Jumat, 17 Desember 2010

My HP is lost and it back to me!

Menjadi pengalaman yang sangat berharga memang kejadian menegangkan beberapa hari kemarin. Ini dimulai pada hari Senin pagi (13/12). Entah karena memang sudah badmood dari awal duluan, atau memang efek sepetan - sepetan dosen selama jam kuliah berlangsung, sehingga selama 2 jam 30 menit berapa di ruang kelas cukup membuat semangat sehari penuh habis terkuras. Ya, rasa kesal memang terus menempel setelah itu sepanjang hari hingga Maghrib. Saya benar - benar merasa sangat kacau hari itu, dengan rambut yang berantakan dan cepel, muka yang tertekuk dan jawaban - jawaban singkat dari pertanyaan orang - orang, cukup mengisyaratkan bahwa saya ingin segera berada dirumah dan tidur. tapi tidak bisa karena masih ada kelas pukul 14.00 dan ada upgrading pers Suara Mahasiswa pukul 16.00. saya masih bisa berusaha bertahan dengan mood yang sudah ada di level terbawah. cukuplah siang hari pukul 12.30 hingga pukul 13.00 saya lelap tertidur di Masjid seusai Sholat Dzuhur. Alhamdulillah, tidur yang lelap itu biarpun sebentar cukup memberikan efek yang baik, mood saya naik selevel.
Akhirnya, sampailah pada pukul 16.00 dimana kegiatan Upgrading dimulai.
saya dan teman - teman sebagai calon anggota baru datang dengan muka lesu dan malas, ditambah semangat yang terus digenjot supaya menjadi kembali semangat.
Bla bla bla..
kegiatan itu berlangsung hingga pukul 18.30, dan akhirnya pulang.
Saya selanjutnya mengantarkan teman saya, Gita ke asramanya. kebetulan hari itu dan selalu hari itu hingga hari kamis saya membawa helm dua.
Mengantarkan ke asrama Gita dan ikut solat hingga Isya selesai, saya segera berlanjut pulang untuk mengistirahatkan mood dan fisik yang sangat kacau hari ini.
dan saya pulang.

selanjutnya,
Selasa (14/12)
Inilah hari kedua kesialan berlanjut. ini juga pertama kalinya saya memakai jaket Honda yang sangat besar itu ke kampus. Saya dan adik, berangkat bersama karena saya mengendarai motor dan kami satu arah. ketika adik saya bertanya soal helm, saya ingat helm biru itu ketinggalan di asrama Gita. Adik saya pun akhirnya menggunakan opsi helm yang lain.
saya ingat pesan mama :
Helmnya di ambil hari ini loh!

--------
berangkat menuju kampus dengan tujuan kuliah dan itu pukul 6.30 hingga 8.10 dan itu adalah satu - satunya mata kuliah di hari Selasa, cukup mengesalkan, namun lumayan menyenangkan! tapi, lagi - lagi saya tidak bisa pulang kerumah lebih cepat karena ada kegiatan lagi pukul 13.30 di Fakultas Psikologi untuk menjadi OP (Objek Penelitian) mahasiswa Psikologi.
membunuh waktu dari pukul 9 hingga 2 adalah hal yang membosankan. tidak tau apa yang harus dikerjakan, sama sekali!. untunglah ada markas KSR. saya bisa ikut tidur disana biarpun sangat kosong disana. no tv, no computer, no radio, no no no. hanya ada matras emputk, dua bantal, 3 karpet dan tumpukan2 obat yang notabene diberikan kepada orang - orang yang sakit. saya berniat tidur sebenarnya.
HIngga akhirnya datanglah kang Rieza, dan Tri yang akhirnya menemani saya mengobrol di markas.
setelah Tri beranjak mencari OP anak - anak, saya dan kang Rieza cukup diam beberapa menit dan kembali mengobrol. banyak hal, mulai dari cerita mengenai sekolahnya di Pesantren Gontor, rasa kangennya dengan Gontor, keluarganya yang hidup pisah - pisah (mengejar cita - cita semua), sampai mengenai teman lamanya yang juga teman saya, Shinta. Juga mengobrol mengenai pelantikan KSR yang katanya rahasia (ancaman-red). Hingga akhirnya datanglah kang Lutfi, dan kembali saya semakin tidak bisa tidur, padahal terasa sekali ngantuknya.
barulah saya bisa tidur pada pukul 12.30 hingga pukul 13.00 (lagi) disela - sela bacaan saya pada buku Etika Pers karya Alex Sobur, dosen wali saya.
-----
waktu berlalu dan saya juga berlalu menjadi OP. kepribadian ya saya, sangat menjengkelkan harus meinterpretasikan gambar - gambar abstrak nan tak berbentuk, smapai saya harus mengarang untuk alasannya.

nah, ini dia.
saya pulang akhirnya pukul 15.00
saya berniat mengambil helm di asrama Gita. dan saya pergi kesana.
-----
setelah mendapatkan helm, saya lanjut pulang.
dan entah apa yang terjadi dan mengapa hingga akhirnya sekita di jalan Supratman Ujung dekat perempatan, saya menyadari bahwa HP saya tak ada disaku, feeling buruk HP terjatuh namun saya tidak mau kembali karena saya yakin saya hanya panik.
--
sesampai di rumah, satu persatu saya keluarkan barang - barang dari tas, mengobrak - abriknya dan saya sadar bahwa HP saya memang terjatuh, entah dimana.
Saya memutuskan untuk kembali menyusuri jalan hingga sekitar jalan R.E. Martadinata, karena HP saya di hubungi masih nyambung, masih ada harapan.
setelah berbutar, ternyata tidak ada HP terjatuh dan HP masih terhubung.
akhirnya sampai di sekitaran Cicadas, seorang diseberang telepon saya, seorang laki - laki mengangkatnya dan good. dia berniat mengembalikannya, besok pagi sebelum pukul 07.00 di tempat pelatihan di depan RSHS.
ALHAMDULILLAH..
papah dan bagas ga tau, saya takut untuk bilang. setidaknya Ibu mengerti, dan dia adalah mahluk paling pengertian di Dunia.
-----------------------

Rabu (15/12)
Inilah hari tersulit rasanya, air mata saya tumpah dikampus, dan ini adalah pertama kalinya.
"aku belum sempat berdiri karena jatuh, tapi aku sudah tertimpa tangga"
sampai di depan RSHS jam 6.00, saya dan teman saya Tata yang baik, menunggu sambil blahbloh, bertanya pada tukang surabi, polisi, tukang parkir, pemilik kios Ayam bakar (jadi ingin ayam bakar), hingga kios makanan ringan.
berputar seperti orang bodor hingga ke BaPelKes. dan akhirnya nomor HP saya ada yang mengangkat juga. Mas Adi, saya memanggilnya.
sayang sekali, setelah kami tau dimana tempatnya, dia terlanjur masuk kelas, dan HP saya LOWBATT. saya tidak tau bagaimana caranya menghubungi orang ini dan saya sedikit depresi.
Berpikir untuk standby di depan RSHS dan saya akan merealisasikannya.
sayangnya, pukul 10.00 saya sadar ketika akan berangkat, kunci motor saya hilang.
dan saya menjadi benar - benar depresi. saya menangis (memalukan) di kopma, didepan lalu lalang orang banyak dan menjadi perhatian.
tapi saya memang merasa itu adalah hari terisial. saya Hopeless dengan HP, dan skrg giliran kunci motor.

saya rasa, sekuat apapun manusia, ada sesuatu yang tidak mampu ia tahan sehingga ia memang harus meluapkannya. saya menangis hingga bermata lebam di pagi hari.
--------------------------
Bilang sama papah adalah opsi terbaik ternyata, biarpun saya diomelin habis2n malam itu, dan menjadi tersangka selama 15 menit. tapi nyatanya, saya menjadi sangat tenang.
saya hopeless, papa bilang tidak perlu lagi mengharapkan HPnya.

Kamis (16/12)
Tuhan ternyata masih sangat baik sekali pada saya. Alhamdulillah..
pada pukul 8.00 saya di kabarkan bahwa Mas Adi kembali menghubungi nomor Mamah yg selama ini digunakan saya untuk berhubungan dengan Mas Adi. dan dia memberikan waktu besok pagi, pukul 6.30 di Lobi gd.Hospital Teaching Jl.Eyckman untuk mengambil HPnya.
ALHAMDULILLAH ..

------------------
dan This is.
Jumat (17/12)
HP saya kembali!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Terimakasih sedalamnya kepada Mas Adi, atau Adim, atau siapapun dia,
terimakasih karena sudah mau Baik dan jujur,
saya dan keluarga mungkin tidak bisa membalas apapun, tapi saya yakin Tuhan pasti balas kebaikan dan kejujuran anda.
semoga sukses kuliah dan karirnya. saya doakan.

ALHAMDULILLAH.. menjadi pelajaran yang hebat karena saya sekarang menjadi berusaha lebih hati - hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar