Senin, 31 Januari 2011

A.

bolehkah aku sebut siapa namanya?
namun itu bisa membuatku menjadi racun
menjauhkan aku dan menjadikan aku pengecut, pengkhianat.
tapi aku juga sebenarnya tidak ingin berlama-lama dengan perasaan ini.
aku mengakuinya sebelum aku tau dia juga begitu.
Sebutlah dia adalah bintang
Tuhan tau dia siapa.

jikalau ada waktu aku ingin meneriaki namanya sekali saja. supaya seantero dunia tau,
aku sedang membutuhkannya, karena aku bukanlah wanita sekuat karang, yang bisa berdiri sendirian.

Salahkah Tuhan aku meminta mereka berjuang? untukku? ku mohon..
aku menunggunya berjuang, karena terlalu lelah sudah terlalu lama berjuang mencarinya selama ini..

Jumat, 28 Januari 2011

my Lovely KSR?

foto bareng selesai acara baksos
Ini cerita lain mengenai berorganisasi. Saya sebenarnya malas cerita mengenai organisasi yang satu ini, namun dikarenakan saya sedang suka menulis sehingga saya memilih topik mengenai organisasi ini. Yakni salah satu organisasi kampus yang saya follow (gaya twitter, biarpun saya gak punya twitter), disamping organisasi KMJ (Keluarga Mahasiswa Jurnalistik) dan Pers Suara Mahasiswa Unisba yang juga baru saya follow, again?
Inilah Korps Suka Rela Unisba yang nyatanya dan faktanya menjadi Korps Suka Suka Unisba. mengapa? ini adalah dikarenakan faktor kerelaan yang seharusnya nampak paling depan, menjadi rabun dan bak mitos. segelintir orang saja didalamnya yang sadar akan kesukarelaan yang seharusnya menjadi modal awal anggota, selain uang sebesar Rp 15.000,- tentu.
Buat saya, KSR ini adalah organisasi yang sangat menjadi dilematis karena apa? dikarenakan saya cukup dibuat merasa galau jikalau memikirkan yang satu ini.
Keterlibatan saya dalam tiga organisasi, yang mana dua diantaranya sangat menunjang cita-cita saya yang sudah menggebu-gebu semenjak kelas tiga SMP. Sedangkan, tersisa satu, yakni KSR inilah yang menjadi berbeda dengan kehidupan saya. KSR, adalah cabang abnormal dalam pohon hidup saya. Bak batang daun yang tiba-tiba tumbuh di badan pohon yang tidak ada batang dan cabangnya. sangat berbeda.
Marilah kita flashback mengapa saya bisa berada di KSR ini sekarang.
"Teringat satu tahun lalu (saya lupa tepatnya kapan) saya sedang ingin curhat kepada sahabat saya Wijayanti I. D. dan saya berniat bertemu dengannya di kampus karena kami adalah satu kampus, perbedaannya saya anak Fikom saat itu dan dia anak Psikologi sampai sekarang. Saya menelepon Yanti (begitu ia biasa disapa-red) dari Masjid Asy-Syari Unisba dan dia mengaku sedang di KSR. apakah itu KSR? saya tidak tau sehingga saya bertanya dimana itu? lalu jawab Yanti itu adalah di tangga mesjid Laki-laki, dan saya disuruh menuju kesana dan seperti memang Tuhan menakdirkan begitu, saya mau saja.
Saya bertemu dengan kedua teman Yanti, yaitu Ami dan Intan dan teringat kepada dua lelaki, salah seorang diantaranya duduk dibelakang meja pendaftaran. Yang duduk tentu ganteng sekali, berikut yang berdiri juga. Saya ditawari oleh Yanti untuk ikutan daftar KSR, dan saya kembali bertanya, apaan KSR? relawan. jawab Yanti. asyik sepertinya mendengar kata 'Relawan' sehingga saat saya dipaksa Yanti ikut daftar, seperti orang bodoh, saya lagi-lagi mau. Yantilah yang menulis nama, alamat, no.HP, dan fakultas tempat saya menjajah ilmu pendidikan. betul sekali saya ingat, saya benar-benar tidak niat untuk ikut KSR karena saya tidak tau apa itu KSR. Selanjutnya, sekitar seminggu kemudian, saya ikutan datang ke Open Housenya KSR di gedung fakultas kedokteran Unisba. dan ternyata diketahuilah Agli Adhitya dan Prasetya Hadi Nugraha yang waktu itu ada di meja pendaftaran.
Nampak bodoh dan asing. Selama open house, tak ada tuh disebut-sebut FIKOM, fakultasku tercinta yang fasilitas pelayanannya masing sangat minim sekali. sehingga saya merasa kesasar ada didalam sini. Ini juga akibat saya sebagai satu-satunya anak Fikom di dalam ruangan ini, please deh..
ini lalu sialnya: Selesai acara, saya malah di panggil bersama teman yang entah siapa dari psikologi itu. Adalah Luthfi Muhammad Ramdhani selaku Komandan KSR dan Agli Adhitya selaku Humas KSR yang sok berwibawa bilang : kita seneng ada anak Fikom disini, akhirnya, kamu pelopor. Shit bangetlah! karena kata-kata itu membuat saya merasa terikat. kalau bukan karena saya punya perasaan bertanggung jawab yang besar terhadap Fikom dan saya tidak mau Fikom dicap cemen sama anak-anak FK, saya tidak akan kenal dengan Kg Kiki, Kg Egi, Kg Novan, Teh Citra, Teh Bunga, Teh Aya, Kg Eros, Kg Rieza, Kg Kane, Kg Enggar, Jipi, Indra, Bad, Dani, Intan, Tri, Ila, Rifa, Sumi, Via, Mirza, Syifa, Vetty, Mitha, Andita, Nada, Opal, Oshin, Irna, Teh Ane, Teh Indah, Teh Wiwi, Teh Hany, Teh Arya, Kg Ckey, Kg Ariel, Kg Kombi, Teh Ima, Kg Fahri, Teh Sri, Kg Ariko, dan sebagainya hari ini. Sehingga jadilah saya terikat dan ikutan bayar 15rb untuk pendaftaran.
Saya diberi tau untuk ikut pelatihan pertama, yaitu pada hari Minggu di kampus Unisba di jl.Ranggagading, tapi dikarenakan saya memang tidak niat untuk ikutan KSR, sehingga saya menjadi males dan gak ikutlah itu pelatihan ke-1. Namun, diakrenakan saya baik dan manis manja pula imut. maka saya ikutan pelatihan susulan pada minggu berikutnya. dan DAMN! inilah pertama kalinya saya bertemu makhluk halus aneh yang judes bernama Rizcky Ramdhani D.P. ya, kang Kiki ini judesnya ga ada dua, walaupun pada faktanya dia adalah orang yang baik dan cukup bisa di andalkan.
Perjalanan selanjutnya tak perlu diceritakanlah ya, karena tidak terlalu cukup spesial. yang spesial adalah ini, saat saya dan teman-teman anggota muda sedang merancang acara Reuni Akbar KSR + bubar bersama anak Yatim. inilah klimaks dari pengorbanan ke kampus (untuk pertama kalinya) maksain padahal ga ada kuliah. cukup menguras waktu, namun menjadi sangat berharga tatkala acaranya berjalan dengan cukup membosankan namun ngangenin. Inilah titik awal mengapa saya tertarik untuk berada lebih lama di KSR. (mungkin faktor menjadi dekat dengan teman-teman seangkatan, itulah).
Setelah acaranya selesai, saya dan teman-teman tidak lagi bertemu sampai pada piket Taaruf. Setelah itu saya menjadi sangat rajin untuk datang tepat waktu di Rapat-rapat. ANEH BUKAN? ya, ini aneh sekali. dan blablabla. rapat-rapat saat itu juga tetap tidak spesial, yang spesial adalah saat piketnya. saya gak bisa apa-apa, semua orang di KSR juga tau itu, lalu mengapakah saya menjadi seorang KSR, padahal saya tidak bisa BP? dikarenakan saya juga tidak tau mengapa alasannya hingga saat ini. inilah titik kedua mengapa saya merasa dihargai, ini, Egy Pratama, seorang senior saya di KSR bersama dengan Fahri Ahmad dan Enggar Hestu yang bersamaan dengan saya menjaga piket taaruf dengan berduduk di tangga batu bilang : "Komunikasi itu 80% membantu penyembuhan pasien dibandingkan dengan medis yang hanya 20%" terimakasih banyak telah membantu saya untuk tidak lagi minder menjadi anak Fikom sendiri ditengah-tengah anak Kedokteran, Psikologi, dan Farmasi.
Selanjutnya, cerita-cerita menarik dan sangat menyebalkan mulai bermunculan. ini mungkin adalah efek dari kegiatan rapat-rapat rutin Bakti Sosial pada bulan Oktober 2010 yang kemudian menjadikan saya merasa cukup akrab dengan para insan KSR. ini menyenangkan! biarpun menjadi sangat mengesalkan karena tugas menjadi sekretaris ternyata berat juga. Tugas-tugas diemban dengan rasa kesal, namun suasana rapat selalu bisa menggugurkan rasa kesal itu. akhirnya.. banyak cerita bertambah mengenai KSR, baksos yang akhirnya terjadi itu dan merupakan baksos pertama saya membuat saya merasa bertambah akrab dengan teman-teman KSR (lagi).
Setelah baksos selesai, maka selesai pula lah kegiatan saya dengan KSR, namun ternyata belum karena ada kegiatan Donor Darah yang kemudian kembali menjadikan saya sebagai sekretaris untuk Novan Ardiansyah. ini orang solehnya ya Allah.. salut sekali dengan kg Novan ini. Hebat! tulisan tangannya cukup memperlihatkan bahwa dia adalah orang yang baik dan penuh kasih sayang terhadap teman-temannya (masa ya?) Tapi begitulah, tidak selamanya orang baik selalu baik, sebaik-baiknya orang ternyata kg Novan ini suka ngancem juga. 
Lalu berlalu, waktu juga berjalan, berlalu. Menjadi anak SM juga ditambah KMJ adalah hal yang sudah saya tunggu semenjak setahun yang lalu, dan kegiatan-kegiatan ini membuat kegiatan saya semakin padat. sehingga saya cenderung menjadi sangat sibuk.
Padat kegiatan membuat saya takut tidak mampu melalui semuanya, termasuk juga dengan KSR. inilah, bukannya saya berniat menomortigakan KSR, tapi memang Tuhan juga tau bahwasannya saya memang ingin menjadi Jurnalis sehingga saya membutuhkan pengalaman-pengalaman itu"

Selanjutnya hingga sekarang, setelah pelantikan KSR juga yang masih ditunda-tunda, saya seringkali terpikir untuk segera mengakhiri keanggotaan saya di KSR. sampai detik ini bahkan, saya masih sering berpikir bahwa saya ini memang benar-benar nyasar dan berada di tempat yang salah. Tapi buktinya Tuhan lagi-lagi menahan saya untuk segera beranjak dari markas itu.
inilah itulah KSR yang selalu bisa membuat saya tersenyum ditengah rasa kesal yang sangat dalam kepada KSR. karena lagi-lagi hobi mereka (senior di KSR-red) adalah tukang ngancem semua dan mereka adalah orang-orang yang tega sekali karena sering sekali aku di maki, di ejek, di siksa disana. Adalah Trie Astria, teman seangkatan saya yang tau sekali seberapa KSR menjadi dilema untuk saya, ini dikarenakan saya sering sekali curhat pada orang yang satu ini. Dan bersama dengan R. Kusumainten N. kami bertiga sering gila-gilaan conference di YM melepas penat menjadi anggota KSR.

but, there always reason why God do it to us! walau saya ga ngerti mengapa hingga saat ini saya masih juga bertengker di KSR, yang pasti yang saya yakin adalah, KSR mungkin saja menjadi hal baik lain buat saya biarpun saya adalah satu-satunya anak KSR yang ga bisa ngapa-ngapain kecuali protes dan bawel.
ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan mengenai kejelasan hubungan saya dengan KSR yang sering sekali bikin rindu itu. Waa.. kangen KSR :)


Dari Kiri ke Kanan : Kg Egy, Kg Eros, Vika (yg paling imut), Kg Lutfi

kiri ke kanan : Via, Tri, Teh Wiwi, Vika, Teh Bunga

Barengan temen-temen seangkatan + teh Citra

campur :
ini norak abis karena smua pegang apa yaaa namanya, kalo ga salah stetoskop.wkwkwkw


Lalu, bagaimana keberlangsungan saya di KSR selanjutnya?
apakah bertahan atau menyerah?
we'll see

Kamis, 27 Januari 2011

FILM

Ku Kejar, Ku Tangkap :


http://www.youtube.com/watch?v=RNLo1A4MJVE ]


Horror Movie : (ngerjain Daslog) :




Thanks For :
Dear Friends,

Arga Prahara, Riska Herliafifah, Rizki Andriansyah Putra,

Deden Hamzah Pratama
Gita Mahayuningtyas
Hella Elvaretta
Rio Hefrianto
Firyal Abdurrazaq
Ayub Angga

and

Jurnalistik Unisba 2009


I love busy on my January

tema bulan Januari 2011 adalah :

MAKING FILM AND HOW TO BE A FILM MAKER!

Diawali dengan diajakin temen untuk gabung grupnya supaya bisa ikutan ngirimin sinopsis ke kompetisi film pendek yang diadakan Bogalakon Pictures dan Sampoerna Foundation melalui Lab Multimedia Unisba, lalu ditambah tugas UAS Videografi yaitu buat Film cerita, so, my January is about FILM!

Sebenernya saya ga terlalu suka sama film, gak hobi goes to the cinema juga (dikarenakan saya lebih suka uangnya dipakai buat makan) namun cukup suka dengan merangkai tulisan bak karangan-karangan sastra, seperti sebuah cerita. yah, mengarang sebuah kisah hidup manusia lebih mudah biarpun itu menjadi hal tersulit tatkala sampai pada cara menggabungkan cerita dan menyampaikannya pada konflik dan klimaks, dan tentu seperti apa ending ceritanya.
Terkadang, memiliki cerita dengan ending too much happy is too much fabled. saya sih ingin punya novel dengan ending cerita yang biasa saja karena yang luar biasa sudah terlalu banyak. namun, biasa ini menjadi hal yang lain dikarenakan cerita-cerita yang dituangkan melalui kata-kata dalam bentuk tulisan di file-file word yang tersimpan di data1 (D) itu berbeda daripada yang luar biasa sehingga pada akhirnya ingin sekali cerita didalam novel saya kelak menjadi cerita dengan hal yang tidak biasa, dikarenakan ceritanya ringan namun berat dan tentunya berbeda, ya karena itu tentu orisinil.
Asyiknya membayangkan dua tahun kemudian saya sudah menyetir mobil berikut di jok samping adalah tas berisi macbook pro dan digital SLR+Handycam, dengan pulpen dan catatan kecil seorang jurnalis (begitu sebutan saya untuk buku kecil merah-hitam punya saya) dan tripot yang tersimpan di bagasi, dan itu semua adalah alhasil jerih payah saya berkutat dengan kata-kata dalam novel yang terjual habis di setiap cetakannya dan akibat dari beasiswa yang tidak pernah lupa untuk turun terus dari kantong rektorat ke rekening saya.
Tapi itu masih dalam khayalan, namun cukup baik karena dengan bermimpi begitu, saya jadi punya motivasi untuk membuka lagi cerita-cerita di dalam word di folder novel huruf G di hard disk data1 (D) dan kembali meneruskannya karena setelah sekian lama terlupakan akibat rutinitas di kampus yang lagi-lagi melelahkan dan menyenangkan biarpun seringkali juga mengesalkan. Ya, sudah seharusnya begitu supaya benar-benar saya bisa merealisasikan mimpi saya untuk mengajak Ibu dan Ayah jalan-jalan dengan mobil baru ke pantai Pangandaran, tentunya aku juga yang traktir, karena kenapa? dikarenakan saya kasihan lihat Ayah yang lagi-lagi merogoh koceknya dan Ibu yang muter-muter ke tiap rumah untuk jadi depkolektor pulsa hanya untuk bayar uang kuliah yang mahalnya nauzubillah.. Dasar orang-orang berpengaruh sialan! kenapa harus biaya pendidikan yang dikorbankan sih????? shit you government! I hate You, much! :'( (I love my parents so much!)
Kembali lagi kepada topik, maka setelah teman saya mengajak bergabung saya mau aja ikutan karena tergiur hadiah sebesar Rp.20.000.000;. padahal, sebetulnya agak segikit kurang cocok dengan cerita, entah mengapa padahal cerita itu sangat luar biasa keren! tapi ini mungkin juga dikarenakan oleh saat itu saya sedang sibuk-sibuknya, mulai dari tugas-tugas kuliah yang numpuk ditambah saya juga sedang garap majalah Cozy, semacam majalah refresh kampus dari Pers Suara Mahasiswa Unisba, tempat dimana saya pertama kali magang di media sebagai jurnalis muda. (I want to be Journalist! Travelling Journalist, and exploring film too-now actually).
Saya tidak memiliki ide cerita apapun untuk membantu teman saya yang sangat antusias dengan ini kompetisi, maka anggaplah saya membantunya meraih mimpi ditambah saya juga bisa kecipratan hadiah dan bisa beli kamera digital slr.
Dilain pihak, biarpun saya cukup suka menulis dan biarpun semua tulisan saya kebanyakan adalah jeritan pribadi, kecuali yang di posting di Suara Mahasiswa Online, saya gagal meluncurkan cerita bergenre horor buat tugas videografi yang pada akhirnya di tangani oleh Hella Elvaretta. Bagus! cerita Jalangkung Korek Api itu memang dibuat selagi gila dan sinting sehingga cerita ngawur. tapi btw, untuk semua insan film saya jadi tertarik jadi artis, pemeran Hantunya, mungkin? I can!
Tidak, cukuplah menjadi seorang dibalik layar kali ini, tapi apabila Tuhan memaksa saya untuk menjadi aktris terkenal, bagaimanakah cara menolaknya dikarenakan sampai sekarang saya belum menemukan doa penolak rejeki. tapi, mungkin cukup tertarik untuk menjadi sineas dikarenakan terutama adalah karena suasana Syuting itu ternyata menyenangkan! ini hasil film garapan kelompok saya yang diresmi dikumpulkan tertanggal 22 Januari 2011, berjudul Ku Kejar, Ku Tangkap (diliaaat dong, klik linknya! :p). Selain itu adalah faktor person. seseorang yang saya temukan di dalam baskom yang berisi orang-orang film, sedikit banyak telah mempengaruhi meningkatnya hormon untuk menjadi sineas betulan. ini mungkin adalah faktor dendam dan setetes cinta. biarpun saya sedang memikirkan untuk segera berhenti melongo ke twitternya karena itu semakin membuat saya panas. (saya harus jadi orang film, setidaknya mampu melakukan travelling di dunia perfilman agar dia menjadi takjub melihat saya yang adalah merupakan orang Bandung dan bisa berkarya di dunia Film, dan membuat dia ingin bekerja sama dengan saya dan dia menjadi memutuskan pacarnya dikarenakan lagi-lagi terkagum kepada wanita hebat seperti saya yang sudah makmur sentosa mandiri dan tentunya sangat kreatif di umur 22 tahun (AMIN YA ALLAH..)). Dendam memang tidak baik, tapi jikalau dendam itu memotivasi kita untuk menjadi lebih baik, apakah nilai dendam yang tidak baik itu bisa berubah? mudah-mudahan saja.
Yess.. biarpun gak menang di kompetisi (I say big sorry for Nisa Lathifa and Riani Nurmalasari because I'm not really fight on the competition), tapi bisa ikutan workshop hingga sejauh itu dan ngobrol sedikit dengan Andibachtiar Yusuf mengenai menyontek itu bukan korupsi dan Fikom yang hanya ada 2 jurusan yaitu : Jurnalistik dan yang lainnya. (I really agree, mas!) adalah pengalaman yang juga tidak biasa karena saya menjadi mendapat ilmu banyak mengenai film. (sedikit atau banyak ya?).
Menggembirakan memiliki bulan Januari yang super sibuk ini karena benar-benar tidak biasa, di bulan pertama di tahun baru 2011 ini, saya mendapatkan pengalaman yang sangat keren! menghasilkan satu majalah dan film, biarpun hanya sebagai tugas UAS., tapi itu benar-benar AMAZING!
I LOVE JOURNALISM, it give me a lot of big experience and bring me to the place, I never there, and now, I'm there!!!

Kamis, 20 Januari 2011

ujung magnet

mencarimu adalah hal yang sulit
aku berusaha untuk tetap berada di tempat yang sama saat kita berpisah agar kau tau cara menemukan ku
tapi kau tidak pernah muncul
pun juga dengan huruf-huruf mu yang tak kunjung mencariku
tapi aku bisa merasakan bisikan mu yang tetap memintaku menunggu

sekarang aku sudah berada di tempat berbeda,
berbeda kali ini karena aku sudah berjalan berinisiatif mencarimu
karena jika kau lupa ingatan,
dan aku bisa menemukanmu,
mungkin saja bisa aku lemparkan batu ke kepalamu agar kau kembali ingat.
bahwa kau tak perlu lagi menuju ke tempat kemarin,
karena kita sudah bertemu disini.

tapi disini terlalu banyak lalu lalang orang
aku tak melihatmu dimanapun
tapi aku tetap bisa dengar kau memintaku menunggu

dengar. jika kau belum tuli,
sampai saat ini, Tuhan masih juga menahanku agar tak melupakan mu
lagi-lagi Dia yang berkuasa itu, tak pernah membiarkan hatiku dimiliki yang lain, karena dulu kau pernah meminta Tuhan tetap menjagaku untukmu, bahkan Dia terus memberikan banyak hal untuk ku perbuat, agar ku bisa melupakan untuk mencari cara melupakanmu. Juga sebaik-baiknya Dia, sekarang menunjukan aku terhadap tempatmu yang semakin tercium.
aku hanya perlu melihatmu jika kau hilang ingatan,
kau juga akan merasakannya.

Sabtu, 08 Januari 2011

doa

Ya Allah yang Maha Pengasih, bolehkah aku meminta agar dipertemukan dengan orang-orang yang ingin aku lihat. misalnya ketemu mas mas itu :P plisssssssssssssssssssss

Rabu, 05 Januari 2011

Surat Untuk Tuhan

Rabu, 5 Januari 2011


kepada Yth,
Tuhan yang maha Pengasih lagi maha Penyayang,


izinkanlah aku berterimakasih kepadaMu atas nikmat oksigen yang masih terasa hingga detik ini,
dan untuk keberadaan Ibu dan Ayah,
untuk kesunyian malam, hembusan angin, panas matahari, dinginnya hujan, suara detik jam, dan sepatu, tas ransel, motor, dan premium bersubsidi.
dan untuk anugrah dua buah kaca lensa yang membantuku melihat dari jauh wajah lelaki ciptaanMu yang membuatku tak sanggup berkedip, dan atas hati yang Kau selipkan jauh didalam sendi-sendi himpitan tulang-belulang dalam selubungan daging yang terbungkus epidermis, subhanallah..


Untuk bulanan kemarin yang menarik itu, salahkah jika aku ucapkan lagi terimakasih karena banyak berlimpah kebaikan didalamnya? berlimpah benih-benih yang Kau tumpahkan untuk aku rawat dengan baik,
Kau ingat betapa bahagianya aku bisa membantu orang yang sakit dikampus? berkenalan dengan sosok yang tiba-tiba saja muncul didepanku dalam mimpi, bersalaman dan saling tersenyum dengan calon imam bagi seorang istri yang begitu mencintaiMu, subhanallah.. membuatku mendapatkan pengalaman pertama membantu orang dikampung dalam kegiatan bakti sosial? taukahMu bahwa aku sangat menikmati waktu-waktu itu biarpun aku tak memiliki ilmu yg baik dan tak mampu menyerap ilmunya dengan baik? yah.. aku cukup rindu hal itu, biarpun ada saatnya aku merasa bahwa aku bukanlah hal yang Kau tujukan kesana, biarpun ada saatnya nanti aku tau bahwa pengabdian itu tak harus melulu melalui memberikan obat-obat gratis, biarpun mungkin saja-(biarpun jika ada yang dinamakan pengabdian terakhir aku tak mau melakukannya) akan ada waktunya aku merasa bahwa aku tersesat berada didalamnya, tapi aku rindu.
betapa bahagianya aku ketika Kau putuskan mempertemukanku dengan orang yang sudah hampir tujuh tahun aku tunggu untuk ku temukan, Uki. apa bisa Kau rasakan bahwa aku sangat mensyukuri hal itu?
ingatkah Engkau Tuhan waktu Kau memberikanku waktu-waktu belajar yang baik di lembang dan dago? tentang pengalaman-pengalaman meliput dan mewawancarai tokoh-tokoh,
tentang membuat Ibuku bangga, dan enam bulan terakhir di tahun 2010 itu, terimakasih banyak.


inilah 2011 ku sekarang dengan serantaian tugas-tugas yang masih tergantung manis didepan jendela.
dan ini baru saja lima januari.
Jika yang seperti inilah yang dimaksudMu untuk mengabulkan doa-doaku untuk menjadi wanita yang kuat dan bertanggung jawab, aku rela sekali.
bukan-bukan, aku memohon sebenarnya agar Kau mau membuatku merasa rela.
jika inilah caraMu membuka pintu-pintu buatku untuk menemukan jalan menuju semua mimpi dan cita-citaku, aku suka biarpun sesekali merasa takut dan takut tak mampu.


kemarin-kemarin aku menulis mengenai semangat dan mimpi,
jika ini caraMu mengabulkan mimpi-mimpi itu, dan inilah caraMu menguji tingkat semangatku,
aku hanya ingin memohon, bisakah Kau tidak terus membolak-balikan hatiku?
bisakah Kau menolongku untuk memperbaiki prioritasku yang sudah tercampur?


Kau tau Tuhan, aku sedang berusaha bersyukur dan menghargai ini semua biarpun aku tak tau bagaimana caranya,
I love my dearest God, and for this year, I love Bandung too.
Kau juga tau Tuhan, coretan-coretan ini adalah rasa syukurku kepadaMu yang tak ku pungkiri bagaimana cara menyampaikannya. Tuhan, juga aku membutuhkan banyak pertolonganMu untuk tahun ini, semoga Kau tak pernah pergi.
amin.

Minggu, 02 Januari 2011

mari semangat!

Tak ada salahnya bermimpi, kegiatan “bermimpi” itu tidak merugikan sama sekali. Bahkan, dengan bermimpi kita dibawa untuk memiliki kehidupan yang lebih “karuan”. Maksudnya, dengan memiliki mimpi, alias cita-cita, hidup kita menjadi lebih terarah. Menurut saya, salah sekali kalau kita ikuti pepatah “hidup itu bagaikan air, jadi mengalir sajalah..” that was freak!. Hidup itu bukan air yang mengalir, hidup itu adalah lintasan, ada lurus, kanan, dan kiri. There must be an option, and we as person have to drive the car and choose the one. HARUS.

Prinsip air adalah “mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah”. Nah, karena itu jangan sama dengan air karena dia hanya akan pergi ke tempat yang semakin rendah.

Pernah dengar kalau barang-barang jadul biasanya lebih "tahan banting"? coba cek, HPmu yg besar-berantena-hitam dan super jadul karena kamu memilikinya di tahun 2002, kamu pasti setuju sekali kalau HP itu lebih tahan banting dibanding HP keluaran baru zaman sekarang yang sekali jatuh, LCDnya BLANK.

Jadi, bagaimana kalau kita samakan diri kita dengan mobil antik? Yang semakin tua menjadi semakin mahal, semakin tahan banting, mobil yang tentu masih bisa kita gunakan untuk memilih jalan yang mana yang ingin dan perlu dilewati, mobil yang barang tentu akan membawa kita ke tempat-tempat yang ingin kita tuju.

Lintasan-lintasan dan mobil itu tentulah Tuhan yang buat, pilihannya ada ditanganmu, Tuhan, membantumu memilih dan membimbingmu berjalan di lintasan, seperti kru-kru F1 yang memonitor pembalapnya dari luar lintasan. Tapi, percayalah bahwa Tuhan membisikan hal-hal yang benar, karena Dia tahu apa yang akan terjadi di lintasan didepan.

“mimpi adalah kunci menaklukkan dunia”
Saya sangat setuju dengan kutipan lirik lagu Nidji-Laskar pelangi, untuk Film Laskar Pelangi.

"menaklukan" dunia, dalam rangka mencapai hasil yg selama ini ingin diperoleh.

Mimpi menjadi sukses, adalah mimpi semua orang.
tapi "sukses" tidak pernah terukur. tidak ada ukuran, dititik mana seseorang dapat mengatakan dan dikatakan sukses.

ingin "Sukses" menjadikan kita bermental tidak pernah puas, karena tidak tahu dimana titik hasil pencapaian itu dikatakan berhasil diraih.

bagaimana kalau mulai sekarang kita tekankan kita ingin jadi apa, sebutlah saya ingin menjadi seorang Ibu rumah tangga dengan rumah hasil desain saya dan suami saya nanti, hasil tabungan kerja berdua. pekerjaan saya nanti adalah menjadi travelling journalist dan menjadi seorang novelis.

ketika saya bisa mencapai titik itu saya tau saya telah mencapai hal-hal yang ingin dicapai,
hal-hal lain diluar target, anggaplah itu sebagai bonus dari Tuhan, karena Tuhan menilai kita sudah banyak bekerja keras untuk meraih apa yang ingin diraih, atas nama Tuhan, tentunya.
Tapi, Bermimpi saja tak cukup.

Mimpi tanpa perlakuan, tak akan terwujud sama sekali.
tapi perlakuan tanpa mimpi, kau seperti pekerja rodi, alias pekerja jaman penjajahan, 'babu' jepang.
jadi tetap bermimpi, dan mulailah berusaha mewujudkannya.
dan ingat, tetaplah Tuhan yang mengatur lintasannya akan berujung apa, jadi mintalah pada Tuhan, untuk menjadikan ujung lintasanmu sesuai dengan tempat yang ingin kau tuju.
SEMANGAT!


(dibuat untuk memotivasi diri sendiri)