kita ikuti pepatah “hidup itu bagaikan air, jadi mengalir sajalah..” that was freak!. Hidup itu bukan air yang mengalir, hidup itu adalah lintasan, ada lurus, kanan, dan kiri. There must be an option, and we as person have to drive the car and choose the one. HARUS.

Prinsip air adalah “mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah”. Nah, karena itu jangan sama dengan air karena dia hanya akan pergi ke tempat yang semakin rendah.

Pernah dengar kalau barang-barang jadul biasanya lebih "tahan banting"? coba cek, HPmu yg besar-berantena-hitam dan super jadul karena kamu memilikinya di tahun 2002, kamu pasti setuju sekali kalau HP itu lebih tahan banting dibanding HP keluaran baru zaman sekarang yang sekali jatuh, LCDnya BLANK.

Jadi, bagaimana kalau kita samakan diri kita dengan mobil antik? Yang semakin tua menjadi semakin mahal, semakin tahan banting, mobil yang tentu masih bisa kita gunakan untuk memilih jalan yang mana yang ingin dan perlu dilewati, mobil yang barang tentu akan membawa kita ke tempat-tempat yang ingin kita tuju.

Lintasan-lintasan dan mobil itu tentulah Tuhan yang buat, pilihannya ada ditanganmu, Tuhan, membantumu memilih dan membimbingmu berjalan di lintasan, seperti kru-kru F1 yang memonitor pembalapnya dari luar lintasan. Tapi, percayalah bahwa Tuhan membisikan hal-hal yang benar, karena Dia tahu apa yang akan terjadi di lintasan didepan.

“mimpi adalah kunci menaklukkan dunia”
Saya sangat setuju dengan kutipan lirik lagu Nidji-Laskar pelangi, untuk Film Laskar Pelangi.

"menaklukan" dunia, dalam rangka mencapai hasil yg selama ini ingin diperoleh.

Mimpi menjadi sukses, adalah mimpi semua orang.
tapi "sukses" tidak pernah terukur. tidak ada ukuran, dititik mana seseorang dapat mengatakan dan dikatakan sukses.

ingin "Sukses" menjadikan kita bermental tidak pernah puas, karena tidak tahu dimana titik hasil pencapaian itu dikatakan berhasil diraih.

bagaimana kalau mulai sekarang kita tekankan kita ingin jadi apa, sebutlah saya ingin menjadi seorang Ibu rumah tangga dengan rumah hasil desain saya dan suami saya nanti, hasil tabungan kerja berdua. pekerjaan saya nanti adalah menjadi travelling journalist dan menjadi seorang novelis.

ketika saya bisa mencapai titik itu saya tau saya telah mencapai hal-hal yang ingin dicapai,
hal-hal lain diluar target, anggaplah itu sebagai bonus dari Tuhan, karena Tuhan menilai kita sudah banyak bekerja keras untuk meraih apa yang ingin diraih, atas nama Tuhan, tentunya.
Tapi, Bermimpi saja tak cukup.

Mimpi tanpa perlakuan, tak akan terwujud sama sekali.
tapi perlakuan tanpa mimpi, kau seperti pekerja rodi, alias pekerja jaman penjajahan, 'babu' jepang.
jadi tetap bermimpi, dan mulailah berusaha mewujudkannya.
dan ingat, tetaplah Tuhan yang mengatur lintasannya akan berujung apa, jadi mintalah pada Tuhan, untuk menjadikan ujung lintasanmu sesuai dengan tempat yang ingin kau tuju.
SEMANGAT!


(dibuat untuk memotivasi diri sendiri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar