Jumat, 30 Desember 2011

Anggara

Hari ini masih 30 Desember 2011.
Enam tahun sudah perjalanan saling menunggu.
Tidak pernah ada permulaan, tapi malah bertemu dengan perpisahan.

Kita tidak pernah kenal bukan?
lalu kenapa aku malah harus merasa bersedih karena berpisah denganmu?
Berpisah secara sepihak.
Ini aku yang mau, bukan hatiku.

Mungkin sudah ini waktunya.
Tuhan mungkin juga sudah lelah.
Dia lagi-lagi terus membantu aku menambal dinding-dinding keropos yang tidak pernah aku bor.

Pertemuan kita bahkan belum pernah mulai, A.
Tapi sudahlah,
Hurufmu sekarang sudah sampai di depan mataku.
Mungkin jika suatu saat kita bertemu, kamu, atau aku yang akan lupa.

Dan aku harap itu aku yang tidak pernah ingat.
Kalau kita pernah berpisah, padahal selalu disatukan dengan harapan yang tidak pernah terisi.

Selamat jalan, ini adalah prosesku menemukan.
Aku lalu ingin tersenyum dalam tidur.

Anggra, aku tau kamu disana sedang tidak mencintai siapa-siapa, tapi sedang mengagumi seseorang.
Kalau kita bertemu, aku ingin kamu ingat satu hal,
dulu kamu pernah memberikan salam kenal itu.

~~dadah.

ini aku sedih, tapi tak menangis sedikitpun.

Kamis, 29 Desember 2011

anuy home.. on Twitpic

anuy home.. on Twitpic

Ini mungkin adalah tulisan pertama kalinya tentang bersama mereka.
Baru akhir-akhir ini, sepertinya saya mengerti bagaimana rasanya bisa menjadi salah satu dari mereka.
Benar-benar mengerti.
Kemarin-kemarin itu, saya bicara tentang KMJ.
Keluarga Mahasiswa Jurnalistik yang kemudian mendekatkan kami satu sama lain.
Itu mereka adalah teman-teman Jurnalistik 2009.
Bisa bersama mereka adalah hal yang sering saya lakukan.
Tapi menjelang demisioner, kebersamaan dengan mereka jarang lagi saya rasakan.
Mungkin karena kesibukan dengan "mereka-mereka" hingga menjadikan saya dengannya-nya jauh.
Atau saya yang merasa begitu.

Saya suka bisa berada dengan mereka.
Maksudnya, saya tidak pernah bisa kehilangan mood dengan Jurnalistik 2009. Never. :)


Papa

Perasaan apa yang menggulung hatimu?
Mungkin itu yang terbayang, terlintas begitu dibenak saya. 
Siapa lagi kalau bukan si "A" yang sering saya sebut itu yang kemudian *tring* tiba-tiba seperti muncul didepan mata, padahal dia tidak pernah ada disitu, duduk disebelah kanan atau kiri, atau didepan meja makan saya ini.
Bayangan-bayangan tentang dia benar-benar jelas dalam-beberapa-hari-belakangan.

Perasaan macam itu muncul setiap saat dan saya tau hal tersebut bodoh.

Tadi Ibu cerita tentang sesuatu hal, mengenai kakak yang sudah mengungsi ke Jakarta untuk hidup bersama suaminya. 
Bukan tentang Ibu, tapi tentang pendapat Ayah.
Ayah begitulah karena dia mungkin terlalu dalam mencintai keseluruh anaknya. Mba, saya, dan Bagas.
Dia suka sekali kalau melihat ketiga anaknya ini bisa ada dirumah, nonton film, makan nasi goreng bareng, bikin masakan, maen PS, ketawa-ketawaan nonton OVJ, atau apalah yang jarang kami lakukan bersama. 
Mangkanya mungkin karena perasaan cinta terhadap keluarga yang menggulung pikiran dan hatinya itu, jadi kita bertiga lebih sering gak dibolehin keluar rumah. 
Semua anak-anaknya sering dimarahin karena terlalu larut pulang ke rumah. 
Sebagai anak yang punya teman diluar, saya tentu punya keinginan bisa berada diluar lebih lama karena sedang menikmati hal itu.
Papa itu selalu ingin keluarganya ngumpul. Dan entah dikeluarga lain sama atau tidak. Tapi begitulah cara Papa mencintai keluarganya.
Kadang memang terlalu berlebihan caranya.

Tapi saya baru sadar tadi aja, sejenak. ketika mama bilang,

"Papa pengen jual rumah ini, nanti kalau pensiun. Terus mau cari rumah di Bekasi katanya, biar bisa deket sama anak-anaknya terus. Kan Mba di Jakarta, terus juga katanya kamu maunya kerja di Jakarta, jadi biar deket katanya"

Woooow saya tidak pernah terpikir ke sana.
Sebegitu dalamkah rasanya dia memiliki kami? Mungkin aja sekarang yang ada dikepalanya adalah, "bagaimana caranya supaya kami selalu berdekatan"

Papa mungkin sudah mulai menyadari kami sudah mulai besar, semakin besar, semakin dekat dengan waktu-waktu perpisahan.
Saya sendiri, masih belum punya pacar, sudah terlalu sering sibuk diluar. Hari Minggu yang seharusnya ada buat dia, saya malah ada di Kampus, rapat --__--.
Hari Sabtu ketika kantornya libur, saya juga di Kampus, kuliah --___--
Malam hari ketika dia pulang kantor, saya juga baru pulang kampus dan saya langsung tertidur karena kecapean.
Waktu bangun pagi, saya malah sering ga ketemu karena belum bangun tidur sewaktu dia udah berangkat kerja.

Yang selama ini saya pikirkan adalah Papa hanya takut saya kenapa-kenapa di jalan kalau pulang malam, tapi mungkin salah satunya adalah karena dia ingin berbincang dengan saya sebelum suatu saat saya dipinang orang dan kepemilikannya jadi berubah.

Saya gak pernah terpikir, mungkinitu perasaan yang sering menggulung hati Papa. 
sedangkan saya hanya sering berpikir, bagaimana caranya bertemu dengan A, kemudian bisa memiliki hubungan saling memiliki hingga akhir hidup.

Papa, everybest for you.
I love you.

Selasa, 27 Desember 2011

kacau

"Aku ingin berbicara denganmu
Berharap bisa memberitahumu kalau aku suka setiap bisa berlama-lama memandang tubuhmu, berikut wajahmu yang tidak tampan itu.
Aku suka setiap melihatmu, merasa mood menjadi baik karena kau selalu bisa membuat aku tersenyum sendiri.
Tau tidak ini bukan perasaan cinta.
Perasaannya sama seperti aku kepada yang lain, hanya melihatmu lebih menenangkan daripada hanya sekedar memandang yang lain.
Ini mataku yang memilihmu, bukan aku.

Lalu aku juga ingin bicara lagi,
berharap bisa memberitahu kalau aku tidak menyukai pria kurus kerempeng.
Tapi itu juga kamu yang paling ingin aku peluk.
Bukan karena aku menyayangimu lebih dari perasaan sayangku kepada orang lain, tapi terlebih karena tubuhmu yang paling menyamankan aku ketika aku berada disampingmu.
Ini tubuhku yang ingin, bukan aku.

Kemudian jika ada waktu lain, aku masih ingin bicara.
Tapi mungkin kamu sudah tau,
kalau bisa menapakkan tanganku di tubuhmu juga paling aku suka.
Bukan karena aku bernafsu, tapi karena lingkar lenganmu juga yang paling bisa aku rengkuh dengan lengkap.
Ini tanganku yang mencari, bukan aku."

Kamis, 22 Desember 2011

Dua Delapan Empat #1

Tuhan bersama kita yang tersabar.

Tapi kalimat itu masih belum cukup menyabarkan aku dengan pertemuan-pertemuan yang ku tunggu sejak perpisahan itu.

Dulu aku gila dengannya kemudian sekarang paham bahwa aku juga masih tergila-gila dengannya.
Semakin lama semakin kacau, bahkan perasaan-perasaan terhubung kian menyelubungi pikiran yang sebenarnya, aku tidak terlalu percaya.

Namanya Anggra Setya Ikbal, sekarang sedang berada di Bandung di tempatku, sementara aku berada di Jakarta, ditempatnya. Dia kuliah di UGM, Yogjakarta, teknik sipil. Aku tau dia pintar, dari SMP kemampuan akademisnya juga sudah menonjol, biarpun dia sama sekali tidak pernah masuk kelas unggulan dibandingkan aku yang pernah bertahan dikelas itu hingga tingkat tiga.

Dan namaku Ariona Annisa. Kuliah di Bandung, di jurusan Seni Rupa. Aku tau aku pintar, tapi bukan tipe pelajar. Aku hanya mahasiswi dengan short memory, yang hanya bisa mempertahankan ingatan mata kuliah dalam waktu paling lama satu jam. Setidaknya dua puluh lima menit untuk mengingat dimana aku menyimpan kunci motor dan kartu parkir, dua jam mengingat dimana aku menyimpan HP, dan sehari untuk ingat kalau aku harus mengambil STNK di kosan teman. nah, itulah alasan kenapa aku tidak ambil jurusan Arsitektur, yang bisa saja menghubungkan aku dengan Anggra.

Tapi aku tidak melupakan Anggra, untuk enam tahun lamanya. Bahkan ingatanku dengan kondisi antara aku dan dia semakin jelas, termasuk bentuk badannya yang waktu masih bongsor.

Atau dengan kepalanya yang menengadah kalau berjalan, atau baju kokonya yang berwarna putih, dengan celana jeans normal biru. Aku tau dengan tas bundarnya yang berwarna hijau tentara.

Aku berjalan dibelakangnya berkhayal banyak hal seandainya sekarang aku ada disampingnya, melihat dia tersenyum karena sedang bersama orang yang disukainya berjalan menuju ruang kelas.

Aku tau sekali dulu aku hanya suka dia, tentu karena saat itu umurku baru menginjak tiga belas tahun. Aku tau itu cinta monyet, tapi aku sadar, bahwa perasaan suka yang pertama kali datang itu tidak bisa mudah dihapuskan karena bahkan, memimpikan bisa hidup bersama Garuda juga bukan main susahnya untuk membuatku melupakan Anggra.

Kacaunya, ketika sudah mencintai Garuda, aku sekarang malah jatuh cinta lagi pada Anggra yang tidak pernah aku temui sama sekali.

Nah, aku benar-benar tidak mengerti kenapa Tuhan menaruh kembali perasaan ini, mungkin untuk menjodohkan kami berdua?

Sementara aku tau Anggra sangat menyukai wanita-wanita cantik yang anggun, bukan yang seperti aku, yang dengan rambut diikat dan motor supra dan sepatu kets.

Aku dan Anggra mungkin berjodoh, seperti keyakinan aku tentang pertemuan yang belum Tuhan mulai.

Aku pernah merasakan tubuhnya biarpun dia tidak pernah hadir, semogapun dia.

 ***

Malam ini 0 : 08 waktu Jakarta dengan hiasan lampu-lampu kota dari apartemen lantai sepuluh karena aku sedang menginap disini, bukan untuk liburan, sebenarnya dengan tujuan berkunjung ke daerah Anggra tinggal, di sekitaran Tanggerang. Aku tidak tau untuk apa, karena saat ini dia sedang di Bandung, melakukan pelatihan-pelatihan terbang, maksudku dia sedang berada jauh dari kota tempatnya mengais ilmu untuk mengunjungi neneknya yang sakit. Aku tau aku bodoh karena malah meninggalkan kesempatan bertemu dengannya di kota dimana kami berdua bertemu.

Bandung memang tidak romantis,  ingatan-ingatanku mengenai Bandung juga tidak terlalu bagus. Ya aku memang dua puluh tahun tertidur disana, dengan semua keadaan kampus yang membuat aku gila. Bukan aku menyalahkan keadaan, disana aku terlalu membiarkan diriku dijadikan kuli untuk kepuasan orang lain tanpa aku menyayangi diriku sendiri untuk setidaknya, berpikir bahwa aku harus lebih banyak melihat ke kanan-kiri, supaya sadar siapa yang lelaki yang sedang datang ke arahku agar tidak mengabaikannya.

Tapi bodoh, walaupun sadar, harapanku hanya masih tergantung pada Anggra saja.

Rabu, 21 Desember 2011

Emosi antagonis anak kecil

1. Saya tidak suka orang meniru saya
2. Saya tidak suka orang lain "mengkopi-paste" apa yang saya ucap untuk dijadikannya juga 'menurut saya'
3. Saya tidak suka orang lebay yang selebay-lebaynya secara sepihak merasa paling 'dekat' dengan.. (Tuhan tau lah ini siapa)
4. Saya tidak suka orang merendahkan keluarga saya, Ibu, Ayah, Bagas, Mba. biar saya suka cerita tentang mereka, lalu hak apa yang dimiliki semua orang untuk ikut-ikutan mengomentari keluarga saya tersebut? Saya memang tidak bisa mengontrol komentar orang lain, tapi orang lain harus sadar benar siapa yang dia komentari di depan siapa. Saya paling ga suka denger ini, "Ayah kamu tuh ya.. Ibu kamu tuh aneh, mba apalah, bagas apalah" SADAR ATUH HEY MANEH NGOMONG JENG SAHA!!!! *sabar*
5. Saya -ini karena saya sedang merasa berperan antagonis- tidak suka di duplikat orang lain mengenai isi kepala.
6. Saya tidak suka gaya saya dicolek orang lain, dihargai sebagai miliknya juga karena terlampau .. 

(sudahlah, Tuhan tau tulisan ini untuk siapa)

Satu, saya ingin bilang ini. Tapi saya berusaha melupakannya. Bukannya manuia harus sabar? dan karena itulah saya mencoba meluapkannnya melalui tulisan ini, setidaknya supaya saya lebih tenang. *biarpun hati saya masih panas ingat mukanya*

Ayolah Tuhan, bantu saya lagi untuk terus bersabar.
Bukankah saya hidup untuk diberi masalah, mengatasi tantangan, dan saya membutuhkan kekuatan-kekuatan itu.

Tambahan : 
7. Saya tidak suka diatur, apalagi menerima komentar orang yang "emosi dengan pendapatnya" dan menganggap itu benar, bukannya setiap orang punya cita-cita masing-masing? prioritas masing-masing? tujuan masing-masing? kesukaannya masing-masing? 
Ga usah marah-marah lah dengan cita-cita orang mau jadi apa, mau kemana, mau gimana, tiap orang punya cara hidup dan jalannya masing-masing.
Inget deh, menghormati keinginan orang lain itu penting buat hidup kita semua masing-masing! perhatian ga harus semena-mena berpendapat, manusia yang lain masih punya hati juga, bukan cuma kamu. 

nol dua dua

Sinetron?
Siapa yang berpikir bahwa semua cerita itu hanya akan muncul di sinetron?
gila rasanya kalau kenyataannya, cerita sinetron itu sekarang sedang namplok di punggung saya. (F) #faakkkkkk

Beberapa orang akan sadar tentang cerita ini, walaupun saya tidak tau akan seperti apa ekspresinya.
Sinetron apa? pun saya gak perlu menjelaskan karena situasi seperti ini gila, well cukup membuat saya mengerenyitkan dahi tiap terpikir masalah ini.
Parahnya, saya harus menjalaninya dan dipaksa rela terlibat. hufffftttt #agendamarah-marah

Haha ya sudahlah, saya mengamininya sebagai pelajaran yang hebat. Sebagai salah satu perjalanan yang ingin sekali lagi menyampaikan saya ke kedewasaan yang lebih tinggi lagi.

Tuhan bersama orang yang sabar. Saya tau benar apa yang sedang saya lakukan ini memberikan kesempatan orang lain menilai saya jahat, aneh, dan tega. Tapi ada satu hal yang saya pikir tidak perlu saya takutkan tentang semua pandangan orang lain itu, bahwa saya tidak akan melakukan apa yang mereka takutkan terjadi.

Nah sudahlah. lupakan. mengingat ini hanya ingin membuat saya marah.

nol lima belas

Daun itu sudah kering, jatuh, terkapar diatas tanah.
Semilir angin pun kemudian hilang, terbang bersama udara dari darat.

Manusia tidak pernah bisa benar-benar menerka apa yang akan terjadi dengannya dikemudian hari. Sedang mereka hanya bisa berdoa, semoga apa yang telah dikerjakan hasilnya seperti apa yang mereka mau, atau seperti bagaimana Tuhan mengaturnya agar mereka bahagia.

I beg you.

Semoga saya mampu menerima apa yang Tuhan atur, 
supaya saya mampu dewasa bagi lelaki yang sudah Tuhan tunjuk untuk mengimami saya. Amin.

Selasa, 13 Desember 2011

radiT (inisial)

Halo Radit,
dimana ya kamu malam ini?
aku rindu sekali ingin bertemu biarpun itu sangat sulit.
Aku tau Tuhan tidak akan mengabulkan doa seperti ini, tapi kamu musti tau, doaku bukan sekedar doa biasa.
Atas nama Tuhan, aku ingin bersama denganmu merajut kehidupan, berkarya berdua bersama anak-anak dan cucu-cucu.

Malam ini dingin, apa ditempatmu melangkah juga punya hawa yang sama?
Dan kamu sedang melakukan apa? menjaga tidar, atau tersenyum menikmati wanita lain? atau sedang menghirup oksigen malam bersama angin?

Dimana langkah kaki dan apakah Tuan mau mengantarmu kesini? ke salah satu sisi ragaku. Menatapku dengan kemampuanmu mengingat, dan... (aku rasa Tuhan tau lanjutan kalimat tersebut)

Radit. dengan huruf A.
aku melihat senyummu di sebuah foto melalui dunia maya, dunia yang mendekatkan aku denganmu biarpun sebenarnya kita berdua jauh.
Aku ingin terhubung dengamu lagi, di dalam mimpi ini saat aku tertidur di dini hari. Aku ingin merasakan rasanya malam bersamamu, dengan lembah tidar, biarpun aku tau kau sedang tidak disana.

Jika kamu ingin tau mengapa aku begiu menggebu kepadamu adalah,
karena aku tidak pernah merasa bersalah dengan menyukaimu. Tidak perlu merasa salah tenggelam ke dalam samudera rongsok yang gelap.
Aku membutuhkanmu untuk membawaku kedalam danau semu merah itu yang paling bisa membuatku merasa tenteram.

Aku sudah berdoa kepada Tuhan, ingin segera dipertemukan dengan jodoh agar aku tidak salah memilih, tidak salah berlaku, dan tidak perlu takut orang ketakutan denganku lagi.
Aku ingin menjadi milikmu sepenuhnya.

Sabtu, 10 Desember 2011

tentang November

Seraya google-ing, saya putar kembali ingatan yang sempat direkam dalam jangka waktu satu bulan kemarin.
November, bulan yang mendung. Mendung yang malu-malu mau, kalau orang jatuh cinta itu disebut romantis.
sementara kalau orang yang patah hati, maka ini disebut November yang galau.

Tulisan ini sudah basi 10 hari daripada harusnya.
Sementara saya masih berusaha menyelesaikannya karena draft tulisan ini sudah tersimpan dari beberapa hari yang lalu.
Tiba-tiba dalam beberapa hari ini tidak ada kata-kata yang melewati selubungan rongga otak yang lemah, bahkan untuk memikirkan namanya saja, aku tidak punya ide.
Ini adalah otak yang paling suntuk yang berproduksi ketika dipaksa meludah.
Bukan salah bulan ini karena November adalah bulan yang manis, yang mendung romantis, yang salah adalah saya terlalu jauh melesat, kehilangan arah.

Bosan, muak, dan hasilnya adalah ini, saya mudah marah, mudah melamun, mudah berpikir antagonis.

Beberapa kutipan yang saya hasilkan selama November :

"Percaya saja, bahwa kita harus percaya kalau di dunia ini terdapat banyak orang jahat yang berbanding lurus dengan orang baik"

"Semua manusia itu berlaku tidak adil. Mereka cenderung selalu membaik-baikan diri ketika membutuhkan sesuatu."

Tapi ada sebuah karya yang saya tidak tau kenapa seabstrak ini,

"Lembah tidar. Senja. Tidur bersama rumput, diterpa semilir angin, hembusan udara yang manis. Bukannya tidak pernah mendengar, tapi aku pernah berpikir bahwa manusia tidak boleh disakiti. Sementara di dalam jiwa yang beku, hidup itu berlaga protogonis, padahal tidak sekalipun"

Saya merasa semakin antagonis belakangan ini.

"'Bukannya Tuhan sudah menyimpankan jodoh untuk semua halnya masing-masing? Lalu kenapa kita ketakutan? Sementara di luar sana, mungkin juga jauh, sudah ada seseorang yang sebenarnya bersama kita saling menunggu dan mengisi waktu sebelum pertemuan itu terjadi. Kita berdua hanya perlu sabar, agar hasilnya baik."

"Bersama Tuhan menyerbu dari Udara" -A,
"Prajurit = Berangkat tugas dianggap mati, hilang tidak dicari.." ~Kalau sampai hilang pengumuman tentangmu, itu yang aku tidak tau bagaimana cara mencarinya. Bukan kau, karena kamu masih saja ada disini.. didalam lubuk hati yang entah sudah sehancur apa. Aku juga tidak mengerti :("

Minggu, 27 November 2011

Seandainya

Aku membutuhkan pelukanmu disaat udara sepanas ini, bukan untuk memelukku, tapi untuk meniupkan semilir hembusan angin agar mereka pasti sampai didataran leherku yang licin karena keringat. 
Tulisan ini bukan jorok, seandainya aku meninggal sebelum aku menikah, maka aku akan sangat merasa bersalah pada orang tua dan seorang lelaki yang dulu sempat meminjamkan tulang rusuknya kepada Ibu dan ayah untuk menjadikan aku atas utusan Tuhan. Bukan apa-apa, tapi terlebih karena bahkan aku tidak bisa kembali untuk memenuhi kehidupannya.

Aku tidak pernah tau berapa lama Tuhan memberikan waktu bernafas didunia, apakah pernah diperpanjang atau dipotong, aku tidak pernah benar-benar tau.
Hanya saja yang masih aku tau adalah, kini aku masih diberikan kesempatan berpikir, sekeras mungkin untuk bisa mencari dia, seorang manusia tampan yang seharusnya memiliki aku sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.  Aku tidak tau kapan waktunya pertemuan itu berlangsung, yang aku ingin tau apakah lelaki yang sekarang ada di bayanganku adalah lelaki yang mampu menjaga aku sebagai tulang rusuknya. 

Sepanjang bayanganku ini hanya ada harapan, bahwa aku dan dia sekarang berada dijalan di arah yang berbeda, aku kepadanya dan dia kepadaku. Kami berdua berjuang sekuat tenaga, semata-mata mencari banyak harta karun untuk perekalan kita berdua sebagai Ibu dan Ayah.

Penungguan ini akan menjadi penungguan yang paling nikmat, yang pernah aku punya seumur hidup.
Aku, hanya bisa tersabar menunggu pertemuan kita berdua :)



Kamis, 24 November 2011

Manusia menilai Manusia

Manusia selalu begini, menganggap pribadinya adalah yang paling baik.
Pribadinya, mereka selalu merasa bahwa dirinyalah yang paling benar dalam segala hal yang telah ia buat dan pikirkan. Termasuk mengenai persepsi yang timbul di kepalanya tentang orang lain.
Manusia lebih mudah menilai orang lain daripada dirinya sendiri, menilai bahwa dirinya sudah benar sehingga menurutnya orang lain selalu salah.
Mungkin tidak selalu salah, tidak melulu juga merasa benar, adakalanya merasa salah, tapi walaupun begitu, setiap manusia selalu berpihak pada logikanya sendiri.

Ketika sedang saling bercerita tentang sesuatu kesalahan, semua manusia cenderung ingin dibela. Mereka selalu mencari penalaran yang pas agar orang yang mendengarkan cerita menganggap bahwa dirinya benar, selalu mencari kata-kata yang mampu membuat pendengar menjadi berpihak kepada diri sendiri.

Manusia selalu begitu, semua kelakuan yang dilakukannya ini adalah yang sesungguhnya tentang dia. Seperti apa pribadinya, ya seperti itu.
Tidak ada pribadi asli atau palsu. Semua yang terlontar dari perilakunya, termasuk kepada sikap dan pola pikir, ya itulah pribadinya. Ketika dia sedang membaik-baiki dirinya didepan orang lain, karena bukan "Jaga Image" melainkan, jaga image adalah bentuk kepribadiannya. Ketika dia melantunkan kata-kata kasar, pandangan sinis, dan perilaku buruk, itu juga bukan sifat aslinya, tapi memang begitulah kepribadiannya yang baru keluar ketika dia sedang merasa kesal atau marah, itu bukan berarti dia pemarah atau tukang pundung, tapi marah adalah kelakuan yang dimiliki semua manusia, dengan cara yang berbeda tentunya.

Manusia selalu punya alasan atas segala perbuatannya, selalu punya motif atas segala yang dilakukannya.
Manusia punya nalar, punya pikiran, dan selalu mempunyai  logika berbeda dari manusia yang lain.

Saya contohnya.
Yang juga begitu, juga selalu menanggap bahwa persepsi saya tentang hidup itu adalah persepsi yang paling sempurna. Yang menanggap bahwa apa yang saya lakukan adalah yang paling benar, acuh pada semua persepsi orang lain tentang hidupnya sendiri. Begitupun dengan pola pikir saya terhadap cara hidup orang lain.
Saya selalu merasa menjadi orang baik, padahal saya sedang diberikan peran antagonis dengan perasaan saya  tadi yang selalu merasa baik.

"Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan kelihatan"
Manusia lebih mudah menilai orang lain daripada menilai dirinya sendiri.

Semua orang selalu sok tua dengan menasehati orang lain-dengan cara yang menurutnya benar.
Termasuk saya selalu sok tua karena menanggap orang lain sok mengerti saya.

Sekali lagi, ke'narsis'an itu datang murni tanpa disadari, itulah narsis yang sesungguhnya yang selalu hidup didalam sanubari seseorang. Kita selalu berpikir bahwa kita yang paling benar dan pandangan orang yang tidak sejalan dengan kita itu salah.

Lain lagi namanya dengan mampu menerima pendapat orang lain, itu adalah efek lain yang keluar ketika kita merasa tidak bisa menghandle lagi pikiran rudet yang semakin membungkus saraf-saraf otak.

Sekali lagi, saya hanya berpikir begini, bahwa kejujuran hanya ada diantara kita sendiri dengan Tuhan. Niat baik juga hanya muncul dari diri kita sendiri kepada orang yang kita kehendaki, dan juga ini berlaku hanya untuk diketahui Dia. Kelakuan kita biar Tuhan yang menilai, orang lain menasehati dengan caranya masing-masing. Kita membutuhkan penilaian orang lain, tapi bukan untuk merasa dipojokan.

Saya paling bisa menilai orang, tapi tidak bisa mengemukakannya. Begitulah sepertinya karena setiap ditanya teman tentang kepribadian buruknya apa, saya selalu tidak bisa menjawab. Atau terlebih karena saya cuek dan kurang perhatian mungkin.
Sering terpikir dibenak saya, tiba-tiba terlintas begitu, "kayak sendirinya engga aja deh!" waktu melihat atau mendengar cacian orang terhadap orang lain, yang tanpa saya sadari, seharusnya 'cermin' itu juga ditujukan kepada saya.

Menururt Ernest Hocking, Manusia adalah hewan yang memiliki rasa moral, sehingga ia bisa merasa sakit hati. Nah, karena itulah wajar seandainya ada orang yang sedikit merasa menyesal. Itu bukan pertanda dia pasti sedang mengeluh, belum tentu. Salah satunya adalah karena mungkin rasa penyesalan membuat ia sadar bagaimana caranya nanti ketika ada keadaan yang sama.

Manusia, menurut saya (dan saya pikir ini benar) boleh saja mengeluh, itu menjadi wajar, karena manusia memiliki tenaga yang terbatas, ketika lelah, lalu bilang lelah, itu tidak pernah salah. Setidaknya dia tidak berpura-pura kuat.

Yang terpenting adalah, (lagi-lagi ini subjekif dan pandangan ini benar menurut saya) Manusia harus sabar. Emosi yang tidak terbendung menandakan dia sudah tidak mampu menahannya, marah ketika kesal, mengeluh ketika lelah, menangis ketika tidak mampu mengobati, adalah cara-cara yang boleh dilakukan untuk menyeimbangkan psikisnya, dan itu wajar.

Bukannya tidak sependapat, terkadang rasa kasihan orang membuat saya berpikir bahwa saya benar-benar lemah dan itu membuat saya merasa kesal.
Saya membutuhkan support yang tidak mengasihani, tapi yang mendukung agar saya bisa menjalaninnya.
Tau tidak? menurut saya, yang paling berat dari sebuah kejadian adalah mengingkari apa yang orang lain lihat, sementara semua orang yang hanya melihat selalu menganggap bahwa sebuah keadaan itu sesuai dengan pengelihatannya.

Manusia perlu sadar diri sebelum mengkritik orang lain.
Orang membutuhan pengalaman yang benar-benar sama supaya mereka bisa merasakan apa yang tidak disukainya kepada orang lain.

"Manusia lain memang mengerti, tapi mereka tidak pernah merasakan bagaimana rasanya bila jadi kita dan kita tidak perlu memberitahu orang-orang tentang apa yang benar-benar kita rasakan. Banggalah karena telah menjadi diri sendiri, yang mampu menyimpan rahasia dengan baik"

Pengalaman membuat kita belajar.
Sekali  lagi, ini adalah tulisan yang subjektif. Saya merasa ini benar, tapi mungkin tidak begitu bagi anda.
dan kita harus saling menghargai soal itu. :D

Sabtu, 19 November 2011

Well, is offset

"Cinta bukan hanya sekedar bisa membuat tertawa, atau bisa membuat tersenyum. Karena cinta tidak hanya sekedar berarti bersenang-senang. Cinta merangkaikan segala hal dalam satu hal, yaitu hak untuk menerima orang dengan segala hal yang dimilikinya. Pendiam kah dia, periang kah dia, the most wanted to looking for the laugh, atau apakah dia romantis atau tidak, baik atau tidak, pintar atau tidak, kaya atau miskin, sombong atau tidak, angkuh atau tidak, atau, keras kepala atau tidak.
Cinta adalah perasaan yang memberikanmu hak untuk menerima seseorang tanpa alasan yang jelas.
karena untuk mencintai, kita tidak membutuhkan alasan."

Satu, dua, tiga, dan ini kali keempat wajahnya muncul dikepala saat sedang mengendarai motor menuju ke kampus. Dan saya cuma bisa nyanyi "I don't wanna close my eyes.. I don't wanna fall asleep.. couse I'd miss you Babe, and I don't wanna miss a thing.. Even when I dream of you.. the sweetest dream will never do, I'd still miss you babe, and I don't wanna miss a thing".. dan terlebih menjadi like a fucking crazy trouble to related with his body~~~

Berapa lama saya tidak bertemu dengan dia, sempat tiga tahun bahkan 'tidak' (dalam artian tidak benar-benar) teringat, dan walaupun bertahun-tahun harapan itu selalu sama, -saya dan dia bertemu disebuah pertemuan yang tidak sengaja, lalu dia menyapa dan hubungan kami dimulai melalui pertemuan yang tidak disengaja itu.

Mungkin akan banyak orang yang tidak mengerti dengan cerita yang kelihatannya 'fiksi' ini. Ada yang bilang ini sebuah obsesi, tapi, mungkin saja.

Kemudian ketika mp3 HP memutar lagu lain, saya ikut melantun lagi "because when I'm with him, I am thinking of you.. thinking of you, what you would do if, you were the one who was spending the night, I wish that I.. was looking in to your eyes.." 

Yang paling gila ketika masuk kepada lirik ini "You're like an indian summer in the middle of a winter like a hard candy with a surprise center.. How do I get better once I've had the best, you said there's ton of fish in the water so the water I will test.. He kiss my lips I taste your mouth, he pulled me in I was disgusted with my self.." saya menjadi benar-benar terbayang dengan dia.

Berkali-kali hingga terus dalam beberapa waktu belakangan ini.
ini harapan dari Tuhan atau dari Iblis? :|

Sekitaran beberapa bulan yang lalu, saya pernah bermimpi. Mimpi yang didalamnya terdapat titikan harapan karena bunga tidur itu 'seperti' menyampaikan pesan yang memang saya tunggu-tunggu.
Jawaban itu, yang tidak saya tanyakan, "Aku ingat kok, aku jadi merasa bersalah, nanti kita janji ketemu ya. Sekarang aku harus pergi dulu."


Dan selalu setiap hujan saya mencari pertemuan hujan itu.
Seperti hari Kami kemarin, saya tau dia sedang berada di Bandung, bukan untuk menemui saya tentu, dan saya berada dijalan yang sama, beriringan. Saya hanya tau, entah kenapa merasa begitu yakin, bahwa didalamnya ada dia dan kami berdua sedang terhubung.

"Hujan menemukan kita didalam sebuah kondisi biarpun itu mimpi,
dan semua hal yang aku lewati di jalan itu membuat aku benar-benar teringat kepadamu. Cinta tidak membutuhkan alasan, aku hanya sedang bersabar, sabar menanti pertemuan kita berdua yang sudah Tuhan atur. :) "

~~begitulah rasanya...


Selasa, 08 November 2011

12 November 2011

Setiap bulan ada saja kesibukan baru datang, lalu kamu kapan datang?

Aku pernah membaca sebuah projek musikalisasi sastra fiksi mengenai Rindu. Disana tertulis bahwa ada dua macam rindu. Yang merindu karena pernah merasakannya dan menginginkannya kembali, sedang kemudian ada rindu yang hadir karena kita tidak pernah merasakannya dan benar-benar ingin merasakannya, dan rindu itu adalah rindu dengan penungguan yang setia.
Kita berdua ada dirindu yang itu, yang kedua.
Atau aku yang merindukanmu seperti itu.
Menginginkan dirimu datang secepatnya tanpa punya rasa malu, bergeming perasaan ini adalah perasaan yang suci. Bukan sebuah harapan-harapan dari setan. Biarpun aku tidak pernah benar-benar tau.

Aku merindukanmu, yang tidak pernah benar-benar muncul disini, didepan mataku selama enam tahun.
Yang tidak pernah muncul disini, di kotak masuk telepon selular hitam ini. Yang tidak pernah muncul disini, disetiap pertemuan-pertemuan yang aku kejar karena ingin melihatmu.

Kita tidak pernah bersama, tapi banyak hal yang mengingatkanku dengan semua kondisi-kondisi itu.
Gatot Subroto, Burangrang 8, Elang-Cicadas, Gedebage, bau shower to shower biru, tas bundar hijau, turangga, buku kenangan, seragam, sampai Seskoad. Konser musik itu juga, ketika aku melihatmu bersama mic dan gitar, dan yang terpenting adalah facebook yg tidak tau mengapa Tuhan membuatku menemukannya ._.

Dalam waktu dekat kau akan hadir di bendungan ini, di Bandung. Walaupun jarak tempatmu hadir akan jauh dari sini, atau dari mall, atau kemungkinan untuk sampai mall itu adalah sulit, tapi ada harum harapan yang hadir. Sekarang sudah musim hujan lho, dulu kamu berjanji dipertengahan hujan untuk mengajakku bertemu, *tiba-tiba teringat kesana* dan aku masih mengharapkan yang sama.

Salah satu peramal yang merupakan temanku itu pernah bilang, "Vik, kamu jangan nyari yang ga jelas, sekeliling kamu juga banyak, walaupun, iya sih kalo ga suka ga usah dikasih harepan," nah.
Berapa kali aku harus meyakinkan diri bahwa kamu adalah sesuatu yang tidak jelas, sehingga nanti bisa aku melupakan caraku penasaran denganmu dengan menyudahi harapan untuk memiliki hidup bersama dengan anak-anak kita berdua.

Harapanku untuk bisa bertemu denganmu dan berjalan seperti itu, lebih besar daripada harapan untuk melupakan harapanku itu.

~mimpi sinyal :|

Jumat, 28 Oktober 2011

hujan romantis

Hahaha. 
Mari kita mulai dengan tertawa, sedikit tersenyum dan melepas ratusan tetes air mata. 
Percaya atau tidak, dengan mata sembab dan hidung merah, saya menulis sebuah khayalan manis mengenai Hujan.

Aku tidak suka hujan, tapi lebih suka hujan daripada panas matahari.
Aku benci hujan, tapi lebih benci kalau sudah kehujanan.

Rasakan saja, hari ini begitu tidak menentu, kemarin malam lebih tidak menentu, malam ini juga.
Kemarin saja sore aku merasa kedinginan.. Dini hari tadi malah tidak bisa tidur karena merasa gerah, 
dan sekarang, aku bingung merasa apa, walaupun aku tau sebenarnya aku masih merasa kepanasan.

Kepanasan apa ya?
dengar cerita teman? atau kegerahan dengan semua kegiatan?
yang aku tau cuma satu,
bahwa tadi baru saja aku berkhayal mengenai suatu kondisi.

Mungkin malam ini tidak akan panas jadinya, kalau aku tadi ada di luar, sedang berjalan diramaikan rintikan romantisnya hujan yang meromantiskan keadaanku dengan seorang pria dengan tubuh tegap, gagah.
tidak perlu disebutkanlah siapa namanya, karena aku tidak pernah berkhayal bersama laki-laki lain (wajah samar senyum kaku).

#justforfun

Selasa, 18 Oktober 2011

Sabtu, 15 Oktober 2011

hasil layout SMS edisi 3 :D

Iya sih cuma 4 halaman doang, tapi cukup senang buat layout edisi sekarang karena buatnya gak pake riweuh dan rusuh, hasil orisinil, dan ternyata kakak senior saya juga puas liatnya. Yeaah \m/ semoga terus begini karyanya, gak pake teledor kyk waktu awal-awal kerja dulu :D

*)


(*) Buletin Suara Mahasiswa Selembar ini sudah di terbitkan dan sirkulasi sudah berjalan di Universitas Islam Bandung :D

Minggu, 09 Oktober 2011

pesan singkat yang tidak pernah sampai

Menangis dilakukan ketika kepedihan tidak bisa ditahan, atau ketika rasa haru tidak bisa dibendung. Sementara jika harus tertawa, aku melakukannya ketika tidak bisa menahan rasa lucu, atau ketika aku tidak tau harus melakukan apa saat sedang tidak bisa menangis karena merasa tersiksa.
Itu lain jika dihubungkan dengan dia. Maka jika aku harus menangisinya, bukanlah pertanda aku merasa pedih, tersiksa, apalagi haru. Itu melainkan karena aku heran. Heran kenapa mesti hubungan ini terbatas angan-angan. Terbatas jarak, dan aku tidak tau kenapa perasaan ini terbang-tenggelam-di dalam lembah tidar.
Jika sekarang kiranya aku berbicara tentangmu, berarti itu salah karena sebenarnya tidak.
Aku terlalu lama antusias hingga lupa diri, lupa waktu.
Lupa lagi caranya mencintai diri sendiri.
Lupa alasan kenapa aku mencintaimu hingga ketika aku ingin menghapusnya, aku juga jadi tidak tau bagaimana caranya.
Tapi kemudian ada angin berhembus dari barat daya.
Dan aku tidak tau apakah harus bersikap sebagai perahu yang rela diombang-ambingkan, atau menjadi nahkoda yang tau akan berlabuh dimana, atau bahkan, aku harus jadi ombak, yang menepis arah.
Mencarimu adalah hal yang lebih sulit daripada menyelesaikan rasa rindu. Aku sudah menulisnya berkali-kali.
dan lebih sulit lagi menerima rindu yang jika harus bertemu, kau tidak mengenalnya.
Aku pernah berdoa pada Tuhan, jika aku bukan yang baik untukmu, aku ingin diubah menjadi yang baik bagimu.
Setidaknya ada tetesan harapan dari doa biarpun tidak mesti dikabulkan, walaupun jika aku egois, aku ingin Tuhan menurut begitu.
Tapi bodoh, mana ada Tuhan patuh pada manusia!
Lalu aku mengganti doaku,
kirimkan laki-laki terbaik buatku, dan jadikan aku yang terbaik baginya.
dan aku masih berharap, itu kau.

Aku pernah gelisah melihat namamu hingga tiada tau ingin melakukan apa.
Jika ada harapan palsu, aku juga yakin ada kemungkinan itu adalah kau.
Tapi aku suka menjadi bagian dari otak kanan, yang ingin memastikan bahwa semua imajinasi positif, mampu terjadi. Karen itulah Tuhan yang positif, yang bisa melakukan apapun hanya dengan tunjuknya.

Lalu apakabar dengan barat jika semua pembicaraanku adalah dengan engkau?
"hahaha"
aku hanya bisa menahan rasa siksa dengan tertawa.
Aku pernah mengganti orang untuk aku suka, tapi mereka dibatasi kaca hitam.
dan kita berdua selamanya tidak akan pernah bisa bersama hanya karena alasan klise.
Kalau begitu percuma, lalu aku kembalikan perasaanku untuk si penunggu lembah tidar.

Selalu ada harapan disetiap do'a, selalu ada celah disetiap usaha, gesitlah, maka peluang terjadi menjadi besar.
Ini tentu buatku, dan buat semua orang ingin berjuang.
dan aku ingin bilang,
bahwa pesan singkat yang tidak pernah sampai ini adalah tentang apa yang tidak pernah kau sampaikan.

bahwa,
kau pernah menarikku melalui matamu yang tegas, yang seperti burung elang. Sekalipun tidak pernah menenangkan aku, karena begitulah aku tidak pernah tenang selama tidak melihatmu.
Jika Tuhan memaksaku menunggumu dengan sabar, aku linglung.
Karena mencarimu memberikan peluang untukku untuk sama-sama saling menyampaikan pesan ini.

"Tuhan, aku punya harapan bisa melayaninya dengan pelukanku yang paling erat dan hangat, dengan kecupan yang paling mesra, dengan pandangan yang paling lembut, dengan senyuman yang paling berbinar, dan dengan semua hal yang tidak pernah aku berikan untuk orang lain."

kabulkan ya?
amin.

Selasa, 04 Oktober 2011

tulisan manja dengan "aku"

Jika aku ditanya begini,

"kamu mau jadi apa?" atau "apa cita-cita kamu?"

maka dalam hati aku menjawab begini,

"aku ingin menjadi istrinya, istri seorang prajurit TNI. Aku ingin menjadi ibu dari mereka, tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Aku ingin menjadi seorang penulis, yang menulis puluhan buku, salah satunya adalah mengenai keluargaku sendiri, terutama tentang, seberapa kami hidup bahagia"

atau, aku mungkin akan menjawab begini, 

"Aku ingin menjadi istrinya, istri seorang lelaki bertanggung jawab yang tangguh dan tidak mudah menyerah, yang selalu berusaha mengejar mimpinya sekuat tenaga. Aku ingin menjadi ibu dari mereka, anak-anak hebat yang lucu dan disukai banyak orang. Aku ingin menjadi seorang pengusaha, pengusaha yang bergerak dibidang desain, interior, atau arsitektur, biarpun aku tidak mahir"

atau, aku juga mungkin saja menjawab begini,

"Aku hanya ingin menjadi aku, apalah aku nanti biarlah aku sendiri yang meneguhkannya didalam hatiku. Orang lain tidak perlu tau, aku hanya berharap mereka mendoakanku supaya aku sampai. Karena apakah kamu tau? aku seringkali merasa ragu ketika ada pertanyaan seperti ini, ragu mengenai aku ini ingin jadi apa"

Begitulah.
Aku kira dulu sempat sangat menggebu ingin menjadi seorang Jurnalis.
Sekarang juga aku masih sangat. ---tidak perlu aku sebutkan apakah aku masih menggebu atau tidak.
sekali lagi, biarkanlah aku meneguhkannya sendiri supaya aku teguh, itu saja.
Yang pasti, dunia yang sekarang sedang aku jalani adalah dunia yang pernah aku impikan dan aku sangat bersyukur bisa ada disini.
Tidak perlu takut gajiku akan sedikit, atau aku harus ketakutan karena seringkali ada ancaman untuk para pembawa berita, biarpun mereka sepertinya memandang dunia aku ini sebelah mata. Yang aku sadar adalah bahwa, aku bahagia menjadi seperti sekarang biarpun seringkali terasa ragu, dan keraguan itu tertepis karena cara kalian yang terlihat seperti "menyemangatiku" padahal kalian "mencibirku". Aku hanya perlu begini didalam hati, bahwa aku sedang teguh terhadap apa yang ingin aku jalani. Jika tidak menjadi wartawan, maka aku sangat bersyukur karena pernah menjadi Jurnalis. Dan aku ingin menulis banyak buku, karena aku adalah seorang Jurnalis. Jurnalis, sebuah profesi yang tidak menjadi cita-cita idaman para manusia yang penakut. -biarpun aku sebenarnya adalah seorang penakut dan manja.

No rasis.

Aku ucapkan sekali lagi,
mimpiku ingin jadi apa, biar aku simpan sendiri. Aku tau Ibu dan Ayah mengerti. Aku sayang mereka dan banyak hal yang ingin dan harus aku lakukan terhadap mereka, dan aku akan melakukan itu.
Bukan ambisius, tapi sejalan dengan takdir Tuhan, seraya sang Khalik menghubungkan perjalananku untuk bertemu dengan jodoh, aku yakin, pundi-pundi kasih sayang untuk Ibu dan Ayah dari Tuhan juga ada di pundakku.

Aku bilang pada Ibu, doakan aku supaya jodohku baik.
Sebaik yang aku pikirkan, aku impikan.
Tapi jika begitu tidak, aku percaya rencana Tuhan selalu lebih baik daripada rencanaku.

Aku hanya berusaha, berusaha untuk memperjuangkan mimpiku.
Menjadi seorang Istri, seorang Ibu, dan menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua. orang tuaku dan orang tua suamiku kelak.

Jika ada yang bilang ini sudah jaman "emansipasi wanita",
maka aku akan bilang, 
"beruntung aku dilahirkan sebagai wanita, aku punya kesempatan untuk hanya tinggal dirumah, mengurus suami dan anak-anakku, sementara lelaki tercintaku itu pergi disiang hari untuk menghidupi kami semua, karena aku yakin, dia mampu"

Aku ingin menjadi seorang Annisa Vikasari.

Amin.

Rabu, 28 September 2011

Somewhere Out There - An American Tale (Disney)

Somewhere out there, beneats the pale moonlight
Someone's thinking of me, and loving me tonight

Somewhere out there, someone's saying a pray
That we'll find one another in that big, somewhere out there..

And even though I know how very far apart we are,
it helps to think we might be wishing on the same bright star.

And when the night wind starts to sing alone some lullaby,
it helps to think we're sleeping underneath the same big sky..

Somewhere out there, if love can see us through...
then we'll be together somewhere out there,
out where dreams come true..


"kita semua sudah ada pasangannya masing-masing, aku bukannya gelisah karena belum saja bertemu dengannya, melainkan sebenarnya aku gelisah karena takut bukan menjadi yang baik untuk dia, laki-laki baik itu, karena laki-laki yang baik berjodoh hanya dengan wanita yang baik"
-annisav-

Minggu, 25 September 2011

pesta & tulisan yang terlambat

Oke, tidak tau harus bicara apa. Setelah mengetahui mereka itu ngerjain saya untuk merayakan ulang tahun yang sudah terlewat  7 hari lalu, akhirnya saya cuma bisa manyun dan menjatuhkan beberapa tetes air mata-yang tidak banyak-namun cukup membuat saya lehoan.
Malu beeeuuuuddd iiihhhhh ;(

Ceritanya begini,
Saya sudah ada dikampus dari pukul 09.00 untuk ada di KSR. mood oke sekali, namun mungkin akibat firasat, mood mendadak menghilang ketika mendengar adzan Ashar. Itulah sebabnya mengapa saya ngantuk berat.
Awal-awal rapat SM sih biasa aja yah, saya pikir akan segera selesai. Sial, mendadak menjadi panas ketika mereka memindahkan saya menjadi salah satu anggota Acara, oh damn it.
Memang sih salah nyalahin keadaan, saya juga sebenernya ga mau memberikan alasan bahwa saya juga sibuk di KMJ-tanpa menjelaskan bahwa saya juga akan menjadi sibuk di KSR karena akan ada baksos ke Indramayu. Dan saya hanya bisa cicing ga puguh melihat semua orang di SM jadi saling lempar bola. 
Saya ga nangis-nangis aja, katanya sih gitu, sehingga akhirnya mereka menyerang saya dari berbagai sektor. KMJ, loyalitas, KSR, manja, tulisan jelek, ngeyel. semua. Dan saya masih bertahan sampai..
ya sudahlah tidak perlu saya ceritakan bagaimana akhirnya saya menangis.

Saya lalu keluar kantor setelah dipecat oleh Fian. Saya pergi dan.. saya ga suka bagian yang ini jadi saya sensor, sampai akhirnya saya nengok kebelakang dan melihat ada warna lilin dan ucapan "Happy birthday", lalu saya mendadak ------------ saya juga ga suka part ini mangkanya saya sensor lagi. Akhirnya saya tiup deh itu lilinnya di depan aula, salah satu tempat duduk yang kemudian besoknya akan digunakan untuk acara wisudaan. ditemani teman-teman Pers SM dan orang lain yang membuat saya malu karena mau tidak mau mereka jadi melihat :">

Okay, sebenernya saya paling ga suka dikasih kejutan dengan cara dijailin kayak gini seperti ketika di ulang tahun yang ke-16 waktu itu oleh teman-teman Exactonepiss, karena total, cara ini membuat si empunya hari ulang tahun jadi serba salah. Antara malu, senang, dan kesal.
Jujur, saya kesal sekali. Malu banget ga ada dua, tapi juga, jujur saya senang. Setidaknya-entah mereka terpaksa melakukan itu atau tidak, hal tersebut menjelaskan bahwa saya tidak begitu asing untuk mereka. ;)

Sampe sekarang saya masih malu, malu banget. Tapi terimakasih banyak. 
Juga selamat ulang tahun Pers Suara Mahasiswa, semoga umur kita yang ke-20 ini, semakin memberikan kedewasaan untuk kita. Hanya itu doa yang saya harapkan. Saya ingin menjadi dewasa, kemudian menikah. :D 
aamiin.

sekali lagi terimakasih Pers Suara Mahasiswa

#sangat terlambat untuk merealese tulisan ini, karena, yah pestanya juga terlambat :))

*Fotonya baru dapeeeet, akhirnyaaaaaaa :D



Sabtu, 24 September 2011

tidak

aku tidak memimpikan untuk menjadi mimpimu yang membuatmu tidak ingin bangun. Aku hanya memimpikan untuk bisa menjadi mimpimu yang kemudian membuatmu ingin segera bangun untuk dapat segera juga meraih mimpi itu.

Selasa, 20 September 2011

without you, I don't know where I've to go.

Kamis, 15 September 2011

quote miring

"untuk mencintai tidak memerlukan alasan mengapa, tapi memerlukan, bagaimana caranya untuk selalu bersama"

Sabtu, 10 September 2011

Apalah ini namanya

Fu Haifeng, pebulutangkis China


Fu Haifeng (Kanan)
Tomingse, bukan Jerry yan

Atep pesepakbola Indonesia


Cassillas, kiper Spanyol

Cesc Fabregas, pesepakbola Spanyol, klub : Barcelona

Fabio Cannavaro, pesepakbola asal Italia
Tema Mursadat (Kiper)

Uki peterpan

Uki peterpan

Uki Peterpan
Uki peterpan






#Just for Fun

Jumat, 09 September 2011

curcol =))

Oke, mungkin blog saya ini adalah ruang curhat-kumungkinan besar orang pasti menyebutnya seperti itu.
Yaitu karena isinya berlebih kepada hal yang saya rasakan dan alami. Yang lainnya, let me think, there is no other. hha

Kali ini saya ingin curhat mengenai beberapa hari di September ini, dengan mood yang oke karena saya sangat moody-itulah salah satu kelemahannya.
Bukan karena baru saja ulang tahun, karena berulang tahun malah membuat saya bertambah stress akibat tak kunjung punya pacar, bukan-bukan, tapi adalah calon suami. ;) Postingan kali ini adalah mengenai entah perasaan apa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ini adalah bulan yang meledak-ledak, sebenarnya tidak sih, karena mood saya cenderung stabil, termasuk juga kepada perasaan dan pikiran yang, yah ini stabil.

Tapi kestabilan ini cenderung on off dan menjadi off bahkan, ketika terpikir bahwa untuk bulan ini hingga pertengahan November, mungkin tidak bisa dihabiskan dengan terlalu banyak tidur dan menonton,atau setidak-tidaknya bermain keyboard sambil menyanyi-nyanyi sendiri dirumah, atau setidaknya mengobrol lebih banyak dengan Ibu. Kembali seperti dulu, atau kali ini akan lebih menyita tenaga, acara ini jelas memakan waktu yang banyak dan ini adalah penyesalan yang datang bersamaan dengan rasa bersyukur atas kesempatan dan pengalaman ini sendiri. 'kalo aja boleh mengulang waktu, dulu waktu saya udah mengundurkan diri, saya tidak akan kembali bergabung, atau ketikapun saya memilih bergabung, andaikan saya tidak diterima' Tapi kemudian pikiran itu lenyap seperti gelembung udara, "buff!" dan ini yang kemudian muncul, 'Ini namanya kesempatan, dan bagus karena kemudian saya akan menjadi lebih banyak pengalaman dan belajar, itu pertanda akan bisa membuat saya semakin mahir' Lalu, saya hanya bisa ucap, Alhamdulillah, dan memaksa diri saya sendiri untuk yakin bahwa semua ini tidak akan sia-sia dan sudah barang tentu ini semua akan berakhir dalam waktu dekat. Ketika menjadi seperti ini, dan sudah terlanjur, saya hanya bisa begini, berpikir bahwa nanti saya akan merasakan ini: 'wah, ga kerasa udah Desember lagi' Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk terus berpositif thinking. ;)

Kemudian perasaan yang membuat saya merasa stabil adalah ini, bahwa akhirnya saya bisa berleha-leha di kasur lagi seperti waktu libur alih tahun dari SMA ke masa Kuliah. Meluangkan waktu menonton film-film, lalu menangis karena film itu sedih, atau tertawa sendiri karena film itu lucu. Sebenarnya hanya itu, karena kalau dipikir-pikir, wajar saja saya merasa kacau balau belakangan ini. Saya benar-benar belum pernah liburan semenjak menjadi seorang anak kuliah. Tidak ada secara benar apa yang disebut orang dengan refreshing. Sebenarnya yang itu bukan lagi masalah, ini bukan mengeluh, hanya sekedar bilang bahwa saya punya alasan mengapa saya kacau, dan saya menghargai alasan ini biarpun orang lain tidak. Setidaknya, saya sedang berusaha tidak peduli dengan pendapat orang lain.

Obrolan lainnya adalah saya merasa gila. Hahahhaa =)) 
Ini karena film yang baru saja selesai saya tonton, yaitu 'Secret Garden'. Film korea ketiga yang berhasil menjadi tontonan saya, yeaaayyy! :D dulu-dulu saya bingung kenapa perempuan-perempuan lain yang seusia dengan saya suka sekai dengan ini, sementara saya hanya bisa ketiduran ketika sedang berusaha nonton film Korea. Full house, yang kata orang rame sekali itu, saya tidak tau tuh ceritanya gimana -_- Prince hour? apalagi. Terus ada apa lagi? Yang berhasil saya bereskan itu cuma BBF, Huming, dan terakhir ini, Secret Garden. Dulu ada sinema asia yang tayang di Sctv entah apa judulnya karena itu ada ketika saya masih sangat kecil, itu rame beud dah, karena disitu ceritanya adalah mengani seorang guru laki-laki yang mengejar guru wanita dengan sekuat tenaga, sialnya, belum selesai ceritanya alias tamat, sinema itu pindah jam tayang entah kemana sehingga saya menjadi sangat menyesal menontonnya. Kemudian, BBF.  Ini lalu yang bisa membuat saya tergiur dengan Korea untuk pertama kalinya, biarpun saya tetap saja dulu kesal melihat teman-teman penggemar Korea. Ini saya mau nonton karena kata teman-teman ceritanya persis Meteor Garden #MG, sinema Asia Favorite saya, karena itu satu-satunya sebelum yang lain ;) Saya sangat gila MG dan teman-teman saya menyarankan untuk segera menonton BBF, dan saya jelas saja, suka. :D. Tapi, ada saja cacatnya. Kalo MG tuh udah jelas biarpun itu F4 Kaya raya, yang punya Ing Te lah, tapi  fashion mereka tidak terlalu ditonjolkan seperti di BBF yang aneh terlalu berlebihan. Kemudian adalah Huming, ini film Korea yang menceritakan tentang penyesalan seorang laki-laki yang ditinggalkan pacarnya karena sebuah kecelakaan yang sebelumnya sengaja dijauhinya agar mereka bisa putus di waktu ke-6 tahun berjalannya hubungan mereka. Sedih filmya, sedih bener. Nah, semetara yang baru saja selesai, Secret Garden, ini ceritanya menyerupai MG, tapi lebih konyol lagi karena ada cerita dimana roh laki-laki dan perempuan utamanya saling berpindah raga. Konyol kan? Tapi ceritanya menjadi sangat menyentuh karena ini menceritakan tentang perjuangan seorang lelaki yang tidak pantang menyerah untuk mendapatkan wanita idamannya. Kalau sudah begini, ini cerita khayalanpun, saya kecantol dah :D 
Ini bukan soal materi karena semua pemeran laki-laki disitu ceritanya adalah orang kaya raya dan ganteng, biarpun salah satunya karena itu juga, tapi yang besar adalah apa yang ia buat untuk berjuang dapat memeluk dan menyayangi orang yang disayanginya dan seberapa besar usaha itu.

Nah, sebenarnya saya ingin menulis tentang film korea. ahahaha. Ini karena akhirnya setelah berhasil membereskan Secret Garden biarpun selalu ketiduran disetiap kali nonton. Tapi biasalah, tulisan saya seringkali melebar kaya pipi saya yang lebar :D 
Selamat menikmati,, ga penting yah =))

#just for fun

Oh ya, ini saya ikut pamer foto pemeran di Secret Garden yang saya ambil dari internet juga :



dan cek video ini, lagunya enak dan ada subtitlenya, jadi bisa tau sedalam apa laki-laki ini berusaha.


Minggu, 04 September 2011

ucapan terimakasih untuk 4 september 2011

Ini tulisan agak lebay, bahkan lebay sekali. tapi .. 

Biarpun kesemua orang yang saya sangat tunggu-tunggu ucapannya tidak ada yang ngucapin satupun, alhasil saya hanya bisa bersyukur kepada Tuhan atas kesemua ucapan orang-orang yang begitu penuh kasih, biarpun mereka sebenarnya tidak peduli. Saya tau, ada yang terpaksa tau karena facebook, dan lebih banyak yang terpaksa tau karena ucapan teman di twitter. Tiapi, untuk waktu dan tenaga yang sudah mereka sisihkan, setidaknya untuk menulis sebuah pesan sms, mention, RT, dan wallpost, juga doa yang mereka panjatkan. Saya sangat bersyukur. Setidaknya, biarpun mungkin ada yang tidak benar-benar peduli, saya merasa bahwa saya memilik banyak orang yang selalu mendukung saya dalam karir dan kebahagiaan dunia. Banyak juga yang tau kalau saya ingin segera bertemu dengan jodoh, terimakasih untuk doa yang spesial itu ;)

Pertama, tiada lain adalah untuk Tuhan yang Maha Kuasa, yang dengan kuasanya melapangkan hari 4 september ini untuk hari lahir saya. Terimakasih banyak, Alhamdulillah :D

Kedua, tentunya terimakasih untuk Ibu yang tangguh, sebagai orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun dirumah. untuk Ayah yang hebat kemudian, lalu Bagas, adik saya yg ganteng, dan Clara, kakak saya yang cantik. Kemudian untuk seluruh keluarga besar yang sudah memberikan doanya juga tadi pagi, terimakasih.

Ketiga untuk Taufiq Arief Ganafiah, dia itu entah apa. Adalah smsnya yang paling pertama nyampe di HP saya. Doanya sial banget, knp harus urg ga boleh berjodoh dulu. Hahaha. thx ya Pik, teman curhat yg entah berasal darimana. ahahhaha 

Keempat untuk Icaming, musuh terbesar dalam hidup saya. Smsnya sampai kedua di HP saya. Terimakasih ya Ica, sahabatku sayang :* sing gera kita ketemu jodohnya masing2 ya :D Oya maap juga teleponnya gak ke angkat, kite udah tiduurr bu, pan ga bisa dibangunin kalo udh molor mah yah. Sekalinya diangkat si gue lagi mandi ye. jadi ga jadi. Hhahaa

Kelima buat Amalia Damayanti, Farida Azizah, Ninu Putri, dan Nadya Rachmawati terimakasih banyak atas kejutannya. Waktunya untuk mampir ke rumah, dan uangnya yang sudah dengan bodohnya kalian belikan terigu dan telor untuk dibuang-buang kayak gitu. Terimakasih sudah mengikat saya seperti embe badot. I hate you four! gue, jadi-bersin-bersin bo! Maaf ya cuma traktir teh botol doang, love you :*

Keenam, buat teman-teman yang lain yang sudah meridhokan pulsanya untuk sekedar kirim sms, "Happy birthday Vika, WYATB :*" ahaha Senang sekali membaca doa-doa kalian, terimakasih banyak yaah. Need your support more,, :D

Ketujuh buat kawan-kawan di Facebook dan Twitter. Terimakasih sudah bilang selamat, biarpun mengetahui  umur berkurang dan potensi berdosa itu menjadi bertambah adalah bukan kabar baik, tapi terimakasih karena sudah mau menyelipkan doa dalam kata-kata kalian. Sukses, sehat dan dekat jodoh kalian semua. God bless you.

Kedelapan untuk tanggal 4 September, karena telah menghubungkan kembali biarpun sebentar hubungan saya dengan teman-teman yang sudah jauh.

Kesembilan untuk Tubuh Annisa Vikasari yang hingga umur ke-20 ini masih kuat menopang ruhnya. I love you.

Kesepuluh untuk kata-kata manis.

Kesebelas untuk harapan-harapan dan doa.

Keduabelas untuk angka 20

Ketigabelas untuk film korea Secret Garden yang berhasil membuat saya penasaran diumur ke 20 ini

Keempatbelas untuk Tomingse

Kelimabelas untuk Uki peterpan

Keenambelas untuk hari Minggu yang luar biasa

Ketujuhbelas rasa coklat, warna coklat dan coklat.

Kedelapanbelas untuk kasur, air, dan kota Bandung.

Kesembilanbelas untuk orang-orang yang membuat saya merasa optimis dan bertahan, ada :A ada :G dan entah siapa lagi kemudian yang sampai di jam ke 24 pun, saya tidak membaca ucapan salah satunya.

dan
Keduapuluh untuk semua orang yang pernah singgah dihidup saya. yang dekat yang jauh, yg miskin dan kaya, yang baik dan jahat.

Terimakasih untuk Empat September yang menyadarkan saya betapa beruntungnya saya memiliki semua kehidupan ini. Kehidupan yang meledak-ledak yang tidak dimiliki seorangpun lagi di dunia ini. 
Terimakasih untuk Ibu dan Ayah atas nama Annisa Vikasari yang kemudian menjadikan saya pribadi yang seperti ini.

Terimasih ya Allah.

my 20th birthday surprise party




Alhamdullillah. 

september 4th

Hallo selamat ulang tahun Annisa Vikasari.
Mungkin doa terbesarmu yang sangat kau nantikan dalam jangka pendek tidak terlalu bisa dirasa optimis dapat terwujud. Kadangkala memikirkan doa ini sepertinya malah adalah suatu hal yang mustahil. Tapi biarpun begitu, semoga kamu selalu sabar untuk meraih jawaban atas doamu ini.

Selamat ulang tahun, Annisa.
Semoga kamu menjadi pribadi yang bisa membuat orang lain selalu tersenyum.
Jika kamu adalah pribadi yang membuat banyak orang bingung, maka tersenyumlah yang banyak supaya orang yang bingung juga bisa tersenyum.
Semoga kamu menjadi pribadi yang santun yang selalu bisa membuat orang merasa dihargai dan dipedulikan.
Semoga kamu menjadi pribadi yang ilmunya tidak menjadi sia-sia, berguna bagi dirimu sendiri, kedua orang tua, adik, kakak, keluarga termasuk kepada saudara dan kawan-kawan, untuk tetangga dan semua rekan kerja, dan untuk orang-orang yang berada diantara kamu. yang baik dan yang jahat, yang kaya dan miskin. yang dekat dan yang jauh.
Semoga Annisa bisa menjadi pribadi yang bisa membuat orang merasa rindu, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan banyak orang.
Semoga Annisa bisa menjadi manusia pembawa keberuntungan bagi orang banyak.
Semoga Annisa selalu diberkahi Allah SWT atas semua usaha, doa, dan ibadah yang sudah dijalankan.
Semoga Annisa kemudian menjadi pribadi yang berpikir dewasa, mampu membuat orang lain merasa tenang jika sedang bersama Annisa.
Semoga Annisa terus diancarkan rejeki, ilmu, dan jodohnya.
Semoga diumur ke-20 ini Annisa didekatkan & dipertemukan dengan jodoh
Semoga Annisa mampu menyelesaikan segala masalah yang datang.
Semoga Annisa bisa selalu ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian.
Semoga Annisa selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Semoga Annisa selalu dilindungi Allah, selalu ditemani yang Maha Kuasa kemanapun pergi. Selalu dibantu dalam menentukan pilihan dan putusan.
Semoga kamu menjadi anak yang berbakti kepada Ibu dan Ayah.
Semoga menjadi pribadi yang tidak pernah lupa bersyukur atas apa yang sudah diciptakan Tuhan untuk hidupmu.
Semoga cita-citamu kelak mampu berguna bagi semua orang.
Semoga apa yang kamu doakan di umur ini dikabulkan oleh Allah.

Semoga Annisa Vikasari, semoga bertemu dengan jodoh seperti yang kau nantikan selama ini dalam waktu dekat.
dan,
Annisa Vikasari, semoga sisa umurmu ini hendak mengantarkanmu ke surga. tempat dimana kamu dan suamimu tinggal, bercanda tawa dengan anak-anakmu, orang tuamu, orang tua suamimu, dan semua orang yang pernah singgah dalam hidupmu. Amin.

Semoga semua yang kamu kerjakan niat dan tujuanya hanya kepada Allah SWT.

Amin.

Selamat ulang tahun yang ke-20 tahun Annisa Vikasari, jadilah manusia yang produktif :D

Kamis, 01 September 2011

Annisa



ritual THR idul fitri :)

Jika kebanyakan orang melakukan apa yang dinamakan dengan pulang kampung, atau biasa disebut dengan mudik, maka tidak dengan keluarga kami. Tidak pernah ada kata 'mudik' dalam kamus keluarga kecil kami yang-sedikit romantis pada saat-saat tertentu ini. Kenapa tidak pernah? karena, pertama, Nenek dan Kakek dari ibu dan ayah keduanya berdomisili di Bandung. Biarpun sebenarnya keluarga Ibu asli Jawa dan keluarga Ayah asli Ciamis, tapi tak sekalipun kami merayakan hari idul fitri disana. Mungkin pernah kami berkunjung ke Ciamis, lalu dilanjut ke pantai, tapi itu lebih kepada merayakan liburan, bukan merayakan idul fitri, dan itu ketika saya masih kecil, hampir dilakukan enam bulan sekali setiap liburan. Pangandaran memang sudah menjadi teman kecil yang kemudian membuat saya seringkali merindukan pantai, laut, dan ombak seperti sekarang. Namun begitulah, semakin besar semakin sibuk dan semakin banyak keperluan. Kita sudah tidak biasa lagi menjalankan ritual liburan ke pantai. Selanjutnya, kedua, hampir keseleruhun keluarga yang tinggal di luar kota kembang ini, datang dan merayakan hari Id ini disini. Bandung penuuuh gitulooh. termasuk rumah saya juga penuh. huhuhu
Nah, begitulah keluarga kami tidak pernah mudik, malah lebih sering rumah kami yang jadi guess house buat para pendatang. hhm. Rumah penuh, makanan penuh dan alhamdulillah, dompet juga jadi penuh :D

Nah, yang hebat walau tidak pernah merasakan ritual mudik, keluarga besar kamai punya cara unik sendiri dalam merayakan ritual idul fitri. yaitu dengan bagi-bagi THR. yeeeaaayyy! :D
Tahun ini, pribadi saya merasa idul fitri berbeda. Bukan apa-apa, tapi karena saya tidka ikutan solat Ied. (dapet dispen). Bangun tidur jam setengah tujuh dan rumah sudah kosong. Diantara males bangun dan harus mandi, karena saya sangat mengantuk bru tidur jam 3 pagi gituloh, mangkanya akhirnya saya memaksakan mandi. Selesai mandi, dengan pakaian yang alakadar karena saya tidak beli baju lebaran, saya beranjak dikamar menyetel tivi lalu sambil duduk di kasur mengeringkan rambut, saya melihat acara solat Ied di Mesjid Istiqlal Jakarta yang ditayangkan oleh SCTV. dan langsung terbengong sendiri-apalagi ditambah masih ngantuk waktu akhirnya ngeliat konser sm*sh selesai solat id. *keluarga belum pd nyampe rumah masih ngeliling salam-salaman*-->ditinggalin. Akhirnya saya menyadari bahwa itu bukan siaran langsung. Hahaha. itu karena saya sempat mikir, "apa? emang ini orang semua ga pada solat Ied!!!???" Melihat boyband itu sembari ngantuk saya tidak bisa berkutik. hmmm *masih ngantuk banget*

Selajutnya ketika sudah pada pulang akhirnya, saya disuruh buru-buru siap-siap. Siaaap, sudah siap daritadi. Lalu saya dan keluarga dijemput sodara dari bekasi untuk meluncur ke taman makam Cikutra, disana kami menjenguk Mami dan Papi (Sebutan buat nenek kakek dari papa) dan lalu dilanjut ke tempat peristirahatan yang ditempuh dengan bermacetan, yaitu di Pasirpogor, kalo berangkat kesini dari rumah sih cuma butuh waktu 10 menit doang :| nah. disini ritual lebaran baru terasa. Setelah kenyang makan semua sayur bersantan, biasanya ada kornet khas warna dagingnya merah karena pake sendawa yang enak, tp kemaren ga ada. untung mama buat di rumah, dan itu enak bangeet bo. :D Akhirnya, mulailah bagi-bagi THR yea!

Karena papa adalah 13 bersaudara, jadi bagi-bagi duitnya juga di absen dari Anak tertua sampai anak bungsu, dari cucu anak pertama sampai cucu anak terakhir :)) dapet dari sekitar 10 keluarga, ada yang dari sepupu yang udah nikah dan kerja juga. :)
Yeah setelah acara ini beres, tidak lama kemudian kami pulang setelah senang dompet mulai jadi tebal. hahaha

Karena saya kemarin ngutruk aja bilang "ngantukkk" akhirnya pas sampe rumah saya minta ke mama tidur dulu baru ke tempat nenek dari mama tinggal, yaitu adalah dirumah tante Wuri yang jauhnya cuma 3 menit dari rumah karena itu sekomplek :|||| nah jam setengah 5sore dibangunin mama, suruh ke Mbah sekarang. Saya tanya mama, mama mandi ga? dan mama iya. akhirnya saya jadi ingin mandi juga, dan akhirnya berhasil mencapai rekor mandi 2x sehari :)). Setelah mandi, saya berangkat ke Mbah, dan sudah banyak sodara juga disana.

Nah, pertama kali dateng ya jelas sudah pasti salam dan maaf-maafan dulu. Kemudian, karena Mama itu juga sama kayak papa, 13 bersaudara, jadi rumah itu penuh dan saya, lagi-lagi masih ngantuk buanget. Tapi ngantuk ilang seketika ketika, "vika mana?" asiiikkk kebagian THR lagi dari tante-tante dan bude-bude yeesss! hahahaha. Malu sih karena udah gede, tapi ya apa daya ya. belum kerja hihihih tahun depan asik kyknya bisa bagi-bagi duit huuum :D

Nah setelah ngobrol-ngobrol lama sampai jam 7an, akhirnya saya pulang dan keluarga yang lain juga. tapi mereka ga pulang melainkan main kerumah saya dan penuh pada nyoba makanan buatan mama yang udah terkenal enak hhhmmm :) Lezaaaaat. Mau tidur ga bisa karena ribut banya orang, akhirnya ya nonton OVJ dulu. hahaha

Nah setelah mulai larut, akhirnya sodara-sodara pada pulang, Mama dan mba beres-beres sementara jahanamnya saya saya malah minta istirahat karena ngantuk beeeuuuddd. Mama baik sih, jadi kemudian saya langsung pergi tidur.

Nah, ritual Idul fitri belum beres, rencananya hari ini sodara-sodara dari Papa mau kerumah, yeaa hari ini akan penuh lagi. dan memang sudah biasa juga sih, selama sekitar seminggu setelah lebaran, pasti kita muterin satu-satu rumah sodara yang ada di Bandung buat di icip makanannnya. Makin jauh dari hari lebaran, makanan makin aneh-aneh, sampai ke semur jengkol, jengkol goreng, asin, sayur kangkung dan sambel. 
Ya atuh bosen oge mun kudu makan opor saminggueun :D

Nah, itulah ritual idul fitri keluarga kami, Selamat Idul Fitri Mohon maaf lahir batin pemirsaa, semoga kebaikan selalu bersama kita :D

doa buat September

Dari kedua belas bulan ditahun Masehi adalah September yang paling romantis, setidaknya hingga saat ini. Kenapa romantis? padahal ada bulan Februari yang sering orang hubungkan dengan Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 dibulan kedua itu. Ya begitulah semua tulisan di blog ini memang subjektif. Saya jelas-jelas keluar dari jalur jurnalistik kalau sudah bermesraan dengan blog dan diary. :))
alasannya adalah simpel, adalah karena saya lahir di bulan ini. Hahahaha.
Inilah bulan ke-9, untuk sebuah nilai, itu adalah nilai nyaris sempurna. 
Sementara adalah bulan paling ditunggu-tunggu,
ini saya berdoa buat september saya.

Haloo September, bulan yang baik untuk akhirnya menelanjangi saya di dunia. Kita sudah bersahabat sejak lama, sudah menjelang 20 tahun dalam hitungan hari. Memang tidak pernah lebih spesial, karena kamu adalah bulan paling spesial yang pernah hadir selama hidup saya.  September, lagi ya untuk membuat hidup saya terasa spesial? Saya berdoa, kelak kita selalu berjodoh di tahun-tahun berikutnya.
Biarpun saya tidak ingin menikah di bulan September, dan saya tidak ingin berjodoh dengan yang lahir di bulan September juga, tapi dia adalah sosok yang selalu saya tunggu.

Tahun ini, hendak mencapai umur ke 20. Kepala dua dan semakin banyak beban, pertanyaan, dan tuntutan yang dipikul. Dari sekian banyak doa yang ingin dikabulkan, semoga di sisa waktu liburan alias pesiarnya orang itu, :A karena saya selalu saja berada di Bandung, saya ingin bertemu dengan dia. Wahai September, bantu saya minta kepada Tuhan karena saya takut Dia bosan mendengarnya terus dari saya, bahwa saya ingin bertemu dengannya dan kembali menjalin hubungan yang dulu hanya terjalin melalui simbol-simbol mata dan gerak-gerik-biarpun itu GR. Saya ingin sekali bertemu dengannya dan mendengar dia menyebut "Vika?!" atau mungkin saja, "Annisa?!" Amin.
Kedua, saya ingin yang lainnya berjalan dengan normal dan santai. Masalah tak apa-apa datang terus, karena sebagai orang hidup, kita adalah biang kerok semua permasalahan yang hadir dalam hidup kita. Tapi, saya ingin bisa menyelesaikan semuanya dengan bijak. Amin.
Ketiga, bulan September kemudian adalah awal baru perkuliahan di semester ke-5. Ini saya menjadi seorang anak tingkat tiga, yang kemudian akan menjadi anak tingkat 4 Insya Allah dalam tahun berikutnya, menyusun skripsi, sidang, lulus, dan wisuda. Amin, saya ingin ada pendamping di wisudaan itu :D boleh ya boleh, :A
ya Allah, amin :) haha juga doa di tingkat 3 ini, saya ingin lebih serius-serius-serius. Membenahi prioritas! ayo!
Keempat, bulan September sebagai awal hubungan saya dengan dunia kampus, saya ingin hubungan ini baik-baik saja, entah itu bersama kuliah, bersama teman-teman, bersama organisasi, dan bersama saudara-saudara. Amin.
Kelima, semoga hari ulang tahun saya spesial, ada Ibu dan Ayah, ada adik dan kakak, ada teman-teman, dan ada ucapan 'selamat' dari dia. Amin :D
dan doa jangka pendek terbesar adalaaah ingin bertemu dengan :A Amin! :D